JEJAKNTB.COM||Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (21/10).
Dalam agenda utama, Mendikdasmen memimpin rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan pendidikan se-NTB untuk membahas sinkronisasi penyelenggaraan pendidikan dasar, menengah, dan nonformal.

Acara yang berlangsung di Kantor Bank NTB Syariah ini dihadiri oleh Pj. Gubernur NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, serta jajaran kepala sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Akurasi Data Jadi Sorotan Utama
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menyoroti permasalahan akurasi data yang seringkali menjadi kendala dalam perumusan kebijakan pendidikan. “Banyak data pada Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang tidak akurat. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk dorongan untuk mengejar nilai akreditasi atau kesalahan dalam pengisian data,” ujarnya.
Mendikdasmen menegaskan bahwa data yang valid dan terintegrasi adalah kunci untuk pengambilan keputusan yang tepat, baik terkait alokasi anggaran, distribusi guru, maupun pemenuhan sarana dan prasarana sekolah. “Sinkronisasi data ini sangat penting. Kita tidak bisa bergerak maju jika data di pusat berbeda dengan data di daerah,” tambahnya.
Kolaborasi Pusat dan Daerah untuk Solusi
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik arahan dari Mendikdasmen dan menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pendataan pendidikan. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan semua data pendidikan di NTB akurat dan valid. Ini demi perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak kami,” kata Iqbal.
Kepala Dikbud NTB menambahkan bahwa pihaknya telah memulai langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk mengadakan lokakarya dan pelatihan bagi operator Dapodik di setiap sekolah.
Target Perbaikan Jangka Pendek dan Panjang
Beberapa poin yang dihasilkan dari rakor tersebut antara lain:
- Perbaikan Akurasi Data: Pihak sekolah diminta untuk melakukan verifikasi ulang seluruh data di Dapodik secara berkala.
- Pemerataan Kualitas: Sinkronisasi data diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mendistribusikan guru dan fasilitas secara lebih merata ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
- Fokus Pendidikan Nonformal: Pembahasan juga menyentuh pentingnya integrasi program pendidikan nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), agar selaras dengan kurikulum pendidikan formal.
Kunjungan Mendikdasmen ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi NTB untuk melakukan perbaikan signifikan dalam tata kelola pendidikan, terutama terkait dengan validitas data, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Redaksi||JEJAKNTB




















