FGII Menduga Ujian Berbasis CAT atas Ribuan Peserta Seleksi PPPK Bima tidak fair, Ini Tanggapan BKD & Dikbudpora

Logo CAT di screenshoot via instagram BKN 

 

JejakNTB.com, B I M A | Ujian Berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang dimulai sejak jum’at (10/11) hingga (2/12) mendatang ternyata banyak pihak yang meragukan obyektifitasnya. Meski difasilitasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) namun publik masih meragukan keobyektifitasan rangkaian ujian tersebut. Ketidakpercayaan itu muncul dari FGII NTB orprof yang konsern terhadap nasib dan masa depan guru bangsa.

Hal tersebut terungkap dari penuturan Ketua Federasi Guru Independen Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, LM Hirwan Kamis (23/11). Berdasarkan data laporan investigasi anggotanya di Kabupaten Bima diduga kegiatan ujian berbasis CAT PPPK belum sepenuhnya berjalan jujur dan adil. Hal tersebut menurut FGII NTB belum tegasnya Kadisdikbudpora menindaktegas oknum oknum yang diberitakan media diduga terlibat melakukan praktik mal administrasi.

” Diduga masih dibiarkan dan hanya dipanggil secara kekeluargaan dengan seakan akan telah di BAP di Dinasnya padahal kasusnya serius, ini berdasarkan laporan masukan dari bawah saya terima, selain itu saya mendapatkan informasi ada kendala mati lampu pada ujian di hari Rabu kemaren entah di sesi 1 atau 2 yang jelas ada mati lampu “beber Ketua DPD FGII itu.

Menurut Hirwan hal tersebut tidak boleh terjadi untuk gawe selevel CAT yang disupport BAKN Pusat,

” Hal hal semacam itu seharusnya jauh jauh hari diperhatikan oleh PLN saya tidak menyalahkan panitia namun pembangkit listrik negara harus bertanggungjawab,”tegasnya.

Selain itu menurut pria asal lotim ini berdasarkan laporan dari sumber terpercaya di Bima mengungkapkan adanya isu dan selentingan informasi bahwa peserta seleksi ujian berbasis CAT akan mendapatkan nilai observasi dan affirmasi 30 porsen dari pemda setempat termasuk yang dikritisinya adalah sistem online yang di LIVE di youtube yang membuka peluang permainan karena tidak langsung dinyatakan tegas pada saat itu juga.

” Kita lagi mendalami dan mengkaji serta meneliti lebih dalam lagi, katanya diawasi BAKN pusat namun sistemnya not finished and finally pada saat itu juga, idealnya ujian online itu harus langsung diumumkan saat berakhirnya sesi baik 1, 2 dan 3 tanpa dipendam dan ditunda lagi dengan alasan perangkingan dan lain lainnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin mengatakan bahwa kasus oknum Kasek salah satu SMP yang diduga mengambil uang calon peserta yang viral diberitakan media telah ditanganinya dengan seksama.

“Sudah kita panggil yang bersangkutan secara kedinasan termasuk klarifikasi dan BAP atas dugaan yang viral itu, saya nyatakan kepada dia (oknum berinisial R) kasusnya belum selesai, masih proses sambil mengumpulkan alat bukti dan terus mendalaminya  jika nanti misalnya dilain hari ternyata menimbulkan riak, ekses dan gejolak maka saya akan mengambil sikap” tandasnya.

Ketika ditanya sikap apa yang akan diputuskan kepada oknum tsb, Zunaidin tidak mau membeberkan hal itu namun dirinya memastikan akan mengambil kebijakan yang sangat tegas dan terukur.

” Sikap kita tegak lurus satu komando dan sangat terukur, dinda,” tuturnya.

Untuk diketahui oknum ber inisial R saat ini menjabat Kepala Sekolah dan menjabat Sekertaris MKKS Kabupaten Bima setelah dipergoki salah seorang warga Soromandi atas nama Syamsudin tengah melakukan pemerasan di salah satu calon peserta ujian sebelum tes PPPK digelar secara daring.

Pantauan media, kejadian tersebut terungkap dari pengakuan saudara Syamsudin yang juga anggota PWI Kabupaten Bima, bahkan viral diberitakan harian www.portalntb.net

Menyinggung sorotan FGII NTB terkait proses ujian, Zunaidin tidak mau berkomentar terlalu jauh karena tekhnis pelaksanaan ujian berbasis CAT ada di BKD dan Diklat Kabupaten Bima.

