Harga Jagung dimainkan, Asset angkat bicara ! Wabup Dompu hadir ditengah massa aksi dan akan tindak tegas para pengusaha nakal

JejakNTB.com, Dompu | Janji Pemerintah Kabupaten Dompu untuk mengembalikan harga yang merosot ke normal rupanya masih jauh panggang dari api, para petani jagung merasa janji sesumbar maupun wacana itu hambar belum terwujud dan sekedar omongan saja, harga masih dipermainkan oleh para pengusaha nakal di Dompu seperti yang dilakukan PT Seger yang ada di Kecamatan Manggelewa.

Resistensi soal itu kembali terjadi dari sejumlah Aliansi dan Masyarakat yang menghendaki Pemerintah AKJ – SYAH dapat membuktikan komitmennya dengan mampu menstabilkan kembali harga minimal pada titik harga per kilogramnya Rp 4.400,- bila perlu Rp 5000

” Seharusnya AKJ SYAH berbuat nyata sebagaimana yang dilakukannya pada tahun sebelumnya hingga harga jagung normal pada titik 5.150,- per kilonya,” ucap pendemo di Cabang Madaprama siang tadi.

Massa aksi yang jumlahnya ratusan yang tergabung Aliansi Serikat Tani  ( Asset Dompu ) dipimpin korlap saudara Suraidin sempat menyita perhatian sejumlah pengendara, benar benar memacetkan arus lalu lintas jalur Sumbawa Dompu Bima yang berlangsung pagi hingga siang kamis 19 Mei 2022 mulai pukul 09.00 wita hingga jelang siang dengan metode longmarch aksi terbuka.

Adapun Tuntutan massa aksi sebagai berikut :

1. Meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Dompu untuk segera mengoptimalkan kembali harga awal komunitas jagung

2. Mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Dompu untuk segera memproduksi tentang ketahanan harga komunitas pertanian

3. MenCabut ijin usaha investor PT. Segar Agro Nusantara yang berada di Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu yang sengaja memainkan harga jagung tidak sesuai dengan gudang lain.

4. Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan sidak atas kesimpangsiuran alat timbangan dana alat ukur kadar air jagung yang ada di masing masing gudang.

5. Mendesak pemerintah daerah atau dines terkait untuk mengefaluasi pemotongan relasi jagung.

Pantauan langsung media sejumlah massa aksi mempressure Abdul Kader Jaelani selaku Bupati Dompu menstabilkan harga jagung yang sudah di janjikan pada waktu dia melakukan kampanye,  agar harga jagung stabil di atas 4500 perkilogram ternyata janji itu hanya bohong belaka atau penipuan semata untuk masyarakat dan contohnya hari ini harga jagung sangat anjlok di bawah 3200 perkilogram.

“ini terjun bebas bukan anjlok lagi bayangkan secara  tiba tiba di akali lagi harganya kembali normal, padahal belum. Khan  lucu padahal jauh hari harga sudah dimainkan dengan beragam harga oleh PT di Manggelewa meski yang lain belum namun itu juga dibiarkan,

Dalam long March tersebut nampak Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat S.IK melakukan koordinasi langsung  dan terlibat bersama korlap umum agar pergerakan massa aksi tidak melakukan penutupan jalan akses umum dan tidak menuju ke Gudang Jagung PT Seger Agro Nusantara.

“Saya perintahkan kepada pihak TNI dan POLRI supaya melindungi massa aksi dalam pergerakan hari ini, agar tidak menyakiti massa aksi dan saya bangga kepada massa aksi yang tidak melakukan pemboikotan jalan dan tidak melakukan anarkis dan saya berharap kepada masyarakat desa madaprama umum tetap melakukan aksi yang tertib dan tidak melakukan provokasi,”ucap Kapolres saat mengamankan massa.

Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan dalam kesempatan longmarch itu pun membacakan pernyataan sikapnya dihadapan sejumlah massa aksi.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap tuntutan dari mahasiswa dan masyarakat karna saya dilahirkan dari rahim petani dan saya melakukan koordinasi bersama pihak PT Segar Agro Nusantara menanyakan harga jagung dan mereka bilang memang benar harga jagung 3800 perkilo gram itu hanya di perusahan     PT. Segar saja yang  memainkan harga sedangkan hasil survei ke perusahaan lainnya masih di atas 4000 perkilogram.,” ungkap Wabup.

Masih Wabup dirinya bersama AKJ maupun OPD dan Satker serta Stakeholders bertekad untuk mengatasi ini semua dengan memberikan waktu yang cukup untuk merealisasikannya.

“Saya juga turut meninjau atas timbangan atau pengeringan jagung dan saya sudah melakukan penindakan terhadap para palele yang nakal dalam mempermainan dalam hal timbangan dan kadar air jagung saya sudah melakukan tindakan keras dan saya bersama pihak kepolisian dan pol pp akan melakukan dan mengusut oknum yang bermain di dalam timbangan masalah jagung,” imbuhnya.

Selain itu, Wakil Bupati Dompu menambahkan pula bahwa soal harga pupuk tengah diatensinya.

“Untuk masalah pupuk yang makin naik di pasaran saya akan memerintahkan kepada OPD terkait untuk melakukan operasi pasar dan apabila terdapat oknum pelaku pasar menaikan harga pupuk yang tidak sesuai harga pasar agar di tindak lanjuti sesuai peraturan Peraturan Daerah Kabupaten Dompu, pungkasnya.

Mendengar sikap dari Wakil Bupati Dompu sejumlah massa aksi langsung luluh hatinya dan sangat senang karena pernyataan orang kedua dari Pemkab tersebut sangat berpihak kepada para petani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media,sebagai konklusi dari Long March dan Orasi Asset Dompu,massa aksi tak lupa menggalang dukungan dan petisi meminta Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan melakukan penandatanganan dan turut mengetahui adanya sebuah surat keputusan segel gudang PT Segar Agro Nusantara yang memicu adanyakenaikan harga jagung dan melakukan spekulasi pasar Jagung Bima Dompu.

Hingga berita ditulis, Koorlap Massa Aksi Suraidin di akhir statementnya  memgultimatum pemerintah dengan memberikan waktu 2×24 jam kepada pemerintah kabupaten Dompu untuk menstabilkan kembali harga jagung dan mengharapkan Pemkab Dompu melakukan sidak terhadap semua perusahan jagung yang ada di kabupaten Dompu termasuk permasalahan pengukur kadar air yang di pakai oleh perusahaan tersebut.

” Segera lakukan sidak dan cabut ijin usahanya bagi para pengusaha nakal tanpa pandang bulu, dan upayakan peraturan daerah yang menjamin harga komoditas pertanian, sebagai payung hukum bagi kami para petani,”tutup Koordinir Massa Aksi dari Aliansi Serikat Tani Kabupaten Dompu.[TIM]

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top