DAK Fisik 2022 Kembali Menuai Kritikan di Madapangga, Ada Paket Tak Berpapan Nama dan Berpapan Tapi Sengaja Disembunyikan

Gambar. Papan Informasi salah satu CV yang ditunjuk Dinas Dikbudpora Bima untuk melaksanakan kegiatan fisik bangun baru pada Salah Satu SMP di Wilayah Kec. Madapangga. (Foto diambil Sabtu,13/8 oleh Nkm)

 

 

JejakNTB.com, MADAPANGGA|Kegiatan Pengelolaan Pendidikan Menengah di Kabupaten Bima kembali dikritik sejumlah pihak setelah sebelumnya viral RSUD Sondosia ingin diubah namanya menjadi RSU FZ kini Pemkab Bima kembali asal asalan menunjuk pihak ketiga sebagai pelaksana proyek disejumlah sekolah tanpa memperhatikan rambu dan etika.

Seperti rencana pembangunan ruang Laboratorium Komputer beserta perabot yang akan dilaksanakan di salah satu sekolah ini saja papan informasinya sengaja disembunyikan oleh CV Pejuang selaku pelaksana dari titik lokasi 50222336.

Salah seorang konsultan dari salah satu proyek tersebut bernama Syaifullah ketika dikonfirmasi tadi pagi di lokasi menegaskan bahwa titik lokasi 50222336 mendapatkan dua paket proyek dan seharusnya memasang dua papan informasi.

” Saya minta papan informasi kegiatan ini jangan disembunyikan silakan pasang di depan biar masyarakat tau dan tidak dicurigai oleh warga sekolah termasuk guru dan komite sekolah,” ucapnya.

Saat sejumlah awak media memonitoring lapangan secara tiba tiba bertemu dengan konsultan pelaksana Syaifullah ST asal Kananga Kecamatan Bolo yang memfasilitasi pekerjaan tersebut di lokasi.

Iya saya sudah perintahkan sedari awal kepada mereka untuk memasangnya namun tak diindahkan makanya saya mulai tegas hari ini,” ungkapnya Sabtu (13/8).

Pantauan media, begitu keberadaan papan informasi di sorot semua pihak seketika itu juga salah satu tukang atas nama Syafii H Ibrahim selaku pekerja yang hendak mematok ulang garis pekerjaan memindahkannya namun untuk satu paket di dekatnya belum juga dipasangkan hal serupa.

Salah satu warga sekolah dari pihak Komite yang juga anggota menilai Pemkab Bima melalui Dinas Dikbudpora yakni Kabid Dikdas dan Kasi Sarpras disarankan untuk membuka kotak pengaduan terkait kegiatan pembangunan di sekolah sekolah karena sejumlah kegiatan yang dilakukan CV pemula yang ditengarai timses menyisakan persoalan di Madapangga Kabupaten Bima.

” Kok, enak saja para pelaksana proyek yang dipihak ketigakan terutama para kontraktor seharusnya mereka rapat dulu dengan dewan guru dan komite maupun Kepala Desa terkait kegiatan proyek di sekolah jangan langsung datang tancap papan terus timbun pasir dan batu kali seadanya, ucap Sukardin saat diwawancarai media.

Selain Sukardin, kritikan tambahan datang dari Wakil Kepala Sekolah setempat, seharusnya kegiatan proyek tersebut sebaiknya duduk bersama segi tiga dan multipihak sebelum dilakukan penggalian dan memulai pekerjaan,

” Barangkali sebaiknya pelaksana samakan persepsi dan sosialisasikan dulu kegiatannya jangan langsung joss sebab mereka bekerja di Instansi persekolahan yang merupakan lembaga pemerintah bukan swasta yang mana dalam sekolah itu terdapat beberapa pihak mulai dari Komite Sekolah, Pengawas Sekolah, Dewan Guru, Wali Muried bahkan Ketua RT dan Kepala Dusun hingga Kades pun wajib tahu soal kegiatan di dalam lingkaran sekolah, ucap Wakasekum.

Sudah kerap kali kegiatan fisik di SMPN 4 Madapangga kurang sosialisasi dan merugikan warga sekolah bahkan masyarakat karena diduga pihak ketiga sekongkol dengan Kepala Sekolah dan segelintir oknum di sekolah untuk melancarkan aksi senyap kegiatan yang pada akhirnya kurang maksimal terlaksana.

” Saya minta inspektorat Kabupaten Bima awasi dengan ketat pengerjaan ini karena pekerjaan kemaren aja masih menyisakan persoalan,” tambahnya.

Uniknya kegiatan DAK FISIK 2022 ini dominan dilakukan oleh Timses yang tidak dilandasi dengan skill dan kemampuan mengendalikan proyek, pasalnya kegiatan kemaren tahun 2021 masih menyisakan persoalan bahkan diduga banyak yang belum diserahterimakan.

Pelaksana CV Pejuang Lubis HM Amin yang hendak dikonfirmasi terkait persoalan tersebut tidak berada di lokasi timbunan material,

” Kemarin aja kontraktornya sempat kesini dan untuk hari ini hanya menyuruh kita pekerja untuk mengantar barang ini,” ucap Kusnadi tukang ojek yang disuruh mengantar alat alat guna memulai aktifitas proyek senilai hampir 500 juta tersebut belum lagi paket bangun baru disampingnya yang belum jelas informasi kegiatannya.(NKM)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top