” itu domain dan ranah BKD silakan konfirmasi langsung kesana dinda,” tutupnya sambil mengarahkan Crew media ini untuk bertabayyun.

Untuk diketahui oknum yang berinisial “R” salah satu Kepsek di wilayah Kecamatan Bolo diduga bergerilya sebelum hari H di wilayah Soromandi untuk mengumpulkan sejumlah uang kepada peserta seleksi agar di loloskan dalam ujian berbasis CAT 2023 yang difasilitasi BAKN.

Ujian berbasis Computer Assistance Test (CAT) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi tahun 2023 telah dipantau Bupati bahkan Wakil Bupati Bima, Jumat (10/11) di Kampus Vokasi PPD Unram-Bima di Sanolo-Bolo.

Sebanyak 150 peserta yang merupakan formasi guru mengikuti ujian CAT Sesi I yang difasilitasi oleh Tim Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI menuju ruang ujian setelah sebelumnya mendapatkan pengarahan Bupati Bima.

Selama 21 hari pelaksanaan ujian, peserta CAT dibagi dalam 3 sesi yaitu sesi pagi, siang dan sesi sore. Sehingga dalam satu hari diikuti 450 peserta.

Bupati yang didampingi Staf Ahli Afifudin, SE.,MM dan Asisten II Pemerintah Kabupaten Bima H. Putarman, SE, Kepala BKD dan Diklat H. Abdul Wahab Usman SH.,M.Si, CGCAE,. Kasat POLPP Syamsul Bahrain S.IP.,M.Si, Sekretaris BKD dan Diklat Laily Ramdhani S.STP.,MM dan Tim BKN menyampaikan beberapa pesan.

“Dari ribuan formasi PPPK yang melakukan ujian, hari tahapan CAT tersebut dimulai hari ini Jumat (10/11). Bupati Bima beserta pejabat terkait hadir untuk memberikan semangat, doa dan keyakinan diri. Peserta ujian diminta untuk tidak mempercayai siapapun menjanjikan kelulusan.

Peserta harus yakin akan kompetensi dan kemampuan diri, pengalaman kerja dan kemampuan teknis menjadi hal yang penting. Yang tidak kalah pentingnya adalah jangan melupakan bahwa dibalik keberhasilan, terutama saat mengikuti Ujian hari ini, ada doa dari orang-orang yang mencintai dan menyayangi kita semua”. Ucapnya.

Menanggapi kritikan dari Organisasi Profesi Guru Federasi Guru Independen Indonesia  (FGII NTB), Kepala BKD, H. Abdul Wahab, S.H., M.Si. terlihat kikuk dan menundukkan kepala saat media menanyakan kebenaran isu nilai observasi 30 % yang akan ditambahkan kepada peserta yang telah mengantongi passing grade termasuk isu affirmasi.

” Tidak ada itu, tidak benar kabar itu mas, capaian passing grade saat ujian itulah yang menjadi patokan dan tolak ukurnya serta apa dan berapapun yang diraih peserta ujian berlangsung itulah perolehan nya dan ujian berbasis CAT ini akan berakhir pada tanggal 2 mas,”bebernya.

Mantan Kasubaghumas Protokol Pemkab Bima yang sudah senior ini kembali mengingatkan seluruh peserta ujian PPPK berbasis CAT untuk tidak mempercayai Calo dan pihak pihak manapun terkait proses dan hasil kelulusan testing.

” jauh jauh hari sudah kami ingatkan untuk tidak mempercayai calo termasuk oknum oknum yang menamakan dirinya ini itu serta mengaku memiliki jatah itu tidak ada, ujian berbasis komputer ini murni obyektif dan sangat jauh dari hal – hal yang disangkakan karena langsung diawasi ketat di lokasi oleh pihak BAKN,” pungkasnya.

Salah satu peserta ujian berbasis CAT yang telah mengabdi 16 tahun di salah satu Sekolah Dasar Kab. Bima yang enggan diberitakan namanya mengaku ujian ini memang sangat obyektif dan butuh kerja keras peserta.

” ujian berbasis CAT sangat murni, dalam ruangan pun ada petugas dari BKN Denpasar dan pusat yang turut mengawasi jalannya seleksi termasuk memantau langsung cara peserta test mengisi dan menjawab soal dengan sistem CAT, alhamdulillah berjalan baik dan kita tunggu sambil bersabar serta berdoa saja akan hasil akhirnya,” tutupnya.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top