Sekda Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo
SUMBAWA, JEJAKNTB. com| Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Upaya Mewujudkan Kabupaten Sumbawa Layak Anak, Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, Kekerasan Terhadap Anak, Anak berhadapan dengan Hukum dan Perkawinan Anak di Kabupaten Sumbawa bersama Komisi IV DPRD Sumbawa, Senin lalu (4/11) Sekda Sumbawa, Dr Budi Satriyo mengatakan akan segera membenahinya dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Doktor muda penuh energik yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa langsung merespons kegundahan dari Ketua LPA Kabupaten Sumbawa Sri Rahmatul SPd yang mengaku prihatin dengan keadaan di daerahnya.
“Oke, pertama dalam kita melihat banyak kasus, jangan kita melihatnya secara kuantitas. Nah kalau kita bicara tentang kekerasan terhadap anak maka kita akan bicara harusnya “zero case” karena ini berhubungan dengan manusia dengan anak anak dengan generasi penerus maka kita pastikan harus ada perlindungan yang betul betul protektif ‘all of the role’ jadi oleh sebab itu usulan-usulan untuk siapkan pekerja sosial (Peksos.Red) itu sudah kita lakukan tinggal dikoordinasikan secara intensif dengan Kementerian Sosial (Kemensos RI. Red) serta InshaaAllah dalam waktu secepatnya kita akan melakukan itu
Ketika disinggung banyaknya kasus anak yang terjadi di Kabupaten Sumbawa memantik nalar cerdas seorang Sekda merespons secara holistik.
“Karena terus terang saja kasus kekerasan anak ini juga kini telah menjadi perhatian serius semua pihak terutama Dewan, apalagi sudah mulai di susun Draft Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda. Red) Kabupaten Layak Anak, Ini menjadi tanda bahwa kekuatan dan ikhtiar kita untuk lebih mengarah bagaimana melindungi, menjaga anak-anak, generasi kita karena ikhtiarnya bagaimana mewujudkan Indonesia Emas 2025, Sumbawa Emas bahkan NTB Emas tahun 2025,” terang pria humble dan cepat akrab dengan siapapun ini pada JejakNTB.
Masih Budi Prasetyo, terkait dengan adanya desakan membuat Peksos dari rekanan lembaga perlindungan anak dan remaja serta perempuan dirinya menyanggupi.
“Oleh karena itu di dokumen pencanangan kita sudah di form-kan dan inshaaAllah secepatnya kita akan usulkan peksos dan saya akan membuat gebrakan secara kelembagaan, Pemerintah Daerah Akan Segera melakukan pertemuan dengan Kementerian Sosial RI dalam waktu dekat untuk memastikan itu,” tandas Budi Prasetyo.
Saat ini Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa belum memiliki kantor dan masih menumpang di kantor orang lain padahal akomodasi sangat menunjang suatu organisasi dalam mencapai misinya.
“Termasuk mensupport semuanya termasuk ada beberapa hal terkait dengan struktur kita pastikan, infrastruktur juga, begitupula dengan suprastrukturnya serta jaringan perlu dipastikan sehingga tingkatan mulai pemda, terus kecamatan hingga desa bakal terbentuk sehingga layanan otomatis terakses semua nantinya termasuk membangun kantor Sekretariat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) secara mandiri dan independen juga disertai pekerja sosialnya (Peksos),” urai Budi.
Budi menjamin mimpi ini akan segera terwujud, mengingat anak dan generasi adalah asset Sumbawa dan Bangsa yang tak ternilai harganya.
“Oke 2025, saya support semuanya. Nanti cleared di tahun itu mas,” pungkas Dr. Budi Satriyo Sekertaris Daerah Kabupaten Sumbawa pada jejakntb.com (Nukman)




















