Oknum Kasek Minta Berita Penyimpangannya Dihapus, DPC FGII Bima :” Saya Minta Jurnalist jangan pernah mau hapus berita sebab itu tindak pidana dan Framing”

Ilustrasi

 

 

JejakNTB.com, BIMA |Menanggapi pemberitaan terkait kegiatan fisik DAK 2022 yang diduga menyalahi bestek dan diakui Kadis bersama tim yang sedang dilaksanakan di SMPN 4 Madapangga untuk pembangunan ruang Komputer dan TU, Kepala Sekolah setempat Damsus meminta untuk menghapus semua berita yang ditayangkan secara online jejakntb.com

” Demi Allah dan demi Rasul saya tidak menjual asset sekolah itu, tolong hapus beritanya saya minta dengan hormat,” harap Damsus diruang kerjanya beberapa hari yang lalu di Ndano.

Damsus adalah Kepala SMPN 4 Madapangga yang sempat diberitakan media terkait dugaan menjual asset sekolah kepada kontraktor Lubis yang ditengarai tengah mengerjakan fisik berupa ruang komputer dan perabotnya.

Diduga meja dan kursi hasil lego antara kontraktor dan kasek itu akan dimanfaatkan kembali oleh lubis untuk pengadaan alat perabotan untuk kegiatan ruang komputer. Hal teraebut mengemuka setelah media mewawancarainya sesaat setelah lubis mengontrol kegiatan fisik Jumat (16/9).

” Iya, saya sudah berhubungan dengan Kasek soal asset tersebut. Memang di saya mejanya dan urusan saya dong mau saya apakan itukan hak saya,”ucap lubis saat dikonfirmasi di lokasi.

Salah seorang penjaga sekolah M. Hasan (57) mengaku melihat Kasek menjual sejumlah meja kepada Lubis tanpa sepengetahuan Bapak Ibu Guru SMPN 4 Madapangga

” Iya saya melihat dan menyaksikan Kepala Sekolah menjual asset kepada kontraktor yang tujuannya entah wallaahuallam.saya tidak tau menahu,” ungkap Heso kepada Media.

Ketua DPC FGII Kabupaten Bima menilai sikap Dinas tidak tegas terhadap kontraktor dan Kepala Sekolah yang diduga telah menggelapkan asset tersebut,

” Kepala Dinas sudah melakukan pembiaran terhadap Oknum yang merusak nama baik pendidikan dan saya minta wartawan jangan menghapus beritanya, jika menghapus berita berrarti wartawan sudah sama dengan mereka yakni berkonspirasi untuk merusak dunia pendidikan.,” imbuhnya.

“Saya harap semua link beritanya jangan dihapus biar semua orang baca kejahatan dunia pendidikan kita saat ini, itu tindakan framing jika saudara saudara wartawan memghapus atau memgedit beritanya, biarkan saja dan silakan gunakan hak.jawab hak sanggah dan bantah jika merasa ada yang janggal dalam pemberitaaan, UU 40 Tahun 1999 tentang PERS melindungi media yang menjalankan etik dan profesinya jangan mau diminta menghapus berita kalau dituruti kita dianggap cemen oleh para pemgkhianat itu,” tukasnya

Masih FGII Bima, dirinya bersama fungsionaris DPC FGII berjanji akan memgatensi persoalan ini bahkan semua persoalan pendidikan yang terjadi di ruang lingkup wilayah binaannya,

” Percuma juga melaporkan ke kadisdikbudpora Kabupaten Bima semua persoalan ini karena oknum kontraktor juga diduga punya kedekatan emosional begitupula dengan kasek yang berbuat melanggar karena Kadis pun mengangkat mereka jadi kasek melalui usaha yang tidak sia sia dan sulit jadi wajarlah kadis itu mempertahankan anak buahnya yang nyata nyata berbuat salah yang pada akhirnya dunia pendidikan nantinya yang akan hancur dengan sendirinya.” Pungkasnya. (TIM)

 

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top