Foto. Salah satu lantai cor gerbang utama hancur dilindas dumptruck pengangkut material proyek yang keluar masuk di Sekolah setempat, kelihatan sepele namun bisa membahayakan warga sekolah yang keluar masuk belajar di lokasi tersebut.
JejakNTB.com, BIMA |Setelah disorot dan diberitakan berkali kali oleh media, CV Pejuang dan CV Sinar Fauziah yang mengerjakan Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer dan Tata Usaha pada SMP Negeri 4 Madapangga memasang papan informasi kegiatannya di depan pagar sekolah setempat,
Kedua CV tersebut saat ini tengah mengerjakan kegiatan fisik pada SMP N 4 Madapangga Desa Ndano dengan anggaran hampir satu miliar lebih, kedua CV tersebut merupakan Perusahaan yang ditunjuk oleh Pemkab Bima melalui Dinas Dikbudpora guna mengerjakan pengelolaan pendidikan menengah tahun anggaran 2022.
Keduanya mendapatkan jatah APBD Kabupaten Bima Tahun 2022 dengan nomor kontrak 008.PL/01.1/PPK/SPK/DAK-SMP-FISIK/2022 dan nomor kontrak 009.T/01.1/PPK/KONTRAK DAK-SMP-FISIK/2022 dengan waktu pelaksanaan masing -masing 120 hari kalender kerja kalender aktif kegiatan proyek.

Salah seorang warga Desa Ndano Sukardin SPd sangat menyayangkan aktifitas kegiatan tersebut tidak memberdayakan potensi lokal mulai dari sumber daya manusia hingga alam Desa Ndano,
” Rata – rata pekerja kegiatan kedua CV tersebut adalah orang dari luar seperti Desa Mpuri, Rade dan Dena sedangkan warga Ndano hanya menjadi penonton sementara kegiatan ini dikerjakan ditengah tengah hiruk pikuk warga Ndano,” sesalnya.
Seharusnya menurut mereka kegiatan seperti ini kedepannya harus saling kandei angi kacoi angi antar satu dengan lain bukan malah langsung eksekusi tanpa sosialisasi bahwa kita mau buka kegiatan ini,” tandasnya.
Kegiatan keluar masuk proyek ini juga sempat merusak jembatan gerbang sekolah mengingat muatan dumptruck dalam mengangkut pasir, semen, bata, dll hanya melewati gerbang utama tanpa lintasan alternative, sehingga jalan masuk ke kawasan itu menjadi hancur berantakan.
” Saya minta supir dan kontraktor ikut bertanggungjawab atas rusaknya gerbang utama sekolah karena dilalui kendaraan pengangkut material bila perlu buat ulang pintu gerbang di sebelah timurnya bukan baratnya lagi supaya kendaraan proyek yang lalu lalang tidak merusak akses utama sekolah dan KBM serta terpisah dan nyaman buat peserta didik, ungkap Wakasek Kesiswaan Aminullah SPd
Pantauan media, pintu masuk dengan cor beton sudah runtuh didepan SMPN 4 Madapangga akibat dipakai lalu lalang kendaraan proyek, yang seharusnya pimpinan sekolah bisa mengupayakan jalan alternatif agar tidak mengganggu jalannya proses KBM maupun peserta didik serta tenaga pendidik yang keluar masuk.
” jangan karena kepentingan proyek jalan jalan masuk di gerbang utama semaunya dilindas dan dirusak. Meski diperbaiki lagi namun sebaiknya hati hati karena itu semua pakai biaya,” ucap Amin.
Masih soal pintu masuk yang jebol akibat dilindas kendaraan pengangkut material proyek, sejumlah warga sekolah meminta supir dan kontraktor tidak lupa atau enggan melirik jalan yang dirusak ban mobilnya.
” Syukur kalau bisa diperbaiki kembali soalnya pintu gerbang itu satu satunya gerbang utama sekolah untuk keluar masuk peserta dan tenaga pendidik, jangan sampai lupa dan ditinggalkan begitu saja sehabis kegiatannya karena buktinya banyak kontraktor yang minggat setelah selesai mengerjakan proyek di sekolah kami dengan meninggalkan persoalan seperti gedung yang tidak dituntaskan pekerjaannya, perabot yang diabaikan para pekerjanya maupun kehilangan kabel listrik serta perkakas kantor setelah dipinjam pakai,” pungkasnya. (TIM)




















