Nampak Pagar Depan tiba-tiba diberikan warna baru dengan uang pribadi bukan dana bos maupun uang guru.
MADAPANGGA — Belum genap dua minggu dilantik, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Madapangga yang baru, Adiatman, S.Pd., langsung melakukan gebrakan besar. Langkah cepat ini diambil guna meningkatkan kedisiplinan siswa dan guru serta memantapkan berbagai hal seperti ketersediaan air di lingkungan sekolah, kebersihan lingkungan, maupun aneka kenyamanan lainnya yang membuat guru dan murid betah di sekolah.
Senin pagi, Adiatman memperkenalkan program Home-Visit bagi guru dan siswa yang suka meninggalkan tugas dan Clean Cleared School bagi masyarakat yang membutuhkan keterbukaan. Program ini mewajibkan setiap guru dan murid melakukan presensi dan jurnal setiap hari sebelum dan sesudah KBM selain itu seluruh siswa dan guru memungut sampah di tempat khusus kelas sebelum pelajaran dimulai.

Sebagai gantinya, sekolah menyediakan sanitasi dan wastafel di berbagai titik yang dapat diakses secara terjadwal bahkan siswa dan guru wajib shalat duha berjamaah sebelum pelajaran dimulai.
“Kami memulai dengan hal-hal yang sederhana dulu seperti ketersediaan air bersih, musholla dan penegakan disiplin serta mencatat murid yang absen bahkan guru lalu malamnya wajib dikunjungi ke rumah” ujar Adiatman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/8).

Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya mengapa dia tidak hadir dan tidak memenuhi tugas dan kewajibannya baik sebagai pendidik maupun peserta didik.
Selain penegakan disiplin dan revitalisasi sederhana dengan kearifan lokal yang ada, gebrakan lain yang langsung dirasakan dampak peningkatannya adalah optimalisasi fasilitas sekolah.

Dalam waktu enam hari kerja, Adiatman berhasil menggerakkan komite dan alumni untuk memperbaiki fasilitas sanitasi serta mengaktifkan kembali laboratorium IPA, memfungsikan ruangan kelas yang tidak atau jarang dipakai menjadi berguna bagi warga sekolah seperti dijadikan ruang tenis meja yang sempat terbengkalai menjadi ruang aktif yang diarahkan dengan layar lebarnya merah putih bantuan pusat.
Langkah taktis mantan Wakil Kepala Prestasi ini mendapat respons positif dari orang tua murid. Kebijakan tegas yang humanis ini dinilai mampu membawa angin segar bagi prestasi akademik dan non-akademik SMPN 4 Madapangga ke depan. Termasuk menertibkan lingkungan sekolah dari limbah rumah tangga dan polusi udara karena kedekatan lokasinya dengan pemukiman.

Wakasek Wahyuddin, SPd mengatakan tidak hanya itu gebrakan Kepala Sekolah tersebut, melainkan banyak yang terwujud . ” Ada bemo yang beliau hibahkan guna memudahkan antar jemput siswa dari rumah ke sekolah, bemo itu tidak dibeli dari anggaran sekolah melainkan sedekah atas dilantiknya sebagai kepsek, kedua warga sukses digerakkan secara swadaya untuk bergotong-royong menata dan membersihkan saluran irigasi maupun talud yang melintasi sekolah,” beber Wahyuddin.
Terkini, lanjut Wahyuddin, Kepsek wajib mengunjungi seluruh warga sekolah seperti ada guru dan murid yang sakit maupun acara masyarakat yang berdekatan dengan lokasi sekolah baik diundang maupun tidak ada undangan.
“Beliau tetap hadir meskipun tidak diundang dan uniknya bersama istrinya pak Adi pergi” tambahnya.
Yang mengejutkan seorang Adiatman berhasil menuntaskan data dapodik guru dan murid yang sempat bermasalah saat kepemimpinan sebelumnya menjadi valid seperti tunjangan profesi guru maupun data yang kearah menguntungkan siswa seperti data ujian dan program Indonesia Pintar (PIP).
Termasuk dalam menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-81 melakukan pengadaan topi koboi, dan seragam jalan tepat waktu yang dilakukan beberapa waktu lalu di Desa Mpuri dan woro kecamatan Madapangga yang dinikmati semua guru dan siswa tak terkecuali.
Senada dengan Wahyuddin, orang tua murid asal Desa Madawau pada media ini mengapresiasi langkah cerdas dan berani Adiatman.” Pak kepsek hebat berani berkorban untuk kepentingan masyarakat setempat, inilah yang kita dambakan bukan Kepala Sekolah lama yang pelit dan meninggalkan hutang,” pungkasnya.
Advetorial___



Nampak Pagar Depan tiba-tiba diberikan warna baru dengan uang pribadi bukan dana bos maupun uang guru.

















