Rektor UMMAT NTB, Dr. H. Arsyad Gani, M.Pd. (Foto. JejakNTB.com/Ist)
JejakNTB.com, MATARAM |Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Ismunandar yang kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) menjadi tersangka pada saat demonstarasi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) awal September lalu kini dibebaskan pihak Kepolisian Resort Mataram.
Pantauan media Ismunandar sempat ditahan pihak Kapolresta Mataram beberapa hari karena terbukti membawa senjata tajam sesaat setelah melakukan aksi unjukrasa, mahasiswa tersebut kedapatan menaruh sajam disaku celananya hanya untuk menjaga diri namun akibat senggolan temannya sajam yang dia bawa pun turut terjatuh di TKP dan akhirnya Ismunandar diamankan serta dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena terbukti secara sah dan meyakinkan didakwa dengan UU Darurat membawa senjata tajam (Sajam).

Rektor UMMAT Mataram, Dr. H. Arsyad Gani, M.Pd. yang dihubungi media ini, Jumat 23 September 2022 menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu terutama pihak Kapolresta Mataram beserta jajarannya.
” Kepada Kapolresta Mataram kami menyampaikan terimakasih begitupula dengan Rukun Keluarga Bima maupun lainnya yang telah membantu meringankan beban Ismunandar termasuk kami pun melalui bagian Kemahasiswaan sudah berupaya alhamdulillah doa dan ikhtiar kita terkabulkan oleh Allah SWT,” ucap Arsyad saat ditemui dikediamannya.
Masih Arsyad, dirinya bersama sama dengan elemen lainnya telah mengantarkan Ismunandar,
“Alhamdulilah ananda Ismunandar telah kembali ke rumahnya. Saya dan beberapa pengurus RKB mengantarkan langsung yang diterima oleh kakak misannya,” ujar Rektor UMMAT Dr H Arsyad Gani, M.Pd. saat dikonfirmasi, Jum’at 23 September 2022 di Mataram.
Selaku Rektor UMMAT, Arsyad merasa bahagia karena Ismunandar telah dapat menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa UMMAT.
“Banyak nasihat dan harapan yang diberikan oleh Kapolres tadi untuk masa depan Ismunandar,” katanya usai menggelar silaturrahim dengan Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustafa di ruang kerjanya di Mapolresta.
“Salah satu kebanggaan kami bahwa Bapak Kapolres telah bersedia menjadi orang tua asuh bagi Ismunandar dengan penuh keikhlasan,” sambungnya.
Selain itu, Calon Senator NTB ini membeberkan, bahwa Kapolresta Mataram akan memberikan santunan dan membiayai perkuliahan Ismunandar selama melaksanakan dan menjalani harapan sebagai orang tua.
“Ismunandar adalah anak yang telah lama ditinggalkan oleh bapak kandungnya dan dilihat dari prestasi akademik termasuk anak yang cerdas serta mendapatkan beasiswa Bidikmisi,” ungkap Rektor UMMAT.
Katanya, perjalanan Ismunandar masih panjang. Terbuka lebar masa depan yang cerah serta dan mampu mewujudkan cita-citanya. Inilah yang menjadi dasar Ismunandar kata Arsyad dijadikannya oleh Pak Mustofa Kapolresta sebagai anak asuh.
Sebagai tokoh yang dianggap sebagai teladan dan panutan yang menaungi warga Bima di Pulau Lombok katanya, menyerahkan dan membebaskan Ismunandar untuk bersama-sama melakukan pembinaan agar masa depannya cerah dan gemilang.
“Hal itu tentunya kami menerima sembari mengucapkan penghargaan dan terima kasih atas atensi, perhatian dan kesahajaan beliau memperhatikan dan memberikan kebebasan bagi Ismunandar,” tuturnya.
Di depan Rektor Ummat dan Kapolresta serta jajarannya maupun lainnya Ismunandar mewujudkan keinginan dan cita-cita. Tidak lagi melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan akan patuh dan akan melaksanakan harapan dari orang tua asuh dan RKB.
“Sebagai wujud pembinaan, saya dan pengurus yang hadir akan memantau perkembangan dari nanda. Satu hal lagi Pak Kapolres membuka lebar rumahnya untuk Ismunandar dan harus berkunjung ke beliau setidaknya sekali dalam satu pekan,” pungkasnya. (Nkm)




















