JEJAKNTB.COM | Terkait haccking yang diduga mengakibatkan Bank NTB Syariah mengalami kerugian ratusan miliar, salah satu nasabah asal Mataram sangat kecewa dan berencana menarik tabungannya bahkan akan memberitahukan informasi tersebut pada seluruh rekan , sahabat, handai taulan serta lainnya bahwa menabung di bank NTB saat ini sedang dalam keadaan tidak baik.
Lebih detail lagi nasabah yang enggan dikorankan namanya ini mengungkapkan bahwa pada hari Senin (14/4) Bank NTB Syariah tidak bisa melakukan aktifitas transfer terutama ke sesama linknya bahkan ke semua bank lain.
” Bank NTB Syariah tidak bisa transfer, gak tau kalo tarik tunai,” ujarnya.
Lebih lagi, ia juga bercerita bahwa ada warga dari Lombok Barat juga saat melakukan tarik tunai tidak bisa kemarin.
” Kemarin ada warga Lobar saat tarik tunai tidak bisa, apakah uang di ATM masih utuh, habis, atau bagaimana wallaahuallam kita tidak pernah tahu, dan bisa saja hal diluar dugaan terjadi,” ujar sumber media ini.
Selain nasabah di Lombok Barat , Mataram dan Lombok Tengah juga terjadi di Lombok Utara, Lombok Timur, KSB, Sumbawa dan Bima serta Dompu.
Di Lombok Timur dialami Sarimin (35) , seorang guru PNS di sebuah sekolah di Lotim dia barusan masuk gajinya dan hendak mengirim buat anaknya di Yogyakarta namun apa hendak dikata gaji sebanyak Rp 5.230.000,- tidak bisa dikirimkan ke rekening anaknya yang menggunakan ATM bank lain yakni mandiri.
Begitu juga dengan di Sumbawa Barat (KSB) kejadian nya hampir sama.
” Saya terbiasa menerima kiriman dari saudara melalui m-banking Bank NTB Syariah namun kini sudah beberapa hari error mudahan uang kita selamat,” katanya.
Sedangkan di Sumbawa, Dian Anggraini (30) warga Jalan Pramuka Kel. Brang Biji mengaku kesulitan mengakses layanan bank plat merah tersebut.
” Saya punya mobile banking yang selalu saya pakai untuk berjualan pulsa dan sebagainya agar mempermudah melayani konsumen dan pelanggan tentu saja saya isi fulled saldo tetapi sejak tanggal 11 April susah sekali bahkan sama sekali error,” ungkapnya
Dian berusaha ke Kantor Bank terdekat untuk menanyakan kejadian tersebut namun sangat mengecewakan jawaban petugas.” Tak satupun pejabat maupun pegawai yang bisa memberikan solusi melainkan hanya menjawab sabar mbak server provider nya lagi gangguan, itu aja kalimat yang terdengar saat saya kesana,” imbuh Dian.
Di Dompu, Bima dan Kota mengeluhkan hal yang sama tetapi mereka rata rata guru. Mereka khawatir Tunjangan profesi berupa Sertifikasi triwulan ini di tahun 2025 tidak bisa mereka tarik .” Jika betul bank ntb syariah ini tengah bermasalah saya bersama rekan rekan guru dan pegawai akan segera ke dinas dan kantor untuk segera memindahkan rekening agar aman dan tidak merugikan,” urainya.
Wajar memang menimbulkan kekhawatiran di kalangan ASN mengingat Bank NTB Syariah merupakan bank pemerintah dan milik Pemprov NTB yang mana gaji semua pegawai dan staf serta guru seluruh PNS diterima dan dicairkan di bank NTB Syariah termasuk beberapa tunjangan profesi maupun struktural dan fungsional yang menyertainya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Bank NTB Syariah mengganti folder tanpa seijin OJK dan BI yang mengakibatkan terkena haccking dan mengalami kerugian ratusan miliar.
Pengamat Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam (UIN) Mataram Safroni meminta OJK dan BI tindak tegas.
” Mohon ditindak tegas atas kejadian ini terutama pihak-pihak di Bank NTB Syariah yang diduga secara sengaja melakukan itu sehingga terkena musibah ini,” pintanya.
Senada dengan Safroni, Prof. Zainal Asikin, S.H., S.U., selaku Guru Besar Universitas Mataram ( Unram ) juga mengatakan bahwa kejadian ini bisa masuk ranah pidana.
” Iya, ini termasuk tindakan pidana dan masuk dalam ranah kejahatan perbankan, semua pihak jangan diam ini serius dan wajib kita atensi bersama” pungkasnya.(*)




















