Diduga Agen Bank Sinar Mas Bima Tipu Debitur dengan Modus Pengajuan Kredit

FOTO. Screenshot sebuah logo Bank Sinarmas

 

BIMA, JEJAKNTB.COM|Hati-hati bagi siapa saja yang hendak mengajukan permohonan pinjaman dana tunai dan jaminan BPKB mobil serta lainnya ke berbagai Bank Swasta, kini bergentayangan oknum mengatasnamakan pegawai bank , terkadang staf hingga agen padahal sejatinya dia oknum yang memanfaatkan kesempatan dan kelengahan masyarakat.

Calon Kreditur asal Madapangga bernama Nurwalidah (53) mengaku diakali oleh oknum agen yang mengatasnamakan dirinya pegawai Bank Sinar Mas Cabang Bima. Awalnya, ibu dua anak ini hendak meminjam dengan cara take-over menggunakan BPKB mobil namun nahas diduga diakali oleh beberapa oknum di Bank Swasta milik Cina tersebut dengan meminta data dan terakhir meminta transferan sejumlah uang agar dipercepat prosesnya.

“Awal mulanya saya punya pinjaman di pegadaian dengan platform Kupedes terus tertunggak dan meminta tolong ke teman untuk membackup dan mengajukan permohonan pinjaman secara take-over, sisa pinjaman di pegadaian mau diselesaikan secara carry-out pakai dana talangan Sinar Mas , gitu kronologisnya” ucapnya.

Ide tersebut terpantau muncul dari oknum pegawai pegadaian KCP berinisial IR dengan unit kerja wilayah Bolo yang merasakan pinjaman Kupedes atas nama ibu dua anak ini diduga agak seret bayaran iurannya pada Persero yang kerap mengusung slogan “Mengatasi Masalah tanpa Masalah”.

Masih Walidah, oknum tersebut mengaku bernama inisial AP dan TD dari Bank Sinarmas dan memastikan bisa memproses keinginan Ibu Nurwalidah sepanjang bisa melengkapi data dan informasi lainnya sesuai syarat dan ketentuan berlaku di Bank tersebut.

” Saya tidak kenal mereka, tapi oknum pegawai di pegadaian Bolo yang perkenalkan memberikan nomor kami ke rekannya untuk dikonfirmasi apakah kami berminat di take-over seperti ini atau tidak, gitu bang ceritanya,” bebernya Minggu (6/7)

Dia tidak mengira oknum TD dan AP yang diberikan IR kepada dirinya diduga penipu yang memanfaatkan usulan pinjaman dengan modus baru.

“Ternyata saya salah orang, kedua oknum yang mengaku pegawai bank Sinarmas itu adalah agen yang tugasnya mencari target untuk diajak menjaminkan unitnya dengan imbalan seadanya dari pihak perusahaan multifinance yang ada bukan bagian dari Sinar Mas,”

Kedua oknum AP dan TD dalam aksinya membawa nama Bank Sinarmas menawarkan pencairan cepat kepada debitur dengan harapan ada imbalan di muka, sehingga pencairannya tepat waktu dan tidak ribet.

” Iya, karena saya punya kebutuhan dan keinginan maka saya okekan termasuk mengiyakan permintaan transfer sebesar Rp 200rb ke rekeningnya sebagai tanda jadi atas nama rekannya Yogi Ariyanto,” ungkapnya.

Oknum AP dan TD setelah dikonfirmasi wartawan JejakNtb tidak menjawab bahkan memblokir nomor kontak media. Namun pengakuan ibu tersebut dirinya sempat mentransfer uang tersebut untuk memenuhi permintaan dengan dalih TTD pencairan dipercepat.

Bahkan data-datanya sudah dikirim semua melalui WhatsApp termasuk unitnya dan foto asli STNK dan pajak mobil merek Toyota Avanza keluaran 2010.

“Semua data sudah kami kirimkan via WhatsApp dalam bentuk gambar dan pdf namun ternyata itu semua hambar dan diakal-akali,” tuturnya.

Terpantau, di handphone Nurwalidah ada chattingan permintaan dari oknum terduga pengelabuan meminta sejumlah uang.

“Kan sudah di jelasin kmrin buk. 

Seharusnya kita turun pra survei tpi ibu mau cpt kan. 

Mau gak di ribetin gitu,” tulis oknum di chattingan WhatsApp beberapa hari lalu.

Untuk diketahui Nurwalidah ini melakukan komunikasi ini terhitung sebelum lebaran haji atau Idhul Adha 1447 hijriah namun nahas hingga kini proses pencariannya hambar bahkan tidak ada sama sekali.

Dia mengaku pernah menerima sms nya yang terakhir sebelum akhirnya diblokir sama Nurwalidah, adapun sms oknum TD sebagai berikut,

 

“Tunggu di tlpn hri ini buk.

Sesuai dgn catatan yg di krim kmrin buk, Pengajuannya meningkat jadi 66 juta buk..Catatan untuk konfirmasi.

Jangan smpai salah jawab.

Baca saja ini ketika ditanya ta,” tulis oknum sebelum diblokir

 

Ironisnya, AP dan TD sempat mengkondisikan korban agar siap siap menerima sambungan via telefon dari pihak Bank Sinarmas,” iya, betul sekali bang, seakan-akan kami akan dihubungi melalui saluran telepon dan diwawancarai namun ternyata itu palsu,” ungkapnya.

Pihak Sinarmas Cabang Bima yang dikonfirmasi wartawan JejakNtb Sabtu (5/7) tidak ada yang bisa memberikan komentarnya terkait dugaan kasus tersebut.

“Sudah sore, bang ! Maaf, ya kantor jelang tutup dan sudah tidak lagi menerima nasabah dan siapapun termasuk tamu,” ucap satpam yang enggan dikorankan namanya.

Ketika ditanya identitas kedua dengan inisial AP dan TD sejumlah security tidak mengenalnya namun ada pegawai bank Sinarmas yang mengaku bernama Alan yang menanggapi.” Mereka bukan staf, pegawai melainkan agen saja bang dan bank Sinarmas tidak pernah meminta imbalan untuk dan atas jasa yang diberikan karena kita bekerja secara profesional, jika bapak ibu pingin menjadi kreditur jangan melalui oknum yang tidak dikenalnya melainkan datang langsung ke kantor kami di Kota Bima,” pungkasnya.

(Nukman)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top