Di Duga ketahuan Menilep PIP Pesdiknya, akhirnya Oknum Kepsek terancam di Polisikan

Oleh       | RED jjntb004

Editor    | Nukman

 

JEJAK.COM,-Praktik Mal Administrasi kembali terjadi di wilayah Lombok Tengah, kali ini soal penilepan dana PIP yang dilakukan Kepala Sekolah Yayasan sebuah Madrasah disana _ Kamis 18/11/2021 penyunatan dana PIP milik siswa siswi SMk Al Absor panti jago Praya berbuntut panjang, karena ada wali yang tidak terima hak anak nya di sunat oleh oknum kepala sekolah SMK Al Absor dkk panti jago Praya

Oknum kepsek di cerca dengan beberapa pertanyaan oleh awak media dan di hadapan semua peserta yang hadir di aula sekolah tersebut,diantara pertanyaan yang di ajukan oleh awak media adalah
Apa alasan kepsek dan bendahara memotong atau menyunat uang PIP tersebut

Jawab kepsek kami tidak memotong namun kami simpan di bendahara, begitu bendahara di tanya sama Awak media apakah benar uang PIP milik siswa siswi ibu bendahara simpan jawban ia

Lebih jauh lagi awak media mempertanyakan tentang dana PIP kepada ibu bendahara atas nama Tina sapaan akrab nya siapakah yang menyuruh atau yang memerintah kan untuk melakukan pemotongan uang PIP tersebut

Dengan sedikit nada tersendat sendat Tina menjawab saya di perintah sama Pak kepala sekolah jelasnya
adapun alokasi uang PIP yang kami potong ujar Tina,adalah untuk bayar baju, untuk bayar semester, untuk bayar sampul Raport dan masih banyak lagi penggunaan lainnya terang Tina

Sementara itu kepsek atas nama H.Kamsun.SH.M.Pd., mengakui kesalahannya yang telah memotong uang PIP dihadapan KCD, Kepala Cabang Dinas pendidikan SMK/SMA Loteng, dan di hadapan para wali murid juga murid yang menunggu pengembalian uang nya

Dan Kamsun berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan perbuatan yang telah dilakukan nya bahkan berkali-kali meminta maaf kepada wali murid juga ke peserta yang hadir khususnya KCD Lombok tengah bersama rombongan

Terpisah dari peristiwa di atas pak KCD, saat di konfirmasi tentang ulah atau tingkah bahkan sikap Kamsun yang telah meredupkan lampu pendidikan di Lombok Tengah,atau patut duga dengan sengaja melakukan pungutan atau pemotongan PIP bersama bendahara dan oknum lainnya

Dengan tegas KCD menyatakan kami akan melakukan berbagai Koordinasi bersama Ketua Yayasan Al Absor,untuk mencari waktu yang tepat kapan oknum kepsek kita berhentikan,  pungkasnya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top