Rahmat Hidayat,S.E., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dompu
DOMPU,(jejakntb) ||Tidak butuh waktu lama bagi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadis Koperasi dan UKM) yang baru Rahmat Hidayat, SE., untuk menunjukkan taringnya. Baru sehari pascalandu pelantikan, pria ini langsung tancap gas dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan bhayangkara food court modern sekaligus membagikan 57 rombong (gerobak) usaha gratis kepada pelaku UKM, Jumat (16/10/2026).

Langkah cepat atau aksi gercep ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Pemotongan pita dan peletakan batu pertama yang berlokasi di pusat kuliner jantung kota tersebut menandai dimulainya era baru pembinaan ekonomi kreatif yang lebih agresif.
Kadis Koperasi dan UKM yang baru dilantik Rahmat Hidayat, S.E., menyatakan bahwa birokrasi tidak boleh menunda kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pelaku usaha kecil membutuhkan stimulus nyata di lapangan, bukan sekadar rapat di dalam ruangan.
“Hari ini kita buktikan bahwa pemerintah hadir secara instan dan berdampak. Food court yang kita bangun ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan agar bisa langsung menampung para pedagang kaki lima. Bersamaan dengan itu, bantuan rombong UKM hari ini langsung kita serahkan ke tangan penerima agar mereka bisa langsung berjualan dengan fasilitas yang lebih layak dan higienis,” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan.
Fasilitas food court baru ini nantinya akan mengusung konsep semi-terbuka dengan manajemen terpadu yang ramah lingkungan.
Sementara itu, rombong UKM yang dibagikan telah dilengkapi dengan desain modern dan menggunakan material yang tahan cuaca untuk meningkatkan daya saing estetika para pedagang lokal.
Salah seorang pelaku UKM penerima manfaat bernama Ibu Nia asal Simpasai mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas aksi nyata yang sangat cepat ini.
“Kami tidak menyangka, baru kemarin melihat bapak dilantik di berita, hari ini beliau sudah turun ke lapangan bawa bantuan gerobak buat kami. Ini benar-benar pemimpin yang kami butuhkan,” ungkapnya dengan haru.
Program akselerasi ini diharapkan dapat mendongkrak omzet pelaku UKM lokal hingga 50% sekaligus menata estetika tata kota agar menjadi lebih tertib dan menarik bagi wisatawan.
Untuk diketahui bahwa nama penerima manfaat yang kelima puluh tujuh orang ini prinsipnya by name by adress dan sesuai dengan jumlah nama yang digusur tersebut dan bukan diajukan melainkan sudah terisi penuh secara otomatis saat diserahkan Bupati.(*/JN)





















