Jelang WSBK 2 Hari Lagi, Sejumlah Warga Dusun Ujung Mandalika Tagih Janji ITDC dan Pemerintah

JejakNTB.com | Menjelang WSBK yang akan digelar dua hari lagi sejumlah warga kembali menggelar somasi, kali ini Warga sudah bosan dengan janji janji manis pihak ITDC akan di selesaikan pembayaran setelah event WSBK dan GP 2021 tapi ternyata bohong semua, Warga sudah tidak mau berdebat dan rapat di forum lagi

” Kami minta pembayaran tanah itu saja, karena pihak itdc dengan pemerintah provinsi akan membayarnya, tetapi buktinya mana janji-janji itu, apa Gunanya pembentukan SATGAS tersebut dan SATGAS itu dibentuk untuk penyelesaian lahan dan diketuai oleh Kasbangpoldagri provinsi ntb, tapi kenyataannya semua pembohong, ITDC maupun SATGAS yang di bentuk pemerintah itu warga hanyak mendengar untuk kesegaran, tapi kenyataan kami masyarakat pongos, ujung dan Bunut, pihak ITDC bohong dan hanyak janji-janji palsu saja, Dusun pongos ada 77 areal tanah L.sukri belum di bayar oleh pihak ITDC

Bahkan lahan yang sekian ratus haektar ingin dikuasai secara paksaan dan ingin merampasnya, kami masyarakat Dusun ujung hanyak minta pihak ITDC selesaikan dulu sisa pembayaran tanah kami, hanyak itu saja keinginan kami yang di Dusun ujung, agar pihak ITDC tidak semena menanya mau rampas hak-hak keluarga kami Amq yar dan Amaq Mangim, ” tutur Amaq Suhur.

Lanjut Suhur, ” sejak mulai adanya LTDC BTDC dan ITDC ini, kami warga Dusun ujung sudah tidak percaya lagi dengan janji palsunya, karena sejak lahan ini dikuasai pihak itdc, tanah lahan milik Amaq Layar yang 75 areal itu, ingin dikuasai secara paksa oleh pihak ITDC., Begitu juga lahan Amaq Mangim yang 65 areal, pihak ITDC ingin menguasai lahan tersebut.! karena tanah Amaq Layar dan Amaq Mangim menyatu menjadi satu, maka pihak itdc ingin merampas dan tidak mau membayarnya,” Jelasnya Amaq Suhur pada beberapa awak media di kediamannya di Dusun ujung

” Kami masyarakat ujung, menuntut pihak ITDC kapan tanah kami di bayar, apakah dibayar atau tidak.??. kalau tidak biar mereka membuka usaha di lahannya kembali.

” Kalau menunggu itdc sama saja menunggu sesuatu yang tidak jelas, karena
Sebanyak 340 hektare lahan yang belum di selesaikan termasuk 10 hektare yang sudah di gunakan sebagai sirkuit dan sampai saat ini belum di selesaikan pembayarannya, kita minta pihak ITDC bayar Lahan kami., jika tidak ada penyelesaiannya maka kami warga ujung tetap pertahankan hak kami dan ITDC segera Bayar sisa tanah kami titik,” tandas Amaq Suhur.

Terkait dengan hal tersebut Direktur ITDC belum bisa dikonfirmasi dan telah ditelpon redaksi namun tidak diangkat dan dibiarkan berdering lama begitu saja.

Hingga berita ditulis belum ada pihak terkait yang bisa dimintai keterangannya terkait masalah tersebut,

(Ardi Lakip)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top