Kasus PMK di Nusa Tenggara Barat Cukup Terkendali

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkeswan NTB, drh. Muslih (Foto/ist)

 

 

JejakNTB.com | Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Nusa Tenggara Barat cukup terkendali, Penyakit PMK yang menyerang Sapi Kerbau menjadi momok bagi para peternak di Bumi Gora. Namun kekhawatiran tersebut janganlah berlebihan dan menjadikan kita phobia mengingat Disnakkeswan Provinsi NTB telah menyiapkan sejumlah obat dan vaksin sehingga keadaan PMK di daerah masih dalam keadaan normal dan biasa biasa saja.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Kabid Kesehatan Hewan saat ditemui media di ruang kerjanya, Jumat (04/11/2022) drh. Muslih mengatakan, hingga detik ini terdata ada 112254 ekor hewan ternak diduga mengalami PMK. Dari jumlah itu, berdasarkan data Integrasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional ( ISIKHNAS ) kasus PMK di NTB sebanyak 112.254 ekor, yang sembuh 105.572 ekor, dalam taraf pengobatan sebanyak 6.199 ekor.
“ Tingkat kematian dari kasus tersebut 223 ekor sampai hari ini dan 260 ekor potong bersyarat dalam komteks PMK Untuk yang mati dan potong bersyarat telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan sosial ( Bansos ) sebanyak 189 ekor dari pemerintah pusat.” tuturnya.
Muslih menyebut, penanganan PMK di Nusa Tenggara Barat sangat serius dilakukan. Ketika ada laporan dugaan PMK dinas setempat akan segera melakukan isolasi ternak. Hal itu kemudian diikuti dengan pengobatan medis.
Untuk diketahui berdasarkan tabel data integrasi sistem informasi kesehatan hewan nasional( ISIKHNAS) vaksin yang didroping ke Disnakkeswan NTB dari pusat sebanyak 1.178.525 dan telah didistribusikan secara massive di 10 Kabupaten/Kota Se NTB serta sisanya sekitar 821.475 akan segera menyusul di pertengahan bulan ini (november 2022).
Selain itu, pengobatan terhadap ternak bisa dilakukan dengan menggenjot daya tahan tubuh. Lazimnya, para peternak atau pedagang memberikan tambahan jamu kepada ternak.
Selain itu, ia mengajak para pemilik ternak sapi, kerbau, termasuk kambing, domba dan babi memperhatikan kebersihan kandang. Ia juga meminta agar pemberian pakan tambahan seperti konsentrat dilakukan dan jangan disepelekan.
“Pemberian obat-obatan, membersihkan kandang dan pemberian empon-empon  serta complete feed serta pakan berkualitas, dapat mempercepat kesembuhan ternak. Dalam kurun 14 hari atau seminggu bisa sembuh,” paparnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak para peternak untuk tidak panic selling. Selain itu, Muslih juga meminta para peternak memperhatikan betul kondisi hewan ternaknya secara seksama.
Masih Muslih, adapun populasi yang akan divaksin khusus di Nusa Tenggara Barat lebih all out pada Sapi dan Kerbau, adapun rinciannya Sapi se NTB sejumlah 1.320.552 ekor yang tersebar di 10 Kabupaten Kota, dan Kerbau 120.110 ekor dengan total populasi 1.440.662 ekor.
Bilamana terjadi demam, ada luka di sekitar mulut dan tracak (sela kuku) pada hewan ternak, Disnakkeswan NTB meminta peternak segera memisahkan ternaknya. Itu dilakukan agar, tidak menulari hewan lain yang berada di satu kandang.
Selain itu menurutnya pemerintah selain menyiapkan dan menyediakan obat obatan dan vaksin buat PMK dalam skala besar dan massive juga telah menyiapkan pos pengaduan penanganan PMK secara integratif dan holistik melalui hunting atau layanan terpadu online di hotline number 0811396077.
“Bila terjadi tanda-tanda, segera lapor pada dinas atau petugas kesehatan hewan terdekat, termasuk menghubungi hotline yang telah dibuka untuk publik di saluran pengaduan 0811396077” pungkas.
(RED)
Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top