Gegara Ciutan Kebencian di Sosmed, Akun LWH Resmi Dilaporkan Sejumlah Elite DPD PDI-P ke Polda NTB, Berikut Kronologisnya !

JejakNTB.com | Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD – PDI Perjuangan) Nusa Tenggara Barat melalui  Kepala BBHAR
PDI Perjuangan Nusa Tenggara Barat,  Suhaimi, S.H., resmi melaporkan Lalu Munawir Haris alias Lalu Wink Haris yang diarahkan ke Kapolda Nusa Tenggara Barat melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTB, Senin (5/12/2022) dengan nomor 40 /EKS/DPD-02exl I/2022 tertanggal 4 Desember 2022.

Lalu Munawir Haris alias Lalu Wink Haris resmi dilaporkan atas dasar kejahatan UU ITE dan pertimbangan tindak pidana Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE serta 28 ayat (2) juncto pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE).

Pantauan media, turut serta ke Polda NTB H. Djumad Dachlan, SH  mewakili Ketua DPD PDIP NTB,  Lalu Budi Suryata (LBS) Sekertaris DPD PDIP NTB, Abdul Rafik, SH., Ketua Umum PDIP Sumbawa, dan kawan kawan Se- DPD – DPC PDI Perjuangan se Nusa Tenggara Barat.

Laporan tersebut diterima oleh petugas Reskrimsus Polda NTB, Senin (5/12/2022)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, adapun Uraian Kronologis Peristiwa Dugaan Tindak Pidananya sebagai berikut :

1. Bahwa pelapor mengajukan Laporan akun Media sosial Facebokok atas nama
Lalu Wink Haris dengan website yang tercantum pada akun facebook tersebut
yaitu https://www.facebook.com/laluwink.haris.3?mibextid=ZbWKwL.

2. Bahwa Akun Media Sosial Facebook Terlapor di ikuti oleh 589 Orang dan
berteman denngan 4.974 (empat ribu sembilan ratus tujuh puluh empat ribu)
orang sejak pelapor membuat Akun Media Sosial Facebook sampai dengan saat ini.
3. Bahwa sekitar tanggal 29 bulan April tahun 2022 terlapor memposting atau
mempublikasi melalu media sosial facebook atas nama Lalu Wink Haris secara sadar yang membuat narasi “di Alam kubur nanti malaikat akan bertanya maa diinuka. Jawabannya Cuma dua islam nusantara diinii atau islam merah putih diini . Cuma di wakanda islam dibuat bermacam jenis sesuai selera mereka”, dengan disertai foto Puan Maharani seperti dibawah ini

4. Bahwa terhadap postingan diatas menimbulkan reaksi netizen yang dimana 48 orang yang suka, 21 Komentar dan 3 Kali bagikan atas postingan tersebut atau terhadap informasi elektronik yang sengaha dibuat oleh terlapor.
5. Bahwa perbuatan kesengajaan yang dilakukan pelapor mendistribusikan dan
mentransmisikan tanpa hak di media sosial facebook dengan akun facebook atas nama Lalu Wink Haris sekitar pada 29 Juni 2022 dengan postingan dengan Narasi
“Hati-hati jika menemukan orang-orang berkuasa berbusana kadrun seperti ini
dijalan, itu artinya PEMILU SUDEKAT” seperti dibawah ini.
6. Bahwa Perbuatan mendistribusikan dan mentransmisikan tanpa hak informasi elektronik tidak hanya pada point 3 dan 6 saja namun kembali melakukan perbuatan ujaran kebencian yang mebimbulkan permusuhan individu atau kelompok dengan narasi “Mendadak Islam Eh Pemilu Sudekat yang kemudian disukai oleh 102 orang dan 30 Komentar, termuat dibawah ini

