Atasi Stunting, Ini Solusi Cerdas dan sangat edukatif dari Pemkab Sumbawa

JejakNTB.com| “Cegah Stunting itu penting. TuntunGera SumbawaKu, Tuntaskan stunting menuju generasi sumbawa yang berkualitas!. Demikian semangat dan motto dalam pelaksanaan kegiatan sinkronisasi perencanaan konvergensi stunting di kecamatan yang di gemakan oleh seluruh peserta pada sesi foto bersama, Selasa (1/11/2022)   setelah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan sinkronisasi di Kecamatan Labangka.

Asisten I Setda Sumbawa, Varian Bintoro S.Sos.M.Si dalam Kegiatan tersebut menjelaskan bahwa sosialisasi dilaksanakan di 6 lokus Kecamatan untuk pencegahan dan penanganan stunting tahun 2022 yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 717 Tahun 2021 tentang penetapan desa lokasi focus percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi sensitive dan gizi spesifik di Kabupaten Sumbawa Tahun 2022.


Kemudian lanjutnya, Ikhtiar dalam percepatan penurunan stunting melalui pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2022 ini dilaksanakan secara konvergen , melibatkan multipihak, multi sector di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa dan kelurahan secara terpadu, holistic, integrasi, tematik dan sistematis melalui 8 aksi konvergensi penurunan stunting.

“Hasil dari Aksi Konvergensi 1 Analisa situasi dalam aksi konvergensi penurunan stunting Tahun 2021 ditetapkan 6 kecamatan dengan 11 lokus desa untuk intervensi penurunan stunting. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan sinkronisasi perencanaan konvergensi penurunan stunting di tingkat kecamatan bersama desa lokus pada Tahun 2022 ini” Urai Varian.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari di 6 kecamatan, dan telah dilaksanakan di 2 kecamatan yaitu kecamatan labuhan badas dan kecamatan labangka, dimana Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Varian Bintoro, S.Sos, M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Nieta Ariyani dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Dalam arahan dan penyampaian tentang kebijakan percepatan penurunan stunting oleh Asisten 1 juga  berharap penguatan peran pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting antara lain mensosialisasikan kebijakan pencegahan stunting kepada masyarakat, dukungan APBDesa untuk pencegahan dan penurunan stunting, menyusun rencana aksi percegahan stunting di desa, menyiapkan Kader Pembangunan Manusia, melaksanakan rembuk stunting tingkat desa bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Desa, pendamping Desa, Tim Pendamping keluarga, Kader posyandu, Kader PKK, Pendamping Desa, BPD dan lain-lain.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah tersusunnya perencanaan konvergensi penanganan stunting di tingkat kecamatan sesuai dengan karakteristik masalah masing-masing lokus kecamatan.

Selanjutnya Sekretaris Dnas Kesehatan dr. Nita menyampaikan secara teknis terkait dengan Stunting maupun prevelensi stunting di masing-masing Kecamatan lokus serta trend jumlah Balita stunting maupun trend Balita wasting, under weight, factor determinan yang mempengaruhi stunting di setiap desa lokus untuk menjadi perhatian bersama dalam hal penanganan baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitive.

Salah satu Faktor determinan yang mempengaruhi munculnya kejadian stunting di kecamatan Labangka adalah ketersediaan air bersih dan dalam paparan Kabid PPM Bappeda menyampaikan terkait dengan progres pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan penurunan Stunting oleh TPPS Kabupaten pada Tahun 2022 serta contoh praktik baik yang dilaksanakan oleh Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan badas dengan Inovasi GOSTING (gojek Food Stunting) yang digerakkan oleh Ketua TP-PKK Desa Labuhan sumbawa selaku ketua pelaksana TPPS Desa, serta penguatan koordinasi di tingkat kecamatan maupun desa agar menjadi perhatian

Untuk mengatasi factor determinan dimaksud khususnya di Kecamatan Labangka upaya intervensi yang dilaksanakan intervensi sensitive melalui program kegatan penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak dan aman baik anggaran yang bersumber dari APBN maupun APBD.(Ruf)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top