GEDUNG DPR, PROYEK, DAN KEMARAHAN RAKYAT
*Oleh. Ali Bin Dachlan
“A power tends to Corrupt”
OPINI||Di sejumlah daerah, termasuk di NTB, gedung Dewan Perwakilan Rakyat jadi sasaran dibakar dan dijarah oleh demonstran. Nampak gedung yang baru selesai dipugar dengan biaya puluhan milyar tersebut hangus dan tinggalkan jelaga kemarahan dan kebencian .
Gedung parlemen adalah lambang kedaulatan rakyat, lambang keterbukaan dan lambang dialogis, antara rakyat dan anggota parlemen .
Ketika dialog tersebut tertutup oleh kesombongan, maka kemarahan tersebut memilih jalan pintas yang sangat mengerikan, kehancuran dan puing – puing dendam kusumat yang akan terus membara.
Orang atau pejabat pemerintah yang tidak berpengalaman merasakan derita rakyat, dengan mudah mengatakan tidak apa apa, gedung itu akan kita perbaiki, akan kita renovasi, pejabat tersebut hanya teringat proyek, teringat bayaran, ingatan tersebutlah yang dicatat dan dirasakan oleh nurani rakyat.
Dulu,setiap kebakaran yang menimpa gedung pemerintah, pemukiman raklyat kecil, pasar – pasar milik pemerintah, masyarakat berpendapat kebakaran ini disengaja,sebagai jalan bagi pemerintah atau investor untuk mengauasai lahan tersebut.Dalam banyak, kasuis hal tersebut sudah banyak terbukti.
Artinya kebakaran gedung DPR/DPRD ternyata menyebabkan air liur para pemborong mulai bergelayutan di bibir para usahawan, terutama yang berkaitan dengan jasa terhadap si penguasa , baik di pusat atau di daerah. Dengan wajah dan suara datar, si pejabat bilang “gedung itu akan direnovasi”, tanpa menunjukkan wajah sedih dan kasihan.
Semoga peristiwa menyedihkan tersebut akan menyadarkan kita,.bahwa kesabaran rakyat pada titik tertentu, sulit dikendalikan ,kartena itu berhati hatilah dan tetap waspada..
*Mantan Bupati Lombok Timur




















