Kapolda NTB adakan Rapat Koordinasi menuju event Internasional MXGP Samota

SUMBAWA, JejakNTB.com |Bupati dan Kapolda NTB didampingi ketua DPRD Sumbawa hadiri Rakor pagi ini berlokasi di aula Kantor Bupati Sumbawa, bersama Kepala dinas perhubungan sumbawa, kadis, kepolisian dan dipimpin langsung Panitia pelaksana MXGP Samota sumbawa, (25/5).

Rapat Koordinasi ini membahas lebih lanjut terkait persiapan lokasi dan side event MXGP juni mendatang. Dalam materinya, panitia pelaksana memaparkan sektor pendukung kelancaran event bergengsi tersebut.

“Perusahaan pendukung ada dari Samota Enduro Gemilang (SEG) sebagai komite penyelenggara event MXGP, Sport Talent Indonesia(STI) sebagai pelopor nasional berlisensi untuk penyelenggaraan kegiatan MXGP, Samota Enduro Gemilang(SEG) yang bekerja sama dengan PT. Rocket Motor Indonesia sebagai official event organizer yang akan membantu penyelenggaraan dan kelancaran event mxgp nantinya”.

Panitia menambahkan “Utamanya, sirkuit telah berproses 30 persen dan akan terus di kebut pengerjaannya dengan target rampung satu minggu sebelum event MXGP yang akan dihelat 24-26 juni. Sementara perlatan untuk persiapan Medical Centre sendiri telah lengkap dan menunggu instruksi pembangunan besamaan dengan side event disamping pembangunan infrastruktur dan pembangunan trek utama MXGP” jelasnya.

Selanjutnya pada akomodasi peserta maupun pengunjung sedang di persiapkan akomodasi tambahan berupa hotel apung dari KRI Makassar yang telah bergerak dari lombok menuju pelabuhan Badas untuk mengantisipasi hotel dan penginapan yang penuh di tengah kota Sumbawa

Selanjutnya, kepala dinas perhubungan Sumbawa Drs. Abdul Aziz dalam penjelasan singkatnya memaparkan terkait titik HUB atau titik penjemputan penonton ke area sirkuit terbagi menjadi lima tempat tersebar di sekitar kota Sumbawa. Kelima tempat tersebut adalah HUB 1 berlokasi di Pelabuhan Badas, HUB 2 di Terminal Sumer Payung, HUB 3 di GOR Mampis Rungan, HUB 4 di PKB Dishub Sumbawa dan HUB 5 di Taman Kerato.

 

Dalam rakor ini juga Kapolda NTB Mohammad Iqbal menambahkan terkait transparansi pihak penyelenggara kepada pemerintah daerah dan kepolisian yang belum begitu tersalut maksimal terhadap event internasional ini, dengan hanya menyisakan waktu satu bulan dan dengan banyaknya hal yang perlu di selesaikan sebelum para peserta dan official dari berbagai negara tiba di sumbawa.

Beliau juga mengutip perihal stand penjualan tiket offline baik yang belokasi di pulau lombok dan sumbawa sekiranya ditambah 2 hari dari rencana awal yang hanya 3 hari menjadi total 5 hari, hal ini dimaksud untuk menghindari banyaknya antrian masyarakat yang ingin menyaksikan event internasional bergengsi ini di samota.[Tien]

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top