Maju Wakili Millenial dan Usung Kesetaraan, Ulfiah Ariqah Mendapat Dukungan Semua Pihak

JejakNTB.com | Parasnya cantik dan masih muda. Pada 14 Februari 2001, usianya baru menginjak 23 tahun. Dengan semangat jiwa muda, energik, dan intelektualitasnya, Ulfiah Ariqah Zahir Nadi, calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi NTB nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di daerah pemilihan (dapil) V itu siap menggebrak Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kiprahnya di dunia politik lima tahun mendatang.

Ulfiah Ariqah Zahir Nadi merupakan mahasiswa akhir semester S1  FKIP Unram Mataram. Dara lajang alumni SMAN 1 Sumbawa itu memilih langsung terjun ke dunia politik begitu lulus kuliah. Putri dari Ibu Susiati, Kecamatan Alas, itu bertekad memperjuangkan bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

“Saya belum diwisuda masih kuliah om dan saat ini duduk di semester ahir FKIP Unram . Begitu naik gradenya di semester ahir, saya langsung daftar jadi caleg itung itung cari pengalaman dan alhamdulillah disusul DCS nantinya,” tutur Ulfiah Ariqah pada JejakNTB.com, kemarin.

Meski baru terjun ke dunia politik, ia mengaku siap mewakili kaum milenial di daerah pemilihannya KSB dan Sumbawa memperjuangkannya melalui legislatif. Berbekal pengalaman organisasi di kampus dan pendidikannya yang tinggi, Ulfiah bertekad mewakili kaum muda millenial dan mengurai soal perempuan


“Saya hadir di Pileg kali ini untuk memperjuangkan anak muda pengangguran, broken home, pendidikan, kepemudaan, dan olahraga serta millenial. Sebagai seorang perempuan yang masih muda, saya ingin mewakili kaum muda dan perempuan,” katanya.

Ulfiah berharap, kehadirannya di Pileg 2024 bisa mengawali kiprah kaum pemuda dan perempuan untuk masuk dunia politik. “Saya ingin menginspirasi jika pemuda pemudi remaja remaji itu bisa terjun politik. Perempuan juga tidak boleh takut untuk terjun ke dunia politik, parlemen saat ini harus diisi orang orang yang waras sebelum dikuasai oleh entitas sebaliknya” ujarnya.

Menurutnya, dalam memperjuangkan nasib rakyat, pemuda pemudi remaja remaji tidak cukup dengan aksi protes. Namun juga harus ditunjukkan dengan kerja nyata. “Daripada saya harus protas-protes seperti itu, lebih baik masuk ke sistem politik untuk memperjuangkan nasib rakyat, karena disitu ada hak imunitas dimana anggota dewan bisa mempressure aneka regulasi yang merugikan rakyat semesta dengan palu kebijakan bukan palu godam ” tandas dia.

Tekadnya untuk maju caleg semakin mantap dengan dorongan kedua orang tuanya dan masyarakat. Sehingga, ia ingin membuktikan jika dirinya yang masih muda pun bisa berkiprah di dunia politik. Darah pemimpin memang mengalir dalam dirinya. Sebagai putri seorang kepala desa, ia sudah terbiasa melihat kiprah kepemimpinan orang tuanya.

” Saya Anaknya bapak Zahir cucundanya yang Almarhum Haji Nadi Husain,” katanya

Di era milenial ini memang dibutuhkan keterwakilan perempuan dan anak muda di DPRD Udayana. Sosok yang akrab disapa Icha ini masih sangat muda, energik, dan memiliki intelektual tinggi sangat layak untuk menjadi wakil rakyat untuk dapil V yang meliputi Kabupaten Sumbawa 34 Kecamatan dan Kabupaten KSB sebanyak 18 Kecamatan Wiradesa. Dengan kemampuan bahasa asingnya yang baik, yakni Bahasa Inggris dengan TOEFL 550, kemampuan Maulina akan cocok untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan di dapil itu yang merupakan kawasan industri.

Ulfiah yang suka berolahraga, melukis, dan editing video itu mengaku tidak gentar untuk bertarung memperebutkan kursi DPRD Provinsi NTB di dapil V.

Pasalnya, dari awal ia meniatkan dirinya ikhlas untuk mengabdikan diri bagi rakyat tana dan tau samawa. Sebagai junior yang baru terjun dunia politik, ia pun kerap mendapat bimbingan dan arahan dari politisi senior PDI Perjuangan NTB, H Rachmat Hidayat selaku Ketua DPD  dan Lalu Budi Suryata sebagai Sekjen Partai.

“Saya tidak merasa ada beban berat meskipun saat ini langsung terjun ke dunia politik, kita belajar untuk berkiprah menjadi bijak. Saya niatnya ingin bawa perubahan, sehingga tidak membebani diri. Semuanya sudah ada takdirnya, kita hanya berdoa dan berusaha,” ujarnya.

Icha sendiri mengaku telah jalan mulai dari Alas hingga Tarano untuk Sumbawa dan mulai dari  seteluk hingga maluk untuk KSB berinteraksi melakukan perkenalan dan sosialisasi dengan lebih massif intens banyak blusukan ke rumah-rumah warga, ‘door to door, dan mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Dengan berdialog secara langsung dengan warga, diharapkan dirinya mampu meraup suara banyak untuk menjadi anggota DPRD Provinsi NTB Dapil V periode 2024 – 2028.

Ada yang unik dari Icha dia kandidat Caleg Provinsi Dapil lima yang tidak banyak janji pada konstituen, Icha apa adanya beda dengan Caleg Caleg yang ada yang senantiasa berjanji padahal janjinya itu tidak mampu dibuktikan namun tanpa sadar akan ditinggalkan konstituennya pada tanggal 14 Februari mendatang.

Salah satu pemuda Sumbawa, Fikri yang tinggal di Brang Biji berharap kepada sejumlah caleg seperti Icha tidak suka dan tidak mau berjanji dan mengiming imingi sesuatu agar dipilih padahal bohong,

” bagus anaknya apa adanya nggak ada embel-embelnya daripada caleg yang bawa angin surga itu bahaya lebih baik seperti cucunda Haji Nadi Husain ini,” pujinya dihadapan awak media sabtu tadi pagi.

Senada dengan Fikri, Faisal dan Sukriadin aktifis LSM yang getol menyuarakan ketidakadilan di Tanah Sumbawa pun sangat memuji tokoh mudi ini tampil sebagai Caleg Dapil V,

” Selain keterwakilan perempuan juga representatif idealist yang masih sangat obyektif melihat segala sesuatunya secara mata bathin nurani tanpa ada kepentingan, jadi beda dengan caleg yang sudah berkeluarga kalau dek Ica bagus enjoy saja tidak ada vested interest beda dengan caleg yang ambisi karena terbukti sebelum jadi caleg aja pencitraan suka tebar pesona suka maen proyek semua tahu orang cuman tidak mau ngomong maju terus icha kami mendukungmu,” pungkasnya.****

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top