Diduga tidak bayar Pajak dan lama menunggak, BTS Manggelewa disegel Aparat Pol PP Dompu

JejakNTB.com,- Sebuah Tower Telekomunikasi atau BTS [Base Transceiver Stasiun] berfungsi untuk menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan yang menuju ke arah lain setinggi kurang lehih hampir 52 meter yang berlokasi di Manggelewa Kabupaten Dompu, disegel Satpol PP Kabupaten Dompu,   Selasa [15/2] sekitar pukul 13.00 wita.

Menara Tower milik PT. Telkomsel yang telah lama beroperasi di wilayah Dompu tersebut sengaja disegel Aparat Satuan Polisi Pamong Praja ditengarai masa berlaku izinnya telah berakhir dan dinyatakan expired dan dianggap lalai dari kewajiban maupun tanggungjawab atas MOU yang disepakati bersama Pemkab Dompu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sukardin HS melalui media ini Selasa [15/2] saat dihubungi di lokasi menegaskan

” Menara Telekomunikasi ini disegel karena melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Dompu nomor 20 Tahun 2011 tentang Retribusi  Perizinan tertentu,” ucapnya.

Ketika ditanya berapa lama menara PT Telkom tersebut menunggak kewajibannya dalam hal membayar pajak sesuai petunjuk peraturan tersebut, Sukardin meminta sejumlah awak media untuk mengkonfirmasi lebih detailnya kepada pihak Dinas Perizinan satu pintu.

” Silakan tanyakan langsung kepada pihak Dinas Perizinan satu pintu karena bukan kewenangan kita menjawabnya ranah kita hanya pada penegakan hukum dan regulasi perda saja, pungkasnya dihadapan sejumlah media saat ditemui dikantornya siang tadi.

Saat ini di era AKJ SYAH sudah sangat ketat bagi para pelaku usaha maupun lainnya di Bumi Nggahi Rawi Pahu jika tidak patuh loyal dan taat seperti membayar pajak apalagi sudah jatuh tempo maka kebijakan publik yang diterapkan Pemkab Dompu tidak memandang siapapun dan unsur manapun.

Hingga berita ditulis dan dinaikkan belum ada pihak Perizinan yang bisa dihubungi terkait penyegelan tower di Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu oleh sejumlah pasukan berseragam Satpol PP Dompu namun media tetap mengkonfirmasi hingga ada kejelasan dan keberimbangan beritanya.

[TIM]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top