JejakNTB, SUMBAWA | Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi NTB laksanakan Pembukaan Konfrensi Kerja III tingkat Provinsi NTB pada Jum’at malam 15/7/2022 di Sumbawa Grand Hotel
Hadir Bupati Sumbawa Drs. H.Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa di wakili Ketua Bapemperda Ahmadul Kusasih SH, bersama Forkompinda Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Muhammad Iksan Safitri dan yang istimewa pula insan bagi PGRI adalah kehadiran Sekretaris Jenderal PB PGRI Drs.H.M.Ali Arahim M.Pd bersama dengan Ketua PGRI NTB Yusuf Zaini SPd bersama jajaran Pengurus PGRI Provinsi NTB dan Pengurus PGRI Kabupaten se Provinsi NTB.
Disaat pra acara para tamu dimanjakan dengan penampilan Tari Nguri dari Sanggar Seni Tenri Balomo SMP N 2 Sumbawa Besar yang dibawakan oleh 5 orang. Dengannya para Tamu diberikan tanda penghormatan Sapu yang kemudian di serahkan dan dipasang di kepala Tamu Yang hadir dari Jajaran Pengurus PB PGRI dan PGRI Provinsi NTB dan Bupati Sumbawa.
Selepasnya dilantunkan ayat Suci Alquran oleh Ustad Syahri SPd. I, Juara I Putra pada lomba Guru Samawa bertilawah tahun 2022 dan Doa oleh Ustadz Drs H.Muhammad Nur M.Pd.
Doa yang dipanjatkan Ustadz Nur merasuk ke dalam hati peserta dan tersampaikan ke atas langit. Awak media ini mencatat untaian Doa indah dan agung para Guru yakni
“Kami bersyukur Engkau takdirkan Kami masuk ke dalam golongan pencari ilmu, pengamal ilmu sekaligus penyebar ilmu, kami bersyukur karena jika pun telah wafat masih ada harapan mendapatkan aliran pahala dari ilmu bermanfaat yang pernah kami ajarkan Ya Allah. Panjat Ustadz Nur diikuti Amin oleh seluruh peserta.
Kemudian lanjutnya, pada hari ini kami para guru yang tergabung dalam PGRI bersepakat berikhtiar untuk meningkatkan kapasitas para organisasi dan seluruh anggota melalui konferensi kerja provinsi Nusa Tenggara Barat demi masa depan Indonesia yang lebih baik, demi kesejahteraan dan kejayaan Negeri Sumbawa yang gemilang dan berkeadaban
Sungguh kami sadar perjuangan tidak mudah dan penuh tantangan karenanya ya Allah sukseskanlah ikhtiar kami, cerdaskan pikiran kami berkahilah langkah kami, bantu kami untuk dapat menentukan pilihan terbaik dalam setiap masalah yang harus kami hadapi. Ucap Ustadz Nur yang juga Pengurus Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa ini.
“Ya Allah banyak juga yang harus dikerjakan, perhatian tanggung jawab yang harus ditunaikan menyebabkan begitu banyak doa yang harus dimohonkan. kabulkanlah semuanya ke Allah. Ya Allah ampunilah kami, ampuni orang tua kami, ampuni guru-guru kami, Ampuni para pemimpin Kami. Aamiin Tutupnya.
Acara semakin meriah dengan penampilan Kompak dan merdu Paduan Suara PGRI Kabupaten Sumbawa menyanyanyikan lagu Indonesian Raya, Mars PGRI dan Hymne PGRI.
Atas penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua PGRI Provinsi NTB Yusuf Zaini SPd dan Sekjen PB PGRI Drs. H M Ali Arahim MPd masing masing dalam pembukaan Sambutannya.
Ketua Panitia Konfrensi Kerja III Provinsi NTB Drs. H Ahmad Yani MT dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh Tamu yang hadir, dan telah mempersiapkan segala tugas dari PGRI Provinsi NTB untuk kesuksesan Konfrensi Kerja dan berharap para tamu dapat menikmati keindahan dan keramahan serta kuliner yang ada di Kabupaten Sumbawa.
