Ditreskrimsus Polda NTB : ” Soal Pupuk Bima sudah kita panggil Sekda dan Kepala Dinas, Intinya Pupuk tidak langka dan Pemerintah Wajib Hargai Petani”

Oleh       Redaksi

Editor     Nukman

 

MATARAM, JejakNTB.com,- Persoalan pupuk yang memicu tragedi di Kabupaten Bima kini menemukan titik terang, Kapolda NTB melalui Direktorat Kriminal Khusus Polda NTB, IGPG Kombes Pol. Ekawana, SIK.MH saat diwawancarai media ini sesaat setelah jumpa pers kemarin mengatakan bahwa dirinya telah memanggil ke Mapolda NTB berbagai pihak tetkait persoalan pupuk maipun obat obatan petani Bima Dompu baik itu ditingkat Distributor hingga pengecernya,

Pantauan media, Mantan Kapolres Bima yang terkenal cerdas tegas bersahaja dan berani tersebut sangat serius untuk menjerat para pelaku terkait  persoalan pupuk maipun obat obatan petani Bima Dompu baik itu ditingkat Distributor hingga pengecernya, sehingga memicu konflik dan membenrurkan aparat keamanan dilapangan November lalu,

Ditreskrimsus Polda NTB ini berkomitmen untuk menyelesaikan kasus pupuk dan obat obatan di Kabupaten Bima bahkan lainnya yang meresahkan para petani saat ini dan yang akan merugikannya karena usia tanaman petani hari ini sangat membutuhkan zat penyubur berupa urea dan phonska serta jenis padat maupun lainnya.

Ekawana bersikeras untuk menuntaskan tanpa pandang bulu, siapapun dia baik itu pengecer, distributor bahkan pejabat sekalipun yang bermain dan berkonspirasi dibalik itu semua pasti akan berurusan dengan hukum dan regulasi yang berlaku,

Pantauan media Direktorat Kriminal Khusus Polda NTB dibawah Komando Mantan Kapolres Bima ini terbilang cukup cerdas juga, pasalnya ketika kita memasuki ruangannya yang berada di sebelah timur dekat SPKT Mapolda langsung kita dihadapkan dengan sejumlah banner yang sangat edukatif seperti mencantumkan nomor polisi untuk pengaduan sejumlah persoalan pidana dengan hotline number yang bisa dijangkau dengan online dan tepat waktu.

Awak media begitu tiba di Tribun Bhara Daksa langsung disapa beliau dan menyambut media dengan penuh kekeluargaan

” Gimana Man, sapanya akrab saat bertemu dengan Pimred JejakNTB.com saat moment jumpa pers kemarin,

Media langsung ke inti masalah terkait dengan trend nya kelangkaan maupun merangkaknya harga kebutuhan para petani di Bima hingga menyebabkan tragedi berdarah di Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima November lalu yang menyebabkan terduga pelaku oknum brimob inisial MA kini diduga menjadi otak penembakan warga.

Soal pupuk sudah kita atensi dan memanggil berbagai pihak termasuk para pejabat guna dimintai informasi dan keterangannya terkait soal pupuk yang sangat meresahkan para pejuang lumbung pangan itu, Kata Ekawana mengawali wawancara.

“Iya, betul sekali sejumlah Kepala Dinas di Kabupaten Bima seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Sekertaris Daerah (SEKDA) termasuk Kepala Bagian Ekonomi Setda Pemkab Bima juga

“Memang kesimpulannya bahwa pupuk dan obat obatan lainnya bagi petani pada dasarnya memang tidak ada yang langka cuma terjadi missed komunikasi terhadap pendistribusian di lapangan itulah yang terjadi sehingga menimbulkan menjadi masalah karena apa karena lemahnya kontrol pengawasan, ungkap Ekawana

“Itulah kesimpulannya sehingga dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab, imbuhnya

Harapan saya agar menjaga pejuang pangan utama daerah yakni para petani kita yakni dengan memberikan penghargaan yang sebaik baiknya atau yang pantaslah karena tanpa ada pejuang pangan utama daerah yakni para petani kita tidak bisa makan nanti dan petani itu harus dan wajib serta layak diapresiasi hasil keringat dan jerih payahnya selama ini

Ekawana juga berpesan kepada Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE agar mereward petani dan mengakomodir serta berpihak kepada para pejuang pangan daerah yang hingga hari ini telah mengantarkan kita ke swasembada pangan bahkan sangat dikenal dunia,

“Petani itu pahlawan dan pejuang kemanusiaan sudah sepatutnya mereka kita hargai jerih payahnya dengan pola dan cara kita agar hasil dan produksi yang mereka hasilkan dapat membantu ekonomi keluarganya, bisa untuk menafkahi keluatga mengingat jasa jasanya tiada tara dan saatnya Bupati memikirkan hal tersebut, terangnya.

Masih Eka, Kalau enggak ada petani siapa yang bisa makan siapa yang akan melaut dan  lainnya jadi saya berharap baik pemerintah maupum stakeholders yang ada bisa merawat hubungan baiknya dengan kedekatan emosional yang cukup baik dengan para petani kita,

“Harus merawat mereka, dirawat petani itu dengan baik seperti mereka merawat dirinya sendiri, pungkasnya.

Elshabir Alghura, SH selaku  pegiat dan aktifis menilai pesan moral force yang disampaikan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Barat tersebut sangat bagus dan mengena,

” Betul apa yang disampaikan pak Ditreskrimsus Polda bapak IGPG Ekawana dan hal tersebut fakta di lapangan oleh karena demikian mulai saat ini pemwrintah daerah terutama pemkab Bima harus mencerna pesan pesan moral yang disampaikan bahwa majunya suatu bangsa negara daerah dan baikmya tatanan masyarakay tergantung sungguh bagaimana kita memuliakan para petani kita bukan malah sebaliknya memicingkam mata terhadap nasib para petani, tutupnya.

 

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top