Mengundang Rasa tidak Nyaman, Ruas Jalan dari Bolo ke Tonda disurvei untuk diperbaiki Segera. Sekcam :” Kita tengah jalankan fungsi komunikasi dengan data riil”

JejakNTB, Bima | Banyaknya keluhan warga yang berlalu lalang dan memanfaatkan jasa jalan baik memggunakan kendaraan maupun pejalan kaki membuat aparat pemerintah terutama Pemcam Madapangga turun tangan.

Kejadian terbaru salah seorang pemuda dari wilayah Kae Woha tewas dan terjun bebas di jembatan bolo yang patah akibat mabuk dan seketika tewas di lokasi sekitar dua bulan lalu

Selain itu dimalam hari di titik jembatan darurat yang dibuat TNI untuk menyambung akses kerapkali dijadikan titik onar para pemuda karena gelapnya jalan dan tidak diterangi sedikitpun cahaya.

kejadiannya sudah banyak termasuk kecelakaan tunggal maupun tabrak lari selalu terjadi diruang jalan sempit dan berlubang.

Camat Madapangga yang diwakili oleh Sekertarisnya Samsurya baru ini turun lokasi bersama sejumlah ASN dari Dinas PUPR melakukan roadshow dan survey benerapa ruas yang sudah tidak layak untuk diperbaiki.

Sekcam Madapangga Samsurya, Selasa 17 Mei 2022 mendampingi tim dari Dinas PUPR Bidang Bina Marga melakukan pengukuran jalan di Desa Rade yang berbatasan dengan Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima,

Pengukuran jalan tersebut merupakan komitmen Pemkab Bima dalam melayani warga masyarakat agar akses jalan maupun jembatan yang dilalui masyarakat senantiasa tercipta kenyamanan.

Pantauan media ini kegiatan pengukuran jalan diawali dari titik runtuhnya jembatan Bolo Rade hingga Desa Tonda yang dinilai Dinas terkait sudah sangat parah dan sangat sempit adanya.

“Jalan yang di survei mulai Cabang Bolo termasuk jembatan sisa banjir hingga Desa Tonda sebagai fungsi komunikasi dan koordinasi untuk menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan keamanan dan kenyamanan menggunakan sarana jalan, ungkap Samsurya pada JejakNTB Selasa, (17/5).

Diketahui ruas jalan tersebut saat ini memang sudah sangat tidak layak dilalui kendaraan terutama kendaraan roda empat ,

” Jalannya mengalami penyempitan begitupula dengan jembatan, yang krusial itu jalan selain sempit juga sudah banyak berlubang,” sambungnya.

Sementara dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Bima saat ditemui disela sela aktifitasnya melakukan survei jalan tersebut mengakui bahwa jalan lintas tersebut benar telah mengalami penyempitan dan membuat rasa tidak nyaman kepada para pengguna jalan tak terkecuali termasuk warga pengguna jalan yang berjalan kaki pun sudah tidak bisa berjalan dipinggir dan bahu jalan mengingat jalan itu tidak memiliki trotoar.

” ruas jalan ini khan tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati makanya kita turun mengukur dan melakukan survei biar ada data pak, dengan data kebijakan akan diambil nantinya,” tutupnya. [TIM]

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top