Mengenal lebih dekat Ketum Pemuda Pancasila yang low profile, dan Merakyat

JejakNTB.com,- Sosok Harwoto sangat mumpuni dan tidak diragukan untuk maju dalam bursa figuritas tokoh publik harapan daerah, pria kalem asal Desa Ngali Kecamatan Belo ini benar benar publik figur yang sangat diidolakan warga Kota Bima, Bima dan Kabupaten Dompu bahkan Sumbawa untuk digadang gadang menjadi penyambung lidah rakyat di Dapil 6 Nusa Tenggara Barat inshaaAllah kalau tidak ada aral melintang dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan umur panjang.

Harwoto Ketua Umum
PEMUDA PANCASILA BIMA
saat serahkan 
Sumbangan saat acara pernikahan
Di Desa Ngali Kec Belo kemarin 
Senin 17 Januari 2022

Pemilik nama asli Harwoto saat ini menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.

Om Woto sapaan akrabnya lahir dan besar ditanah rantauan dan sudah makan garam dalam dunia usaha dan perniagaan, sangat dekat dengan Bunda Ratu Hj Indah Dhamayanti Putri, SE

Yang unik dari pribadi Ketua Umum Pemuda Pancasila ini adalah sifat kedermawanan dan suka membantu kaum susah dan membutuhkan pertolongan selalu terpatri dalam sanubari putra Haji Sarujin ini yakni cara beliau mendekati rakyat dan warganya dengan penuh humanis dan kearifan tinggi.

Harwoto sosok pribadi yang cerdas dan bersahaja serta low profile yang tekadnya melayani mengayomi dan mengabdi untuk dou malabo dana warga bumi gora NTB.

Karakter Harwoto adalah suka membantu tanpa pamrih dan suka menolong tanpa melihat asal usul sesamanya karena kesucian niatnya untuk membantu sesama kerap figur ini disapa Bos Toti Mori Dewa Penolong.

Berdasarkan jejakrekam dan trackrecordnya Harwoto memulai dedikasinya dengan melayani publik dengan membuka usaha SPBU dimana mana dengan menjual harga bahan bakar yang sangat murah kwalitas terjamin dan sangat terjangkau adanya.

 


Harwoto hadiri undangan
Sohibul Hajat

Pantauan media saat ini Harwoto tengah memberikan sumbangan alat alat berat dan mobil dumptruck kepada beberapa Kelurahan yang jalannya masih terisolir di Kota Bima dengan tujuan membuka jalan tani , jalan ekonomi maupun jalan lainnya

Hal ini dilakukannya dengan kemampuannya sendiri dengan biayanya sendiri sebagai bentuk moral force membantu sesama secara tulus dan ikhlas adanya. Beda dengan calon lain yang prinsipnya ” Tiba Saat, Tiba Akal “.

Selain jalan juga jembatan bahkan warga yang tertimpa musibah seperti kejadian lima orang nelayan asal Sape beliau mengerahkan keluarga dan kerabat guna membantu turut meng evakuasi di TKP dengam fasilitas seadanya.

Selain tersebut, Harwoto suka bahkan paling gemar memghadiri acara mantenan atau pesta perkawinan bahkan tanpa undangan sekalipun Bos Toti Mori ini tetap memenuhi harapan warga dan masyarakatnya.

Redaksi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top