Diduga Manajemen Perindo Amburadul, Caleg DPR RI Kesel dengan Cara Ketua DPP

JejakNTB.com | Manajemen Partai Persatuan Indonesia (Perindo.RED.) kini disorot berbagai pihak, Partai besutan HT itu hingga detik ini diduga belum menggelontorkan dana kesaksian maupun lainnya kepada kader dan anggotanya yang saat ini tampil menjadi caleg di berbagai level dan tingkatan. Gejala itu mengundang kegundahan sejumlah elit partai termasuk caleg yang diusung partai itu. Dugaan itu mengemuka saat awak media mewawancarai Tuan Guru Haji Mas’un, S.Pd., S.H., M.Pd. Calon Anggota DPRD Provinsi NTB  Dapil Nusa Tenggara Barat 5 yang juga merupakan Ketua Perindo Kabupaten Sumbawa, minggu lalu via handphone redaksi.

TGH Mas’un mengaku heran dengan sikap pengurus wilayah DPW NTB yang membiarkan hingga hari ini anggaran partai belum digelontorkan padahal sudah mendekati hari H pemilu atau sekitar 13 hari lagi

” Iya faktanya begitu mas mau gimana lagi  saya aja bingung harus bagaimana termasuk caleg kita di Dapil NTB 1 pun mengeluh, dengan kekurangan cost sebagai anggaran operasionalnya dari partai sebagai kendaraan utama majunya sebagai caleg” ungkapnya

Keadaan ini hampir merata di Perindo dan diduga manajemen kepartaiannya terkendala anggaran mengingat partai baru itu juga membutuhkan suntikan dana segar guna menunjang kegiatan pencalegan dan kepemiluan

” Pak Boris aja sudah mulai bosan mas dengan fakta dan kenyataan yang terjadi, kita sudah meminta anggaran tetapi itu tadi,” ucapnya

Senada dengan TGH Mas’un, Caleg DPR RI  Dapil NTB 1 yang meliputi Sumbawa, KSB, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima Boris Syaifullah SH mengaku sangat kecewa dengan kebijakan partainya,

“Sumpah saya menyesal menerima tawaran mereka, saya dikorbankan seperti ini,” tulisnya di whatsapp saat menjawab WA Redaksi jejakntb.com

Boris mengaku menyesal bergabung dengan perindo pasalnya hingga kini anggaran yang dijanjikan untuk mensupport dirinya maju sebagai Calon anggota DPR RI semakin tidak jelas dan diawang awang.

” Dari partai sama sekali gak ada bang saya kira ada makanya saya di akali dan dikecohkan mulut dan janji manisnya ternyata semuanya fatamorgana,” bebernya

Sementara Ketua DPW Perindo NTB, Hairul Rizal menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan dirinya sangat membantah

” yang saya tanya yang utama adalah data saksi, ada enggak data saksi. Saya sudah keliling semua mulai  Kabupaten Bima hingga Sumbawa. Banyak yang tidak punya saksi terus kita mau bayar apa dan siapa kalau datanya kurang lengkap, uang operasional ada tapi wajib disertai data data baru kita bayar semuanya,”pungkasnya

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top