Harga Padi dan Jagung Anjlok, FORPPIS Gedor Pintu Komisi II

JejakNTB.com | Forum Perjuangan Petani Indonesia Sejahtera ( Forppis) menggedor kantor DPRD kabupaten Sumbawa menyuarakan keluhan petani mengenai permasalahan harga komoditi jagung dan padi yang mengalami penurunan di bawah HPP,  kamis siang 24 Maret 2022. 

Koordinator aksi Romy Kurniawan pada saat itu menyuarakan pernyataan keprihatinannya mewakili para petani.
“Kami sebagai petani yang belum merasakan keadilan dan kesejahteraan setelah negeri ini merdeka” Tuturnya.

Salah satu masalah yang sangat meresahkan adalah rendahnya harga padi dan jagung di tengah meningkatnya harga bahan baku yang terdiri dari herbisida, pestisida, pupuk cair pengemas padi dan jagung serta meningkatnya harga pupuk bersubsidi yang sulit didapatkan oleh petani karena kacaunya proses distribusi” Beber Romi berorasi.

Atas kondisi tersebut kami menuntut kepada Presiden dan Menteri Perdagangan untuk menaikkan harga padi dan jagung kemudian mengawasi praktek jual beli padi dan jagung di tingkat petani dan menerapkan sanksi bagi pengusaha nakal yang merugikan petani dalam hal harga dan timbangan. Tegas Romi

Dalam kesempatan orasinya Roni juga mendorong Bulog untuk segera menyerap hasil panen petani semaksimal mungkin dan mensosialisasikan peraturan tentang harga beli produk pertanian agar petani terhindar dari praktek jual beli yang tidak fair dan bertentangan dengan undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Pemerintah harus menjamin kondisi yang menguntungkan bagi petani dan melindungi petani dari praktek ekonomi yang yang beresiko tinggi. Imbuh Romi

Demikian kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian dan Dinas perdagangan untuk turun melindungi petani dari mekanisme pasar yang merugikan petani, bahkan Romi menuntut juga mencabut izin usaha bagi pelaku usaha yang merugikan petani. dan diakhir orasinya dia menyebutkan permintaan dan harapannya untuk menurunkan harga bahan baku produksi pertanian

Ketua Forppis AM Firdaus Sambil memikul Sekarung Gabah menambahkan tuntutan kami kepada Pemerintah Indonesia agar disuarakan oleh DPRD Kabupaten Sumbawa untuk memperhatikan nasib dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini menjadi sangat aneh bila Indonesia adalah negara agraris terbesar dan tersubur di dunia tetapi petaninya sengsara miskin dan daya belinya lemah,

“Mari bersama kita berjuang untuk kemajuan pangan gizi dan kesejahteraan Indonesia” pungkas AM Firdaus

Atas keluhan petani tersebut komisi 2 DPRD kabupaten Sumbawa menerima massa aksi di ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa. Tampak hadir Muhammad Yasin musamma SAP, Muhammad Faisal SAP dan anggota Komisi Tiga Gahtan Hanu Cakita

 

“Semua keluhan yang disampaikan oleh FORPPIS telah kami pahami bahkan sebelum ini anggota DPRD kabupaten Sumbawa saat melaksanakan reses juga menerima aspirasi yang sama terkait dengan anjloknya harga gabah dibawah HPP, para petani berharap harga jual gabah sesuai HPP sehingga biaya produksi dapat tertutupi”. Ungkap Yasin musamma dari Fraksi Demokrat ini.

Kemudian lanjutnya, Minggu yang lalu juga dilaksanakan hearing terkait hal yang sama, bersama dengan gapoktan yang ada di kecamatan Alas hadir juga saat itu dari Bulog subdivre Sumbawa, Kabag ekonomi dan dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa. menurut Bulog mereka kesulitan mendistribusikan karena saat ini ada sekitar 26.000 ton gabah di gudang Bulog dalam arti Gudang Full.

Atas kondisi tersebut, kami komisi 2 menyarankan kepada bulog untuk proaktif membangun jaringan pemasaran hingga ke luar daerah sehingga stok itu bisa dikurangi dan langsung bisa menyerap gabah petani. Jelas Yasin.

Tinggal kita lihat respon dari Bulog dan Pemerintah Daerah atas rekomendasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang mana poinnya ada dua yaitu segera menstabilkan harga gabah dan stok pupuk disiapkan sebelum musim tanam berikutnya”. pungkas Yasin.

Muhammad Faisal dan Gahtan yang hadir pada saat itu juga berpesan dan berharap bahwa petani untuk terus berjuang dan DPRD akan menyuarakannya kepada instansi terkait agar harga gabah dapat berimbang dengan biaya produksi.

Pantauan media ini atas apa yang menjadi penerimaan dan jawaban dari Komisi 2 mendapatkan apresiasi dari FORPPIS.

“Terima kasih kepada anggota Komisi 2 DPRD kabupaten Sumbawa yang berkenan menerima dan mendengarkan keluhan para petani, kami berharap wakil rakyat untuk terus menyuarakan aspirasi ini,  pungkasnya. [Ruf]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top