Dugaan Pungli di Pantai Seger Lombok Tengah Resahkan Pengunjung dan Wisatawan

JejakNTB.com, LOMBOK TENGAH | Wisatawan mulai diresahkan dengan adanya aksi dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum di tempat wisata Pantai Seger, Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pantauan media hal tersebut terendus dari informasi yang diterima redaksi dari warga sekitar maupun pengunjung lokasi tersebut,

Aksi dugaan pungli tersebut berhasil direkam oleh pengunjung dan viral setelah beredar luas di media sosial. Beragam tanggapan dan komentar para netizen menyertai video tersebut.

Dari rekaman video tersebut seorang ibu mengancam untuk melaporkan oknum yang diduga melakukan pungli. Dengan santai seorang pemuda yang memakai baju kaos warna hitam menjawab silahkan laporkan saja.

Saat ditegaskan memangnya tempat ini milik pribadi, pemuda itu pun mengklaim bukit sekitar Pantai Seger milik pribadi.

” Sedikitnya ada 3 portal yang dilewati dan di tiap tiap portal membayar Rp 10.000,” kata salah seorang pengunjung Hj. Intan Hulicelan, Selasa.

Setelah sampai parkir kemudian bayar lagi untuk 1 orang yang menggunakan mobil senilai Rp 10.000,-. Jumlah itu sudah termasuk untuk membayar naik keatas bukit Seger.

” Saya kesana bersama 4 orang diminta bayar Rp 40.000 kalau mau naik ke bukit, ya akhirnya saya balik karena merasa risih serba bayar untuk sekedar menikmati alam.” Katanya.

Perempuan itupun sempat debat dengan para petugas yang meminta tarif kunjungan dan meminta mereka untuk menjelaskan karcis untuk apa dan apakah itu resmi dari pemerintah daerah

” Setelah saya cek tidak ada cap stempel dari pemerintah daerah. Saya tegaskan ke mereka bahwa ini pungutan liar.” katanya.

Contoh karcis dilokasi wisata yang tidak disertai cap dan stempel.

 

Ketika harus membayar segitu banyaknya dengan fasilitas seadanya, Intan menilai sangat tidak wajar dan justru mencoreng dunia pariwisata. Tempat ini kan milik masyarakat NTB dan semua masyarakat berhak menikmatinya.

“Jadi tidak mesti membayar sampai 70ribu apalagi toilet tidak ada, musholla juga tidak ada. Keamanan parkir pun diragukan, hanya sebatas numpang parkir,”katanya.

Bayangkan saja lanjutnya, jika orang yang membawa uang pas – pasan ingin menikmati wisata ini, kemudian diminta uang segitu banyaknya apakah tidak kasihan. Hal hal seperti ini harus menjadi atensi dan segera ditangani.

” Kalau begini terus rusak citra pariwisata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lombok Tengah, Lendek Jayadi yang dikonfirmasi terkait dugaan pungli tersebut sangat menyayangkan atas adanya sikap oknum di daerah setempat yang cukup meresahkan para pengunjung.

” Tentu hal itu cara yang tidak sepantasnya dilakukan oleh oknum tersebut,” katanya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya bersama aparat dan pemerintah Desa Kuta akan melakukan rapat koordinasi untuk menyelesaikan persoalan pengelola tempat wisata di daerah setempat. (Nkm)

 

 

 

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top