Manfaatkan alat berat PUPR Lotim oleh CV PMM dalam aktifitas Galian, Begini tanggapan Kadis PUPR Provinsi

JejakNTB.com |Aktifitas pertambangan pasir yang diduga kuat illegal di Dusun Lengkok Tengak Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ditanggapi PUPR.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Ir H. M. Ridwansyah saat ditemui dirumahnya di Mataram menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi NTB bukanlah ranah institusi yang dipimpinnya,

” Kalau soal amdal terkait lingkungan lebih pas ditanyakan ke Dinas LHK adinda, apa sudah kontak pak Kadis LHK nya?,”tanyanya pada Media, Sabtu [5/3/2022].

BACA JUGA :

Diduga tak kantongi Amdal dan izin, aktifitas tambang pasir Cv MPM resahkan Warga sekitar

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kegiatan pertambangan dan galian telah lama berjalan, dan diakui salah seorang netizen inisial ADL sangat meresahkan warga,

“informasi dri paman tiank tidak memiliki izin resmi itu bisa ditanya langsung ke prizinan apalagi cara penambangan tidak di sikon dengan keadaan masyarakat sekitar yg jarak pemukiman dan tambang kurang lebih 20meter yang terjadi di dusun lengkok tengak desa mamben lauk kecamatan wanasaba lombok timur, ucapnya

Masih sumber terpercaya tersebut mengaku tidak bisa fokus dengan adanya aktifitas tersebut,

“sudah satu bulan lebih, dia melakukan aktivitas malam hari juga tanpa melihat lingkungan sekitar yang sedang istirahat lebih2 di saat kami dan sebagian warga melaksanakan pembacaan solawatan setiap malam rabu, ungkapnya pada Media Online JejakNTB.com

Dirinya sangat berharap agar media dapat memberitakan hal tersebut dengan baik dan proporsional,

,”terimakasih atas bantuan dan dukungan nya semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu, itu pelaksananya diduga oknum CV. PMM nama perusahaanya mohon itu di berikan sanksi tegas oleh pemerintah giih tembuskan ke pemprov, pemda dan pusat, imbuhnya.

Dan yang sangat mengagetkan aktifitas CV PMM tersebut turut menggunakan alat berat yang diduga kepunyaan Dinas tekhnis terkait setempat,

“info dari paman tadi pagi alat excavator yang digunakan milik Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur dan di sewa 40juta perbulannya,

Dimintai tanggapannya ada persoalan tersebut Kepala Dinas LHK Provinsi NTB saat dihubungi Media melalui Selulernya mengaku bahwa nomor yang dihubungi wartawan bukan milik LHK.

” Anda salah sambung Mas, bukan Kadis LHK salah orang, saya bukan kadis LHK, jawabnya sebagaimana yang tertulis dalam Whatsappnya bernomor 081353526***

Menanggapi soal Alat Berat yang digunakan di lokasi ditengarai punya Dinas PUPR Lotim, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB  Ir Ridwansyah menjelaskan sah saja sebuah alat berat excavator dimanfaatkan  untuk dipinjam pakai.

” Kalau soal alat bisa saja disewakan oleh Kabupaten ke pengusaha, ada datanya nggak. Mungkin cek dulu di Kabupaten Lotim nya, itu bukan proyek dinas PUPR adinda melainkan LHK kaitannya amdal itu,” pungkasnya. [TiM]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top