Ilustrasi
JejakNTB.com, BIMA | Ada – ada saja cara oknum Kepala Sekolah di wilayah Madapangga ini menutupi kebutuhan hidupnya, terungkap oknum Kepala Sekolah yang sebentar lagi pensiun tersebut menjual sejumlah meja dan kursi yang sudah tak layak pakai kepada oknum kontraktor tanpa melakukan proses lelang dan merapatkan perihal jual aset bekas itu kepada warga sekolah terutama Dewan Gurunya termasuk Komite Sekolah.
Kejadian ini bermula dari pengakuan salah seorang guru tetap di sekolah tersebut atas nama Adiatman SPd yang secara tidak sengaja mau masuk mengajar dan melewati salah satu gudang yang sebelumnya penuh dengan barang barang bekas kini telah menjadi kosong melompong tak berbekas,
” Kemana meja persegi panjang maupun kursi meja disini kok hilang semua dan siapa yang mengambilnya? tanyaknya heran. Keheranan Pak Guru itu akhirnya terjawab oleh pengakuan salah seorang penjaga sekolah atas nama Hasan (56) warga Ndano yang kesehariannya menjaga dan tidur di rumah penjaga.
” Meja dan kursi sudah Bapak Kepsek jual pada saudara M Lubis dan saya dijanjikan dapat bagian dari barang barang tersebut namun hingga kini belum diserahkan,” ucap Ama Heso begitulah beliau akrab dipanggil warga sekolah setempat.
Sontak saja pengakuan Heso membuat semua guru pada Sekolah SMPN 4 Madapangga yang berlokasi di Desa Ndano terheran dan sangat kaget meja dan kursi sebanyak itu dijual dengan harga satu sen tanpa dimusyawarahkan dengan semua Bapak dan Ibu guru yang ada di sekolah.
” Kok bisa asset itu dipindahtangankan ke orang lain tanpa kesepakatan dengan Komite, dan Guru sementara lembaga ini milik pemerintah dan terdapat warga sekolahnya. Apapun alasannya menjual atau memindahkan asset tanpa sepengetahuan kita semua jelas mengundang tanda tanya besar semua pihak,” ungkapnya.
Kejadian itu adalah yang kesekian kalinya terjadi setelah sebelumnya sebuah gentongan besar untuk penampungan air yang disimpan dan diletakkan diatas menara besi pun hilang tak berbekas.
” Termasuk Bak Air disamping atau sebelah barat WC siswa pun hilang. Dan dicuri termasuk satu unit televisi flat ukuran 25 inch pun turut raib diwaktu yang berbeda,” ungkap Guru Adi
Kejadian hilang dan raibnya asset sekolah di tempat tersebut sudah sering terjadi dan terkini adalah hilangnya 17 unit meja dan sejumlah kursi peserta didik di gudang penyimpanan yang biasa dilakukan untuk menyimpan barang tak layak pakai.
Pantauan media, barang barang yang disebutkan warga sekolah setempat memang sudah tidak ada kuat dugaan benda tersebut telah dijual untuk diuangkan.
Adalah Damsus MS SPd Kepala Sekolah SMPN 4 Madapangga yang diduga pihak yang bertanggungjawab atas hilangnya sejumlah asset sekolah tersebut. Saat media ini hendak mewawancarainya yang bersangkutan sedang tidak berada di ruang kerjanya,
Bapak lagi ke NTT pak wartawan dan mulai hari ini tidak masuk kantor,” ucap salah seorang wakasek urusan tertentu yang enggan diberitakan namanya.
Tak habis disitu, media mencoba mengkonfirmasi pada yang lainnya terkait kosongnya gudang pada sekolah tersebut, adalah Aminullah salah seorang guru senior yang ditunjuk sebagai pelaksana harian mengakui hal tersebut.
” Asset lama tersebut saya dengar telah dijual kepada saudara M Lubis HM Amin warga Dena yang ber profesi sebagai Kontraktor yang tengah mengerjakan pekerjaan fisik di sekolah, beliau jualkan ke Lubis dan Lubis tentunya bayar,” ucap Aminullah pada media saat dihubungi diruang kerjanya Sabtu (3/9/2022).
Rupanya sejumlah meja bekas tersebut termasuk kursi dibeli Lubis untuk dipakai lagi sebagai perabot pada kegiatan fisik yang tengah ditanganinya dalam kegiatan DAK FISIK 2022 pada Unit Kerja SMPN 4 Madapangga.
Untuk menguatkan isu menjadi sebuah locus tempus persoalan media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut pada Kontraktor CV Pejuang atas nama Lubis ternyata benar adanya.
” Iya, saya yang beli dari pak Damsus dan barang barang tersebut hemat saya masih layak pakai,” ucap Lubis Sabtu kemarin pada media.
Menyikapi hal tersebut media mencoba mengkonfirmasi kepada konsultan proyek apakah bisa perabot bekas yang sudah pernah dipakai di manfaatkan kembali atau dianggap pengadaan sementara kualitasnya sangat diragukan.
Saat dihubungi Syaifullah ST selaku konsultan belum bisa dihubungi karena jaringan handphonenya sangat tidak mendukung untuk itu namun jejakntb.com tetap berusaha menghubungi untuk keberimbangan berita dan kejelasan kelanjutan nasib pemgerjaaan DAK FISIK 2022 yang tengah menjadi sorotan publik. (TIM)




















