Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Hardiknas dan Otda Begini Himbauan Bupati Sumbawa

JEJAK, Sumbawa | Bertempat di halaman Kantor Bupati Sumbawa upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27 dan hari Pendidikan Nasional Tahun 2023 yang dihadiri oleh Bupati Sumbawa-Drs H.Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Sumbawa- Hj.Dewi Noviany, S.Pd.,M.Pd, Seketaris Daerah – Drs. H.Hasan Basri, MM, Para Asisten, Forkopimda, dan para ASN lingkup Kabupaten Sumbawa,    Selasa (2/5).

Sebelum upacara dimulai Bupati Sumbawa melepas secara resmi dan penyerahan tabungan hari tua kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun atau purna tugas terhitung mulai tanggal 1 April 2023 sebanyak 19 orang yang diterima secara simbolis oleh dua orang atas nama M.Tahkiq, SH dan Sri Rara Minarni,S.Pd., MAT.

“Mengawali sambutan ini perkenankan saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” ucap Bupati Sumbawa dalam pidatonya.

Selanjutnya dalam sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Sumbawa.

“Setelah 27 tahun berlalu otonomi daerah telah memberikan dampak positif dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka indeks pembangunan manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan asli daerah(PAD) dan kemampuan fisikal daerah, namun data juga menunjukkan bahwa filosofi dari tujuan otonomi daerah belum sepenuhnya mencapai hasil yang diharapkan.,” paparnya.

Data Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri selama kurun waktu tersebut, terdapat beberapa daerah yang memiliki PAD di bawah 20% dan menggantungkan keuangannya pada pemerintah pusat melalui transfer ke daerah dan dana desa(TKDD), hal ini tentunya menjadi sangat ironis mengingat kewenangan telah diberikan kepada daerah sementara keuangan masih tergantung kepada pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang baik ini, Izinkan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada daerah-daerah otonomi baru yang telah berhasil meningkatkan pad dan kemampuan fiskalnya, peningkatan tersebut diharapkan agar dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan lain-lain. Selain itu kepada daerah yang kemampuan pad dan fiskalnya baik tetapi ipm-nya masih rendah angka kemiskinan masih cukup tinggi dan akses infrastruktur belum baik perlu kiranya melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaran efektif serta efisien.

“Saya juga menghimbau bagi daerah yang masih rendah PAD nya agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah serta peningkatan bagi pad bahkan melebihi TKDD, tanpa melanggar hukum dan norma yang ada serta tidak memberatkan rakyat di sinilah ujian sekaligus membuktikan kemampuan leadership dan entrepreneurship (kewirausahaan) untuk menangkap peluang yang ada oleh seluruh kepala daerah di Indonesia.,” bebernya.

Melalui momentum yang baik ini, Izinkan saya mengajak kita semua untuk mendapat berdoa bersama agar apa yang menjadi tujuan otonomi daerah sebagaimana filosofi pembentukannya dapat terwujud di semua daerah, kita semua mampu menjaga stabilitas harga sehingga tidak menjadi inflasi yang dapat memberatkan rakyat kunci yang utama untuk mencapai itu adalah pada unsur sumber daya manusia terutama ASN yang berintegritas profesional kompeten dan dapat bekerja sama secara kolaboratif

Selamat memperingati hari otonomi daerah yang ke-27 “Otonomi Daerah Maju Indonesia Unggul”

Kesempatan tersebut Bupati Sumbawa juga membacakan selama 2 tahun terakhir banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melaut dan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran, kini kurikulum merdeka sudah diterapkan lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Anak-anak kita juga tidak perlu lagi kuatir dengan tes kelulusan karena assessment nasional yang sekarang kita gunakan tidak untuk bertujuan untuk menghukum guru atau murid tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus mendorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih Merdeka itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana Abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia, dampaknya sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan kemajuan kebudayaan.

Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat namun kita belum sampai di garis akhir maka tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak ke depan masih akan ada angin kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi dan kita akan terus memegang komando memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar Selamat Hari Pendidikan Nasional. (Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top