Sahra, M.Pd. disaat berada dihadapan guru Memberikan Arahan terkait tupoksinya.
Esensi Literasi Digital (LIDI) Sebagai Bekal Wajib Bagi Guru Bangsa
Oleh : Sahra, M.Pd
(Pengawas Sekolah)
OPINI, SUMBAWA BESAR|Dunia digitalisasi sangat terkait dengan literasi digital. Dimana sekarang informasi yang kita butuhkan untuk menunjang kompetensi diri bisa didapatkan melalui internet. Sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka oleh Kementrian pendidikan dengan membuat aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan tujuan agar guru bisa belajar mandiri, berbagi pengetahuan, menulis praktik baiknya, bahkan mengadopsi contoh-contoh modul ajar atau modul P5 kemudian disesuaikan dengan situasi kondisi siswa dan sekolahya.
Belum lagi aplikasi-aplikasi yang mendukung dalam membuat media pembelajaran serta asessment baik untuk rekan sejawat dalam melakukan observasi dan mengelola hasil belajar siswa.
Implementasi Kurikulum Merdeka sudah dilakukan dari tahun 2020. Bahkan sudah melakukan digitalisasi pendidikan melalui program SIPLah, ARKAS, Rapor Pendidikan dan PMM, termasuk pengelolaan Kinerja Pegawai.
Literasi digital yang disingkat LIDI adalah kemampuan menggunakan teknologi dan komunikasi dengan baik. Olah karenanya dibutuhkanlah literasi digital dan informasi (LIDI) bagi guru agar memahami dengan lebih baik terkait perananya dalam IKM
Peran utama guru seperti yang disampaikan Wina Sanjaya dalam Elfrianto, dkk (2023:187) adalah penyampai ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan manusia masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus diwariskan. Apa yang terjadi di zaman digitalisasi saat ini jika kita kaitkan dengan peran guru yang disampaikan tersebut sangat benar sekali. Guru sangat berperan penting terhadap informasi masa lalu yang dikaitkan dengan masa kini. Masa lalu adalah hasil dari masa kini, dimana masa lalu bisa terlihat dari cara guru mendapatkan informasi ketika tahun 90an hanya menggunakan buku, majalah, surat kabar, mesin ketik manual, OHV dan televisi pun masih belum beragam programnya.
Sekarang banyak macam jenis komunikasi yang dijadikan sumber, alat oleh guru dalam menunjang peranannya. Kita masuk dalam era digitalisasi
Digitalisasi membawa dampak besar bagi gaya hidup manusia, gaya disini termasuk dalam bagaimana cara manusia mendapatkan pengetahuan baik untuk dirinya dan mendapatkan informasi yang bisa dikelola untuk menunjang pekerjaan bagi yang sudah bekerja.
Apapun informasi yang ingin kita ketahui bisa membuka internet, dengam mengetik judulnya saja sudah membuat kita menemukan apa yang ingin kita baca.
Aplikasi-aplikasipun beragam jenis bentuknya, mulai yang bermuatan positif bahkan muatan negatif. Informasi yang kita dapatkan dengan mudah, jika tidak disaring, diteliti apakah benar atau tidak, akan menyebabkan kita terjerumus dalam sebuah konsep pemikiran yang salah.
Semua orang sekarang bisa menulis apapun yang mau mereka tulis dan diapload di internet, sesuai dengan pendapat atau pandangan diri mereka sendiri, artinya akurasi dan kebenaran isi tergantung dari masing-masing penulisnya.
Walau tentu saja, penulis yang satu dapat dikoreksi oleh penulis yang lain yang sama-sama menjadi kontributor.
Dengan demikian dibutuhkan kepedulian diri juga dalam cek ricek informasi yang akan kita pakai sebagai guru untuk memfasilitasi siswa terkait dengan literasi digital.
Dalam literasi digital ini tentunya juga memiliki etika. Etika informasi digital disini maksudnya adalah bagaimana kita mencari, cek ricek kevalidan sumber informasi, mengevaluasi berbagai isu, bagaimana kita memahami, menerima dan menyampaikan informasi online secara baik dan benar.
Sehingga kita tidak terjebak pada informasi hoax. Gunakan aplikasi, link, konten baik berupa tulisan, video, atau gambar yang akan mampu membangun nalar kritis positif kita.
Semakin kuat dan baik LIDI kita, maka jelas semakin banyak informasi yang kita dapatkan dan mampu kita komunikasikan pada rekan sejawat, siswa, orang tua siswa dan masyarakat.
Terima kasih
*Penulis adalah ASN Senior sekaligus pegiat pendidikan sebagai Supervisor handal, tinggal dan menetap di Kota Sumbawa Besar.




















