LBS Kharismatik, Cerdas dan Berani, Teruji Memimpin dan Sukses sebagai Profil Milenial

JejakNTB.com | H. Lalu Budi Suryata, SP atau biasa disapa LBS atau Mamieq Bangsawan Sasak Samawa Mbojo, Lahir di Sumbawa, Desember 1970. Anak pertama dari empat bersaudara. Menurut pengakuan ibunya LBS Juarminah yang ditemui media di rumahnya mengaku bahwa anaknya itu sejak kecil tidak diduga menjadi anggota Dewan.

” Diluar dugaan saya, dan alhamdulillah dia sejak kecil tumbuh kembang seadanya sederhana dan selalu tampil percaya diri,” ucap ibunya.

Menurutnya LBS adalah putra pertama dari empat bersaudara yang sangat konsisten dan bertanggungjawab terhadap keluarga, sangat taat serta sangat berbhakti kepada kedua orang tua bahkan mertuanya.

” Anak saya ini orangnya jujur, dan tidak suka berbohong dan pendusta serta LBS ini mengilhami betul pesan moral bapaknya almarhum dan Bung Karno,” kata Ibu Juarminah menambahkan.

Sejak kecil LBS oleh almarhum ayahnya Lalu Suwadi sudah diajarkan kedisiplinan yang sangat tinggi sehingga ketika LBS tumbuh dewasa sudah terbiasa dengan tantangan dan dinamika yang ada.

Merupakan Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2019 – 2024, Sekretaris DPD Pdi Perjuangan, Ketua Fraksi FBNR, Ketua Komisi IV, sekaligus putra pertama dari Almarhum.

Sosok LBS merupakan sosok penyabar yang santun, kharismatik, suka membantu dan menolong orang lain tidak jauh beda dengan sosok almarhum ayahnya Lalu Suwadi yang bangsawan tulen dan penuh sosial kedermawanan.

LBS tentu selalu mendapat simpatik dari masyarakat Pulau Sumbawa sebabnya karena beliau duduk menjadi anggota legislator sudah hampir 20 tahun atau empat periode. Dapil V telah membuktikannya dan telah memberikan suatu testimoni yang sungguh luarbiasa buat warga Pulau Sumbawa, bahwa memilih LBS tidak rugi kita. Modal empat periode sangatlah susah bagi meraihnya bukan perkara mudah apalagi ditengah keadaan saat ini sangatlah sulit untuk itu, satu periode saja susah apalagi empat periode.

Di ajang Suksesi Pemilu Legislatif 2024 di Nusa Tenggara Barat, sederet nama nama figur pun mulai nampak di permukaan untuk itu dalam bursa tersebut.

Tak terkecuali nama LBS yang digadang gadang oleh banyak kalangan untuk menjadi DPR RI Wakili Pulau Sumbawa di NTB 1 mengingat Pulau Sumbawa hingga saat ini belum memiliki wakil representative yang benar – benar sesuai kehendak rakyat tanah tau samawa dan lainnya.

Pemilu tinggal setahun lagi, tokoh potensial yang bakal maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat 1 mulai bermunculan nama-namanya walaupun nama – nama tersebut sudah tidak asing lagi dikalangan publik jagat Bumi Gora maupun ditengah entitas komunitas sejumlah ethnik Sasak, Samawa dan Dompu Mbojo (Sasambo).

Nama – nama tersebut selain LBS juga ada Johan Rosihan, HM Syafrudin ST, politisi PAN dan sejumlah nama – nama lainnya.

Ayah LBS yang dikonfirmasi media Regional Online JejakNTB.com Kamis 9 Maret 2023 sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR -RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat 1 yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat (KSB) menyampaikan beberapa hal sesuai ciri khas ketegasan dan keterbukaannya,

LBS sebelum bertolak ke Jawa Timur guna melakukan kunjungan dan ziarah ke Makam Bung Karno dan KH Abdurrahman  Wahid alias Gusdur menegaskan komitmennya untuk terus solid bergerak dan tegak lurus serta rapatkan barisan.

LBS dalam captionnya yang berhasil dirangkum jejakntb.com menegaskan statement,

“Pemilu 14 Februari 2024 adalah momentum sejarah bagi Tau ke Tana Samawa untuk berjuang sekuat-kuatnya untuk tidak hanya memenangkan dan mengantarkan LBS ke DPR RI melainkan juga adalah utk menyelamatkan dana pokir DPR RI sebesar 65 Miliar agar tidak terbang ke daerah lain, seperti yang terjadi saat ini,”ucap LBS sesaat setelah tiba di Jakarta.

Sekretaris DPD Partai PDI Perjuangan teraebut mengungkapkan secara obyektif dan apa adanya memang itulah realitas yang ada saat ini di sekitarnya,

“Kita di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)  tidak merasakan atau mendapatkan manfaat dana pusat dari pokir DPR RI tersebut, jadi mari kita berjuang rebut pokir itu dengan memenangkan LBS pada Pemilu 14 Februari 2024, agar dana pokir tersebut dapat kita rasakan manfaatnya secara merata, temui sebanyak mungkin orang & tawarkan LBS dengan santun dan bermartabat, inshaaAllah akan indah pada waktunya. Bismillah, Selamat Berjuang Kawan Kawan semoga ini semua bernilai ibadah disisi Allah SWT, Aamiin Allaahumma Aamiin Yaa Allah Yaaa Robbal’alamiin”, pintanya.

Sebagai politisi muda berpotensi, LBS akan selalu taat konsisten terhadap partai dan konstituennya sebagai wadah dirinya mengabdi untuk warga masyarakat Pulau Sumbawa.

Disisi lainnya, LBS juga akan tetap berpedoman pada pada kebersamaan keluarga besarnya dalam hal maju bertarung di Pileg Dapil NTB 1.

” Antara instruksi dan kebijakan publik partai maupun pertimbangan entitas nya serta role of model mengingat PDIP adalah Partai penguasa menjadi pertimbangan sehingga keduanya chemistry maka siap sudah saya bertarung,” tegas LBS.

Sosok lulusan Sarjana Ilmu Pertanian Universitas Mataram ini tidak serta merta dalam memberikan pernyataannya karena menurutnya kedaulatan ada di tangan rakyat.

” Maka jangan lupa, kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyatlah penentunya olehnya demikian suara rakyat sangat menentukan lima tahun kedepan,” ucapnya.

LBS menempuh pendidikan  SD di Karang Kediri Cakranegara, SMPN Cakranegara dan menamatkan SMA nya di SMA Negeri 2 Ampenan serta  S1 nya di Universitas Mataram dengan mengambil Fakultas Pertanian dan saat ini tengah menyelesaikan S2 nya di Universitas Mataram bersama istri Hj Enny Citra SH

Satu untaian yang selalu LBS dengungkan mengutip bung karno 10 September 1966

” Saya adalah manusia biasa, sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada bangsa, itulah dedikasi saya dalam kehidupan ini. Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidup dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku, tanpa jiwa pengabdian ini, saya bukan apa – apa , Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, Saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat.,”

Dikutip dari Soekarno, 10 September 1966″

(RED)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top