“Selamat datang di Sumbawa Tana intan Bulaeng, yang diterjemahkan oleh Bupati Sumbawa dengan Gemilang yang berkeadaban. Gemilang Berkeadaban dari segi pendidikan berarti memperbaiki Dunia akhirat secara seimbang dan juga sesuai moto samawa, samawa Sabalong Samalewa ” Ucap Yani
Kemudian lanjutnya, kami telah berusaha semaksimal mungkin, setelah tugas ini diberikan oleh PGRI Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk melaksanakan kegiatan yang ternyata sungguh luar biasa manfaatnya, setidaknya untuk menampung semua tamu luar dan dalam Daerah harus membutuhkan tidak kurang dari 100 kamar di sebuah kota yang seperti ini, ternyata kami harus memboking sampai 4 hotel luar biasa sungguh” Ungkapnya.
Kami bahagia sekali dan kami akan berusaha melayani ibu dan bapak semuanya di sini dan saya mohon maaf apabila ada kekurangan, sehingga bisa membawa Kenangan manis selama di Sumbawa. Tutup Yani.
Kemudian sambutan ketua PGRI Provinsi NTB Yusuf Zaini SPd menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kabupaten Sumbawa unag telah menyiapkan acara dengan meriah.
“Terima kasih kami sampaikan kepada ketua panitia sekaligus ketua PGRI kabupaten Sumbawa Bapak Drs H Ahmad Yani MT. Dengan Sambutan yang sangat meriah. ” Sapanya.
konferensi PGRI Provinsi III ini merupakan forum untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan tahun 2021 dan sebagai refleksi atau untuk melakukan apa yang akan dikerjakan pada Tahun 2022, Jadi Apa yang akan kita kerjakan pada tahun ini kita diskusikan, kita musyawarahkan sehingga apa yang akan dihasilkan nantinya merupakan rekomendasi baik di kabupaten kota masing-masing maupun di tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat. Jelasnya
Masih kata Yusuf, sesuai dengan tema bangkit guruku, maju negeriku, Indonesia tumbuh, Indonesia tangguh dalam mewujudkan NTB gemilang, kita sudah mengalami fase pandemi selama dua setengah tahun, saya mengharapkan sebagai pengurus PGRI Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam rangka membangun kualitas pendidikan kita di kabupaten kita masing-masing PGRI. Urainya
“Saya berharap juga PGRI dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kapasitas guru, kepala sekolah dan pengawas sehingga kita akan memperbanyak program-program yang relevan dengan tujuan tersebut” Tutupnya.
Selanjutnya, para peserta Konfrensi mendapatkan arahan dan motivasi dari Sekjen PB PGRI drs. H M Ali A Rahim MPd.
“Terima Kasih kepada seluruh pengurus yang telah Istiqomah mewujudkan kecintaannya terhadap organisasi. Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Provinsi kelima yang telah melakukan Konfrensi Kerja III di Indonesia, artinya bahwa komitmen dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tetap dilaksanakan, untuk itu kepada peserta Konfrensi kerja ketiga provinsi, saya harapkan segera mengambil rancangan peraturan tata tertib untuk melaksanakan konferensi kerja di kabupaten /kota masing-masing.
Sekjen PB PGRI juga menjelaskan kondisi Guru saat ini di Indonesia
“Posisi guru pada saat ini, jumlah guru negeri dan non pegawai Negeri sebanyak 2. 548.321 Orang. dari jumlah tersebut hanya 48% yang menjadi PNS, sedangkan 52% nya adalah non PNS. Kemudian lanjutnya, sebanyak 1,3 juta guru yang mengajar di sekolah negeri dengan status sebagai berikut pertama ada guru yang mendapat pengakuan dari gubernur / Bupati dan walikota yang kedua ada guru yang pengakuan dari kepala dinas yang ketiga ada guru pengakuan oleh Kepala Sekolah yang keempat ada guru yang tidak ada pengakuan sama sekali oleh semuanya instansi, tapi jangan lupa bahwa guru negeri dan non PNS mempunyai peranan yang sama dalam rangka memajukan dunia pendidikan di negeri ini” Bebernya
Masih kata Ali Rahim. Terkait dengan kondisi pendidikan kita, guru P3K ini adalah kebutuhan seluruh Pemerintah kabupaten kota Provinsi se-indonesia. Guru yang ada tinggal 1,2 juta orang. Pada tahun 2019 yang pensiun sebanyak 77.142 orang, pada tahun 2020 yang pensiun sebanyak 83.228 orang dan pada tahun 2021 kemarin 84.555. orang. Dan yang pensiun 2022 ini juga mencapai 77.532 artinya dalam waktu 4 tahun ini mencapai 378.000 lebih sedikit yang pensiun, sementara pemerintah mengangkat guru kita ini setengah Hati” Ungkapnya
Sementara pada penetapan P3K kemarin pada tanggal 4 Agustus 2021 yang lulus hanya 60.000 orang se-indonesia. Meskipun demikian kita dengan aliansi pendidikan nasional yang tergabung dengan Muhammadiyah dan NU, serta Taman Siswa. PGRI kita mendatangi Pemerintah Pusat saya ucapkan agar jumlah Guru yang diterima dapat ditingkatkan dan Alhamdulillah meningkat menjadi 172.229 orang. Cetus Aku diikuti Aplause meriah peserta Konfrensi
Semangat kita terus kita pertahankan untuk berjuang sehingga pada 28 Oktober 2023 nanti tidak ada lagi guru non PNS yang ada di sekolah. Semuanya diangkat menjadi PPPK. Aamiin .jawab seluruh peserta Konfrensi
Sekjen PB PGRI juga menyinggung kurikulum merdeka yang saat ini diterapkan, menurutnya sosialisasi kurikulum ini harus terlebih dahulu dilakukan sehingga tidak terkesan aneh.
