Gayung Bersambut dengan Ide Kadis LHK NTB, Pemda Sumbawa Gelar Rakor Tata Kelola Sampah, Novi :” Ini konsep kita”

JejakNTB.com | Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi pengelolaan sampah berbasis desa di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa Senin 7 Juli 2023.

Hadir Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Julmansyah, S.Hut, M.A.P dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa, Ir. Syafrudin dan perwakilan dari OPD terkait serta para Camat, Lurah dan Kepala Desa di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebab fenomena-fenomena yang terjadi selama ini, terutama dari tahun 2018, yang merupakan tahun awal kepemimpinan Gubernur NTB, selalu memberikan informasi dan edukasi mengenai zero waste, meskipun saat ini, implementasinya ke masyarakat belum sepenuhnya berjalan maksimal.

“Di luar sana sampah memiliki sisi negatif yang akan membawa bencana banjir, tetapi di sisi positifnya dapat menghasilkan uang yang banyak. oleh karena itu bagaimana kita selaku perpanjangan tangan dari pemerintah Kabupaten Sumbawa, Kecamatan, Desa maupun Kelurahan untuk membaca peluang tentang pengelolaan sampah ini menjadi pundi-pundi uang, jangan terlalu banyak teori tetapi sekarang langsung praktek,” Tegas Wabup Hj.Novy.

Masalah sampah ini merupakan PR terbesar kita semua yang ada di Kabupaten Sumbawa, Percuma saja berkeadaban jikalau kita sendiri tidak melakukan aksi mengatasi masalah terkait sampah ini.

“Kami berharap kepada kepala desa atau kelurahan untuk selalu bekerja bersama dan berkoordinasi bagaimana masyarakat ini supaya digerakkan untuk selalu melakukan gotong royong dalam membersihkan sampah di lingkungan masing-masing untuk mencapai Sumbawa Gemilang yang berkeadaban,”Tutupnya

Kadis LHK NTB, Julmansyah dalam paparannya,mengatakan bahwa tantangan yang harus segera disikapi oleh Pemda Sumbawa adalah keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang layak atau representatif.

“Mengingat dengan luasan Kabupaten Sumbawa saat ini, normalnya minimal ada 4 TPA yang layak. Sehingga dengan belum tersedianya TPA yang layak, maka timbunan sampah dimana-mana. Sampah mengepung kita semua,” ujarnya.

Para kepala desa yang hadir tampak antusias mengikuti forum ini. Dan mengemuka belum tersedia TPA di bagian timur Sumbawa. Disamping itu, hal yang juga menjadi perhatian para kades diantaranya terkait pasar sampah plastik yang dihasilkan desa atau TPS3R.

Hal ini direspons oleh Kadis LHK NTB, Julmansyah. Ia mengatakan dengan terbangunnya ekosistem industrialisasi persampahan sebagai salah satu output NTB Zero Waste, maka Dinas LHK NTB bersama Dinas LH Sumbawa akan memfasilitasi kades dengan para offtaker sampah yang sedang membangun industri pengelolahan di NTB.(Jody/Faisal/Amar)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top