7. Bahwa atas adanya Postingan pada point 7 tersebut menimbulkan tanggapan
netizen yang merendahkan Kelompok Indvidu, melecehkan dan menghina serta
menimbulkan Pro Kontra sebagaimana seperti dibawah ini.
8. Bahwa atas perbuatan berlanjut terlapor pada point 3, Point 6 dan Point 7
sehingga pelapor mengacu pada Asas actus non facit reum nisi mens sit rea
menyatakan bahwa suatu perbuatan tak dapat menjadikan seseorang bersalah
bilamana maksudnya tak bersalah. Dibeberapa negara, perbuatan dan sikap batin seseorang dipersatukan dan menjadi syarat adanya suatu perbuatan pidana.
Unsur actus reus yaitu perbuatan harus didahulukan. Setelah diketahui adanya
perbuatan pidana sesuai rumusan undang-undang selanjutnya barulah diselidiki tentang sikap batin pelaku atau unsur mens rea.
9. Bahwa terlapor secara sengaja membuat atau mendistribusikan informasi elektronik melalui akun facebook pribadinya untuk menimbulkan suatu kebencian terhadap individu atau kelompok tertentu yang diketahui umum atau masyarakat.
10.Bahwa terlapor dengan sengaja dan secara sadar membuat postingan yang
memiliki relevanasi pada point 3, Point 6 dan Point 7 untuk menimbulkan
kebencian terhadap kelompok tertentu dengan mendistribusikan dan
mentransmisikan melalui akun facebook pribadinya pada tanggal 5 April 2022
dengan narasi “ditengah kenaikan harga-harga saat ini saya kangen tangisan pak kebo dan Buk Aya” disertai gambar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang
telah dirubah keasliannya, termuat pada gambar dibawah ini.

11.Bahwa dalam Postingan Terlapor di Akun Facebook pribadi nya yang bermaksud untuk melakukan penghinaan serta mempengaruhi seseorang untuk membenci dan melecehkan Ibu Mantan Presiden Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuang dengan Narasi “Mbak Puan (Untuk Pilpres) jangan cari pasangan seperti tukang bakso” Pesan Papuk Ega pada anaknya Puan Maharani yang rencananya akan maju Pilpres yang akan datang. Papuk Ega mungkin lupa kalau selama ini yang menyebut partainya sebagai partai wong cilik, tapi saat urusan kekuasaan malah menempatkan tukang bakso sebagai profesi yang tidak dihargai.

Say No To Red bull”, bahwa narasi yang dituliskan dalam postingan dan disertai gambar ini bermaksud untuk membenci Ibu Megawati yang seolah-olah merendahkan tukang bakso serta Kalimat Papuk Ega dalam bahasa Sasak di artikan dalam bahasa indonesia yaitu Nenek Ega, selain itu dalam postingan tersebut membuat ajakan untuk katakan tidak pada banteng merah (Say No to Red bull) yang bermaksud untuk membenci Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Sekertaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata pada jejakntb, Senin (5/12/2022) usai melaporkan hal itu menuturkan,”Iya sudah kita laporkan dek, atas delik pidana hate speech (ujaran kebencian) atas nama Lalu Win Haris yang berprofesi sebagai salah seorang Guru di Lombok Tengah, “kata LBS sapaan akrab Sekertaris DPD tersebut.

“Harus dilaporkan biar ada efek jera dan tidak diulangi lagi, ” tegasnya.

Masih LBS dirinya bersama sejumlah pejabat teras DPD dan DPC PDIP Se NTB sudah bulat tekadnya untuk melaporkan guna memberikan efek jera agar yang lainnya tidak mengikuti perbuatan oknum LWH yang tidak semestinya ditiru.

“Bahwa berdasarkan Uraian diatas maka Pelapor simpulkan bahwa unsur-unsur
dugaan tindak Pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45 Ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi Transaksi dan Elektronik (lTE) dalam laporan ini telah terpenuhi,” bebernya.

Sementara Petugas Diskrimsus Polda NTB hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi terkait laporan kepolisian dari kasus tersebut, namun salah seorang staf di Dirkrimsus Polda yang enggan diaebutkan namanya memang menyaksikan sejumlah elite DPD maupun DPC Partai Moncong Putih itu memadati halaman Makopolda NTB siang tadi.

” Iya, pastinya saya melihat sejumlah teras partai masuk ke ruangan dan banyak sekali rekan rekan nya yang melaporkan kasus itu jelasnya hubungi dan konfirmasi langsung aja mas wartawan,” pungkasnya.

Sementara Mantan Paur Kemitraan Humas Polda NTB Hatta saat dikonfirmasi via selulernya menyebutkan bahwa kasus yang menimpa akun LWH itu merupakan kali kedua setelah sebelumnya terjerat dalam kasus yang sama.

” Oknum itu kemarin dipenjara gegara itu dan sekarang sama kasusnya ITE juga, yang jelas dia pernah dipenjara sebelumnya dan ini kemunculan kedua dalam hal ITE namun ujaran kebencian yang mengarah ke Puan dan Bu Mega,ungkap Hatta.

Oknum LWH hingga kini belum bisa dikonfirmasi terkait laporan atas delik dugaan pidana ITE ini mengingat media masih mengkonfirmasi demi keberimbangan berita akan tetap dilakukan tabayyun kepada yang bersangkutan.

(RED)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top