JejakNTB.com | Euforia kontestasi Pemilihan legislatif 2024 kini mulai terasa, semua tergerak hatinya namun beda dengan Ibu Fitriah Calon Anggota DPR RI nomor urut 3 Dapil NTB 1 yang meliputi : KSB, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima. Pada media ini, ibu kelima anak ini curhat konsep dan visionaritas untuk memindset Pulau Sumbawa. Berikut paparannya pada jejakntb.com, Sabtu (19/8).
“Saya kalau berbicara tentang pengembangan industri dan.bagaimana masyarakat kecil ini bisa berdaya lewat jalur jalur industri, jalur jalur kerjaan rumahan akan semangat membahasnya, ketika bapak presiden mengunjungi smelter itu kemudian mengatakan industrialisasi dan hilirisasi saya senang
Yang saya maknai hilirisasi itu adalah bagaimana menjadikan bahan mentah yang menjadi kekayaan alam kita yang akan diolah di smelter nanti itu menjadi barang jadi, sama dengan pemahaman konsep industrialisasi dan hilirisasi itu kita menjual barang yang sudah jadi sehingga punya nilai tambah bagi masyarakat, bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat bahkan dapat membuat sejahtera kita semua supaya masyarakat tidak menjadi penonton di negerinya sendiri.
Bagaimana masyarakat ini agar tidak bisa menjadi penonton?
Saya melihat bahwa semua pihak itu harus betul betul bersinergi harus bisa mengambil perannya masing masing baik dari pemerintah dan rakyat itu sendiri, dari pihak pelaku sistem apa yang bisa dilakukan silakan pemerintah itu menjadi fungsi menjadi jembatan bagi perusahaan dan warga untuk memberikan akses informasi yang tepat dan cepat
Sehingga masyarakat bisa dapatkan imformasi sesegeranya soal lowongan kerja, aneka kebutuhan lainnya apa yang bisa dikerjasamakan dengan pihak perusahaan bersama warga baik itu di industri kecil seperti catering, ada hal hal lain menjadi supplier disana sehingga pengusaha lokal tidak lagi menjadi penonton melainkan pelaku usaha.
Misalnya ketika perusahaan besar datang dengan segala instrumennya padahal ada hal hal yang bisa diberikan kepada pengusaha lokal untuk menjadi bagian yang turut serta mengisi pembangunan dan tidak terlupakan adanya.
Pemerintah itu seyogianya menjadi jembatan pemghubung antara masyarakat dan perusahaan kemudian pemerintah itu menjadi atau mampu menyiapkan sehingga masyarakat bisa menerima misalnya kedatangan dari perusahaan perusahaan itu dan mereka sudah punya skilled.
” apa yang harus dilakukan oleh pemerintah? Datangkan itu dari luarnegeri itu pelatih profesional guna menajamkan skill sumberdaya manusia kita kalau tidak ada , dan sekalipun ada gelar segera agar masyrakat mendapatkan pelatihan, keterampilan sehingga masyarakat punya hak uang sama mempunyai kesempatan kerja dan tidak ada lagi perusahaan2 yang beroperasi di KSB komplain.bahwa masyarakat ini tidak punya skill
Dengan adanya peran tadi, jadinya sdm kita benar benar siap bekerja dan siap pakai di perusahaan yang tengah berjalan. Dan masyarakat apa tugasnya? Masyarakat harus membuka diri dia agar mampu menerima informasi , mampu menjemput bola, agar dapat menerima informasi itu
Ketika ada program pemerintah tentang pelatihan mereka juga harus membuka diri dan mau
” jangan ketika pemerintah sudah memberikan kesempatan itu lalu tetap bersikukuh pada diri dan tertutup maka percumalah niat baiknya pemerintah,
Kalau sinergi ini bisa terjadi antara semua pihak sehingga tidak akan ada lagi oknum oknum yang bisa memecah belah antara masyarakat dan pemerintah. Ada nanti misalkan oknum yang notabenenya memback up satu kelompok masyarakat sehingga mengadakan keributan lalu ujungnya gelar demonstrasi yang hanya mementingkan kelompok sendiri
Entah mereka akan menyalahkan pemerintah padahal dibalik itu tendensius untuk kepentingan kelompok mereka sendiri begitu juga dengan pemerintah
Ketika ini dia bersinergi dengan masyarakat tidak akan ada lagi adu domba, saling provokasi, masyarakat dengan perusahaan, pemerintah dengan perusahaan serta lainnya dan sebaliknya yang mana hal semacam itu akan berkurang bahkan hilang sama sekali.
Sehingga terwujudlah baldlotun toyyibatun warobbun gofuur dimana masyarakat nya itu mendapatkan kesempatan kerja mendapatkan dampak pembangunan di negerinya sendiri.,” pungkasnya.(jejakntb/Red) Bersambung…




















