Distan Gencar Kursus Tani Sekolah Lapang Tematik Hortikultura, Dorong Perubahan Pola Bertani Modern

Distan Gencar Kursus Tani Sekolah Lapang Tematik Hortikultura, Dorong Perubahan Pola Bertani Modern

 

SUMBAWA, JEJAKNTB||Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa semakin gencar menyelenggarakan program Kursus Tani Sekolah Lapang (SL) Tematik Hortikultura.

Kegiatan ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas petani, mendorong penerapan inovasi teknologi, dan mentransformasi pola bertani tradisional menuju pertanian modern yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Program SL Tematik Hortikultura ini menyasar sejumlah kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa dengan komoditas unggulan seperti bawang merah, cabai, atau tomat, bergantung pada potensi lokal masing-masing daerah.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Kepala Dinas Pertanian, Ir. Ni Wayan Rustini, M.Si. menjelaskan bahwa sekolah lapang tematik merupakan metode pelatihan partisipatif yang efektif, di mana petani belajar langsung di lahan pertanian mereka sendiri.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar petani dapat mengamati, berdiskusi, dan memecahkan masalah yang dihadapi di lapangan secara bersama-sama, dengan bimbingan penyuluh dan narasumber ahli,” ujarnya.

Melalui program ini, petani diajak untuk:

Mempelajari teknik budidaya hortikultura yang efektif dan efisien.

Menerapkan praktik pertanian organik dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan agen hayati untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Memanfaatkan inovasi teknologi pertanian terbaru yang sesuai dengan kondisi lokal.

 

Pelaksanaan di Lapangan

Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini berada di wilayah Moyo Utara yang melibatkan Kelompok Tani wilayah Moyo Utara.

Para petani antusias mengikuti serangkaian pertemuan yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Mereka terlibat aktif dalam diskusi kelompok, praktik langsung di lahan percontohan, hingga tahap panen raya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami jadi tahu cara mengatasi hama dan penyakit dengan solusi yang lebih ramah lingkungan, bukan cuma pakai pestisida kimia terus-menerus,” tutur Ilham petani setempat salah satu peserta kursus tani.

Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak

Program ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Distan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), dan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat, bahkan keterlibatan Babinsa di beberapa daerah.

Dengan gencarnya pelaksanaan kursus tani sekolah lapang tematik hortikultura ini, diharapkan dapat terjadi perubahan signifikan dalam pola pikir dan keterampilan petani, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas panen, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan daerah.(Aan)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top