Kadisdikbudpora Kab. Bima ‘Buta Huruf’ Menerjemahkan Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2019

Nampak anak anak kelelahan usai naik mobil pick up dari Bima ke Lombok bahkan ada yang jatuh sakit gara gara tidak teratur makan.

 

JejakNTB.com | Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima dibawah kendali Zunaidin dan Kabid Olahraga Nurdin benar benar tidak punya hati, Turnamen Sepak Bola U10 dan U12 BAPOPSI NTB CUP 2022 yang digelar sejak tanggal 11 s/d 17 Desember 2022 Dalam Rangka Gebyar Olahraga HUT NTB Ke-64 memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Nusa Tenggara Barat diacuhkan BAPOPSI Kabupaten Bima.

Padahal amanat Inpres nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan Indonesia sudah sangat jelas dan menuntut semua satker maupun OPD termasuk Dinas Dikbudpora se Kabupaten Kota berpihak menjalankan regulasi dan amanat kebijakan publik tersebut.

Sementara acara Indosiar DA Academy yang menampilkan Eby Bima sebaliknya Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah, para kepala kepala dinas se Kabupaten Bima bahkan sejumlah ASN ramai ke Jakarta bahkan menggunakan anggaran daerah dengan cara SPPD.

” Sebenarnya kita,  sudah punya nama dan pernah juara 1 di Kompetisi Anak Se Pulau Sumbawa dan diundang ke Mataram untuk KU 10 BAPOPSI dalam rangka HUT Provinsi NTB ke 64 namun tidak pernah dibantu Kadis hingga Kasi Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima sedikitkan,” kata Humas SSB Nukman.

Masih Nukman, anak anak KU 10  SSB PERSID saking semangatnya untuk bermain bola di Mataram sampai menenteng kardus meminta minta kayak pengemis dan naik pick up hanya untuk bertanding tujuan menuju Pulau Seribu Masjid tengah malam saking semangatnya anak anak ingin mengharumkan nama baik daerahnya namun pemangku kepentingan di daerah tidak punya itikad baik.

Hal tersebut terbukti dari penelusuran media saat rencana berangkat ke lombok guna mencari bantuan untuk satu club keikutsertaan PERSID yang kebetulan punya nama saat menjuarai Kompetisi Anak di Sumbawa Barat dengan menyisihkan lima tim anak anak U10 di KSB.

” Orang tua para pemain KU10 yang seharusnya ada anggarannya di Bagian Kepemudaan dan Olahraga rela berhutang hanya untuk mengikuti turnamen demi harumnya Kabupaten Bima, sementara mereka yang ditugasi sebagai abdi melayani tidak bergeming meski didatangi dikantornya,” sambung Nukman.

Pendapat Humas tersebut dikuatkan Salah satu Anggota DPRD dari Partai Gerindra Dapil II Bolo Madapangga Ruslan, menurut anggota DPR dua periode itu bahwa saat ini anggaran telah diketok oleh dewan senilai 400 miliar yang diarahkan ke Dikbudpora Kabupaten Bima.

” kalian (Pengurus Kegiatan.RED) tidak harus mengemis seperti itu, sebab kami sudah menyetujui anggaran daerah sebesar 400 miliar untuk kegiatan Dikbudpora. Dengan anggaran sebesar itu termasuk ada pos pos tersendiri dalam hal ini termasuk kegiatan turnamen bola usia dini baik KU10 maupun KU12,” kata Ruslan saat ditemui media sehari sebelum bertolak ke Mataram.

Masih Ruslan, Singa Parlemen dari Gerindra yang juga mantan Guru ini melihat bahwa cara Dinas sangat tidak tepat dan telah membohongi rakyatnya.

” Kami menunggu laporan dari grassroot terkait tidak jalannya kebijakan yang kami putuskan, jika benar BAPOPSI Bima tidak mendanai kegiatan yang menjadi perihal adik adik SSB Persid maka saya akan memanggil pemangkunya , mengapa dan ada apa sementara uang sudah disetujui dan diketuk palunya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi bahwa anggaran daerah untuk mendanai semua kegiatan dibawah Dikbudpora sebenarnya ada dan sudah dianggarkan di alokasikan hanya saja realitasnya tidak pernah dilakukan oleh Zunaidin dan kawan kawannya.

” Anak anak KU10 ini bayangkan pakai pick up menuju mataram hanya untuk bermain mengharumkan nama baik Kanupatem Bima di tingkat regional,” tambah nukman

Ketua Forum Peduli Pengembangan Bakat Minat Madapangga Muhammad Iqra melihat ada kejanggalan yang dilakukan Dikbudpora dengan kegiatan anak anak usia 10 hingga 12 dalam mengaktualisasikan bakat minatnya.

” Sangat buta huruf memang cara Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima yang tidak mau membiayai dan enggan berkontribusi atas tekad dan semangat peserta didik yang telah berusia 10 hingga 12 khususnya pada SSB yang ada padahal amanat Presiden meniscayakan untuk itu,” pungkasnya. (Nkm)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top