Mohan Masih Disukai Rakyat, Pegiat : ” Dia punya Privilege dan Kuat Trust nya”

Pegiat BMC NTB Nukman.
 Foto : Istimewa/Galeri

 

 

MATARAM, JEJAKNTB| Hiruk-pikuk perpolitikan di Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat meski dinilai berbagai pengamat tidak lagi ideal dan dinamis dengan daerah daerah lainnya namun harus diakui bahwa Doktor Mohan Roliskana Walikota Mataram saat ini masih tangguh bagi rivalitas lainnya.

Pegiat BMC-NTB Nukman, SH, M.Si mengatakan, Mohan punya Privilege dan itu disupport dengan legacy yang menjadi bonus demografinya dalam memimpin Ibukota yang menjadi epicen elektoral pusat perpolitikan NTB.

Tidak bisa dinafikan adanya dan kita jangan ingkar mengingkari takdir nya untuk kembali ke singgasana untuk me-manage publik di berbagai lintasan.

“Kita harus welcome dan legowo, jika itu ada jangan ingkar sebab bisa jadi itu jalan takdir dan garis tangan, soal pragmatisme dll itu opini yang tak mampu membendung garis tangan orang lain,” terangnya pada Kamis (27/6).

Dinamika itu tidak bisa dihindari ada like and dislike merupakan kewajaran dalam berbangsa dan bernegara

” Itu kembali kepada organisasinya tidak bisa memukul rata dan menyalahkan semuanya,” ujarnya

Mohan itu ibarat bayi yang diberikan Tuhan jadi dia berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan,

” Kita jangan iri dengan suksesnya orang lain, jika kita punya kemampuan silakan bertarung dengan ilmunya dan kapasitas masing-masing,”

Jangan iri dengki hasad dengan keberhasilan dan ketangguhan orang lain jika merasa mampu berbuat untuk orang banyak silakan ambil sikap

Analis Kebijakan Publik Syahrul pun turut merespons adanya kicauan-kicauan yang bernada kontradiksi yang terjadi di Kota Mataram. Kepala Biro Lombok Barat Media JejakNTB ini melihat ada sentimentil yang ditunjukkan beberapa oknum yang mengaku tokoh.

” Mereka orang cerdas yang tak mampu menggunakan kecerdasan nya dengan baik, lalu memunculkan move dan manufer yang diarahkan ke petahana dengan maksud melemahkan,” terangnya

Meski yang disampaikan itu benar namun kita harus menjaga perasaan orang lain,

” Kita jangan sampai merasa pintar, namun kita harus pandai pandai untuk pintar merasa, “ujarnya

Jelang pilkada NTB ia berharap semua peserta kontestasi harus cerdas dan berjiwa besar,

” Mohan itu Anak biologis nya pak Ahyar Abduh jadi wajar konstituen kembali memilihnya mengingat jasa baik almarhum yang tidak bisa dibalas dengan receh,” tegasnya.

 

 

Pewarta. TIM

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top