Pemerintah saat ini memilih kurikulum merdeka, Dimana sebelumnya ada kurikulum 2013.
Kata merdeka dalam kamus bahasa Indonesia berarti pernyataan bebas apanya yang Bebas? Tandas Ali,
Hal ini telah kami sampaikan dalam pertemuan Profesor Indonesia. Dan minta pendapat Kami. Saya katakan
76 tahun negara Indonesia ini mencapai kemerdekaannya belum tahu arah dunia pendidikan ini dibawa Ke mana ? kurikulum setiap saat berubah, didalam kurikulum Merdeka katanya disuruh pilih lagi dan itu belum disosialisasikanb dan ini aneh Ujarnya.
Ada 283.000 sekolah di Indonesia ini tetapi yang dilatih guru penggerak itu baru 27.000 dari 2,6 juta guru di Indonesia ini Masya Allah tentunya ini akan membuat bingung para Kepala Dinas Pendidikan” Ungkapnya.
“Yang paling utama jaga hati, jangan menyakiti hati orang lain dan jagalah perasaan itu sendiri” pungkasnya.
Di penghujung pembukaan Konfrensi Kerja III. Bupati Sumbawa Drs. H Mahmud Abdullah membuka secara resmi.
Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh Guru dalam mensukseskan event MXGP Samota Sumbawa melalui gotong royong.
Terimakasih atas Gotong royong yang telah dilaksanakan, inilah kontribusi nyata dan sebenarnya sebagai Warga Sumbawa dan berkat Gotong Royong kita Alhamdulillah Para Tamu, Crosser sangat menghargai dan memuji kondisi dari Sumbawa.
Kita akan ditunjuk sebagai tuan rumah selama 5 tahun dan menjadi kebanggaan bagi kita artinya bahwa kita akan ramai lagi termasuk kegiatan PGRI malam ini juga. Tentu akan membawa dampak positif bagi Sumbawa baik UMKM dan hotelnya, Kamu berharap pada hari Minggu nanti dapat bersama sama menonton di sirkuit Samota menyaksikan Cross Country Cirkuit Samota yang dihadir pembalap Nasional dan Internasional dalam menjajal kembali Sirkuit tersebut. Ucap H.Mo.
Sehubungan dengan keberadaan guru H Mo mengakui pemerintah daerah belum banyak memberikan kontribusi terhadap guru-guru.
“Kita akui itu karena untuk kemampuan belum ada, kami terus terang belum maksimal kami penuhi kebutuhan guru ” Tandasnya
Kemudian lanjutnya, Terkait dengan P3K sangat kami butuhkan karena Pemda belum mampu membiayai, lebih-lebih dengan adanya refocussing kemarin akibat pandemi, banyak sekali dana kita yang dipotong dari pusat. Namun syukur alhamdulillah akan ada tahap ketiga rekruitmen PPPK.
“Yang ini kita syukuri dulu ya ketimbang tidak ada” Harap H Mo.
Bupati Sumbawa dikesempatan itu juga mengapresiasi dedikasi para guru, “Terima Kasih kepada
Bapak Ibu Guru dan Pengurus PGRI yang sudah ikhlas mengajar dan malam ini hadir meramaikan kota Sumbawa , semoga tahun Depan dapat menyelenggarakan event yang serupa di sini, Dan Acara Konfrensi Kerja III Provinsi NTB dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan resmi Dibuka ” Pungkasnya. (Ruf/Tien)




















