Warga Manggenae Desa Karaku Kecamatan Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan melakukan aksi blokir jalan lintas Provinsi, Selasa 3 Mei 2022 (Foto.JejakNTB.com)
Dompu, JejakNTB.com |Hanya karena soal tanah makam untuk kuburan Ratusan warga Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan aksi blokir jalan lintas provinsi. Akibatnya, jalur dari dua arah mengalami kemacetan hingga berjam-jam.
Aksi protes yang berlangsung Selasa (3/5/2022) ini dilakukan warga karena kecewa kepada Pemerintah Kabupaten Dompu yang berjanji akan memberikan lahan untuk tempat pemakaman umum, namun hingga kini tidak ada kejelasan.
“Kami menagih janji pemerintah yang hingga kini belum merealisasikan janjinya soal tanah untuk kuburan di Desa Kami,” teriak salah seorang warga.
Warga memblokir jalan tepatnya di perbatasan Dompu dan Bima menggunakan balok kayu, bambu hingga bebatuan. Pengendara yang melintas dari dua arah tidak bisa melintas hingga siang hari tadi.
Dalam aksi tersebut, salah seorang warga Amirudin mengaku, karena tidak memiliki lahan pemakaman umum, setiap warga yang meninggal harus membayar tanah untuk kuburan.
“Setiap ada warga yang meninggal di Dusun Karaku, Desa Manggenae, masyarakat melakukan pembayaran untuk setiap liang lahat kepada pemilik tanah,” ujarnya.
Setelah beberapa jam melakukan aksi, warga kemudian bernegosiasi dengan kepolisian. Kapolres Dompu, Iwan Hidayat terjun ke lokasi kejadian untuk memediasi warga.
Kapolres meminta warga untuk membuka pemblokiran jalan agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan, dan meminta kepada warga masyarakat agar permasalahan ini diselesaikan secara musyawarah dan dilakukan mediasi dengan Pemerintah Daerah. Tak lama kemudian warga membuka jalan yang diblokir.
Warga Manggenae, Desa Karaku Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, Provinsi NTB pada Selasa pagi 3 Mei 2022 melakukan aksi pemblokiran jalan di wilayah tersebut. Aksi ini berlangsung dari pagi hari hingga menjelang siang hari.
Di hadapan warga, Asisten I Setda Dompu H. Burhanudin, membenarkan adanya lahan yang diminta oleh warga untuk tempat pemakaman umum. Hanya saja, lokasi tersebut masuk dalam kawasan hutan negara.
“Lokasi tersebut masuk dalam kawasan hutan negara, sehingga proses pembebasan untuk lokasi makam warga harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kehutanan RI. Namun Pemerintah Kabupaten Dompu akan berusaha melakukan pembayaran lokasi tanah yang lain untuk dijadikan tanah makam warga atau TPU yang ada di Dusun Karaku, Desa Manggenae,” ujar Burhan.
Salah seorang staf di Pemprov yang enggan diberitakan namanya mengaku Pak Gubernur tidak pernah menjanjikan hal tersebut pada warga setempat
“Kapan pak gub janjikan tanah bang???Apalagi itu kawasan hutan ya, Ada level2 pemerintahan mulai dr desa hingga pusat Ada pembagian kewenangan dan urusan pemerintahan 🙏🙏 jangan ditimpakan pada Gubernur semata dong, ucapnya singkat via handphone.
Sementara Analist Kebijakan Publik Elshabier Algura, SH menilai aksi warga dengan cara memblokir jalan tidak tepat dan sangat merugikan orang lain yang menggunakan jalan serta keliru menagih tanah untuk kuburan pada Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah
” Seharusnya warga menagih hal tersebut pada DPRD+Bupati Kader Jaelani dan Sahrul Parsan bukan pada Gubernur, apa urusan Bapak Gubernur soal tanah makam itu keliru, kapan pak Gubernur janjikan tanah apalagi ini kawasan hutan lhoo, sekali lagi saya minta kepada semua warga jangan keliru atas soal ini sejak kapan Bang zul janji begitu saran saya silakan anda tagih itu tanah sama bupati dan wakil bupatinya dong bukan pada gubernur pungkas alumni Hukum Unram ini pada Media.
Untuk diketahui janji yang dimaksud, Gubernur tersebut dalam artian akan berkoordinasi dengan Bupati setempat, karena tidak semua hal harus dengan Gubernur, apalagi itu lahan kuburan yang menjadi kewenangan pemerintah Daerah Dompu,
Menanggapi viralnya berita terkait Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah dalam sebuah akun facebooknya telah merespons dan mengkonfirmasi terkait persoalan tersebut,
” Iya Bang.. mohon maaf kalau ada janji yang belum ditunaikan tetapi sejauh yang saya tahu saya enggak pernah janji apa apa perihal tanah kuburan ini, tetapi nanti saya coba komunikasikan dengan Pemda Kabupaten Dompu,” tutupnya dalam comments di akun resminya bernama Bang Zulkieflimansyah sekitar 32 menit yang lalu. (TIM)




















