Dituding ‘Provokator’ Sejumlah Guru SMPN 1 Wawo Keberatan

JEJAKNTB.COM | Ada yang menarik dari informasi sejumlah guru SMPN 1 Wawo yang diundang Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima, Khusnul Khatimah ke ruang Kadis, Kamis, (22/5/2025). Keempat orang tersebut tidak tahu menahu soal dugaan kasus penyimpangan anggaran dana bos dan pemalakan tunjangan sertifikasi guru atau profesi.

Bagi guru – guru itu bekerja yang baik dan tepat waktu adalah suatu keharusan dan sebuah keniscayaan sebab kesuksesan yang diraih harus dengan giat bekerja dan tepat waktu

” Kita ini guru profesional abangku, bukan kaleng kaleng,” tuturnya kepada jejakntb

Sebelumnya, mencuat isu dugaan penyimpangan dana BOS dan pemalakan tunjangan sertifikasi guru yang diduga dilakukan oknum kasek SMPN 1 Wawo yang beralamat di jalan lintas Sumbawa Wawo Bima.

“Bagus tulisannya pemberitaannya pak.tpi sayang sekali, mda bukan orang yang dipermasalahkan itu.banyak Maff mda GK berani memberikan pernyataan. berita yang diekspos media aja, kami dituding memfitnah.pdahal kami TIDAK tahu menahu menceritakan hal itu ke media.hub az guru guru yang memiliki masalah itu.maff y.,” mengutip sms salah satu guru yang enggan dikorankan namanya dengan bahasa campuran Indonesia – Bima pada WhatsApp Redaksi.

Keempat guru yang “dipaksa” menghadap kamis kemarin adalah hanya sebatas asumsi tanpa data dan fakta bukan biang keroknya tetapi ada oknum yang sengaja ingin mencemari nama baik mereka.

” Madadoho guru profesional, itu intinya,” terang nya.

Informasi yang dihimpun media, ibu-ibu tersebut tidak tahu menahu dan sangat tidak mengerti dengan cara Kepsek memanfaatkan kadis guna memanggil dirinya secara tim. Menurut mereka cara itu kurang elok dan menyudutkan guru – guru yang tidak tahu menahu soal dugaan tersebut.

“Kami fokus dengan mengajar, mendidik, melatih dan membimbing peserta didik. Sekali lagi, kami tegaskan tidak mau tahu dengan urusan orang-orang, kita ini guru profesional bukan ecek ecek,, kami ini korban tudingan tak berdasar,” ucapnya kepada jejakntb Jumat sore.

Terkait dengan pernyataan Guru tersebut, Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima belum bisa dimintai keterangan.

Sebelumnya, guru-guru SMP Negeri 1 Wawo Kabupaten Bima diduga menghembuskan informasi atau menjadi informan salah satu media online di Bima dengan menaikkan isu dugaan pemalakan sertifikasi dan penyimpangan dana BOS yang dilakukan oknum kasek Sri Hartati.

Hingga Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin, mengumpulkan para guru di ruang kerjanya, Kamis (22/5/2025) guna mencari benang merah penyelesaian kisruh warga sekolah SMPN 1 Wawo agar tidak berbuntut panjang namun cara kadis pendidikan ini konyol karena tidak mengundang pengawas pembina, korwil pendidikan wilayah setempat bahkan CEO salah satu media online yang gencar memberitakan kasus tersebut.

Sehingga pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan konkret melainkan secara lisan dan kekeluargaan, sedangkan sumber utamanya tidak mampu diungkap pihak dinas bersama kepala sekolah.

Kisruh tersebut mengundang keprihatinan dari tokoh masyarakat yang bernama H.Khair, SH., MH. Saat ditemui jejakntb di lapangan olahraga tenis di bilangan Soekarno Hatta Kota Bima, Jum’at pagi , beliau tangan kanan Dokter Irfan Wakil Bupati Bima sangat mengakui Dinas Dikbudpora Kabupaten itu sangat bermasalah.

“Dinas pendidikan warisan Dinda Dahlan sangat bermasalah, dan lihat aja nanti endingnya,” ucapnya memulai wawancara dengan jejakntb.

Menurut beliau, Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima termasuk OPD yang banyak jadi sorotan karena manajemen pengelolaan Dinas mengemuka di ruang publik hingga ke bawah serta kerap melakukan pungutan liar dan mal administrasi.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top