Kantor Bupati Bima dikepung Ribuan Demonstran, Tuntut Stabilkan Harga Produksi Petani

Oleh    | RED jjntb008

Editor | Elshabir

 

JEJAK.COM,-Ribuan Petani Kecamatan Belo dan Kecamatan lain disekitarnya di Kabupaten Bima mengepung  Kantor Bupati Bima kamis, 18 september 2021 sekitar pukul 11.30 hingga selesai.

Mereka menuntut pemerintah berpihak pada kaum tani dan mengarusutamakan nasib serta kepentingannya

Dalam gemuruh aksinya, massa meminta Bupati, untuk segera menstabilkan harga bawang merah saat ini dan bertanggungjawab sepenuhnya atas anjloknya harga tsb yang tidak sesuai dengan melonjaknya harga pupuk, obat-obatan serta lainnya.

Harga Bawang Merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini alami penurunan drastis dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 5.000/kg. Akibatnya petani meeugi dan meminta kepada pemerintah setempat untuk menstabilkan harga.

Petani bawang menganggap, harga bawang merah saat ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan, sehingga mencekik petani.

 

Salah satu orator massa aksi Karaeng mengatakan, kehadiran Petani Bawang di Kantor Bupati saat ini, menuntut Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat agar memperhatikan nasib petani diwilayah Bima bukan malah membiarkan keadaan seperti ini berlarut larut.

” Petani bawang merah meminta perhatian Pemerintah Daerah, Provinsi dan terutama Pemerintah Pusat, agar perhatikan harga bawang merah yang anjlok, makanya kami hadir untuk menuntut,” terangnya.

Permintaan untuk menstabilkan harga pun dilakukan dan aksi tersebut digelar mahasiswa, dan masyarakat petani di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemkab) Bima, kamis (18/11/21).

Sesuai regulasi, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan acuan harga bawang merah, harga bawang memiliki spesifikasi. Mengacu pada Permendag ini, harusnya Pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah petani.

Menanggapi ribuan demonstran Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti SE pun turut menanggapi dan menghadap kepada para demonstran,

Bupati Bima, Hi Indah Dhamayanti Putri, SE,  menemui massa petani bawang merah yang menduduki kantor Bupati Bima sejak Kamis siang 18 November 2021.

Bupati yang dikenal sabar menghadapi warganya ini menyampaikan rasa empatinya atas harga bawang merah yang turun drastis mencapai Rp.5.000 per kilogram.

“Kondisi ini merupakan hal yang tidak kita inginkan bersama, disisi lain belum adanya pengumpul yang mau membeli bawang merah dan itu menjadi masalah yang dihadapi saat ini,namun dalam waktu dekat saya akan bersurat kepada Menteri terkait soal anjloknya harga bawang merah ini, bahkan saya bersedia datang langsung menemui Menteri Pertanian untuk memperjuangkan nasib para petani,” papar Bupati dihadapan para demonstran.

Bupati  juga mengatakan bahwa Pemkab Bima tidak tinggal diam. Pihaknya melalui Dinas Pertanian terus memantau kondisi petani.

” Dalam kurun dua minggu terakhir Kami terus memantau pergerakan harga bawang merah, faktor-faktor penyebab anjloknya harga, bahkan kami tengah berkoordinasi, baik dengan Kementrian, anggota DPR RI, pihak swasta maupun Bulog agar bisa menampung bawang merah ini, ” ujarnya.

Bupati pun  menjelaskan bahwa Pemkab Bima tidak hanya berusaha dengan cara berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Tetapi juga mencari jalan inovasi lain seperti dengan cara menyimpan bawang merah yang sudah dikeringkan menggunakan Solar Dryer Dome sehingga bisa awet sampai berbulan-bulan, atau bahkan mengolah bawang merah menjadi bahan pangan lainnya yang bernilai ekspor.

“Tidak ada kedukaan yang lebih mendalam bagi sosok pemimpin dan pemerintah ketika melihat penderitaan rakyat. Tetapi hal ini harus dicarikan solusi terbaik, sehingga kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan solusi yang berpihak pada kebaikan bersama,” tambahnya.

Namun penjelasan Bupati tidak membuat para pengunjuk rasa langsung menerimanya, mereka tetap bersikukuh dengan pendiriannya,

“Harga bawang sekarang, tidak sebanding dengan harga produksi. Maka harga pupuk, obat obatan naik. Kasihan petani, merintih sekarang,” serunya dalam orasinya menanggapi Bupati.

Tidak puas dengan penjelasan Bupati, seorang massa aksi pun sempat melempar kaca jendela kantor Bupati saat berorasi sehingga mengakibatkan sejumlah kaca kantor Pemkab yang baru dibangun rusak,

Akhirnya polisi mengeluarkan tembakan gas air mata ke atas, juga sempat untuk memecah kerumunan massa aksi.

Ia mengaku, dengan harga bawang merah saat ini, belum ada kebijakan serius yang dilakukan oleh pemerintah, bahkan kata dia, harga bawang jauh dari harapan petani.

“Jangankan mendapatkan untung, kembali modal saja jauh dari harapan kami saat ini,” terang pendemo.

Pantauan media, sejumlah fasilitas di kantor Pemkab Bima terlihat rusak akibat dikepung massa aksi yang masuk dan menyerbu Kantor Bupati Bima siang hingga menjelang sore,

Hingga berita ini dinaikkan keadaan kembali aman dan kondusif setelah sejumlah aparat keamanan mengambil alih pengamanan Kantor Pemkab Bima sesuai protap dan mekanisme Polri.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top