AS sempat mangkir panggilan penyidik dan akhirnya ditetapkan Tersangka Kasus Bansos

JejakNTB.com | Teka teki apakah kasus bantuan sosial tahun 2020 maupun lainnya apakah memenuhi unsur tindak pidana atau tidak sempat menjadi polemik di medsos maupun dunia nyata, kini terjawab sudah, Kejari Raba Bima telah memproses kasus bansos dan kini mulai menunjukkan titik terangnya.

Kasus yang menyeret Dinas Sosial beberapa beberapa tahun silam menyeret pula nama nama besar termasuk didalamnya nama Mantan Kepala Dinas Sosial Andi Sirajudin,

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Andi Sirajudin telah dipanggil penyidik pidana khusus Kejari Bima terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial kebakaran tahun 2020.

Dirinya dijadwalkan untuk dimintai keterangan, Senin (28/3) namun hingga sore hari tak kunjung tiba di Kantor Adhyaksa Bima tersebut,

Juru Bicara Kejari Bima Andi Sudirman dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan Kepala Dinas Sosial Bima,

”  Kepala Dinas Sosial AS telah kami panggil untuk diperiksa namun dia gak hadir atau mangkir dari panggilan Kejaksaan, ungkapnya.

Dia tidak hadir dengan alasan ada kesibukan lain, dan telah disampaikannya kepada penyidik bahwa dirinya tidak bisa memenuhi panggilan itu.

” Saya belum tahu apa keterangannya , setahu saya dia berhalangan hadir saja,” ucapnya.

Andi Sirajudin dipanggil untuk dimintai keterangan seputar penyaluran bansos kebakaran. Karena ia dinilai mengetahui aliran dana terkait bantuan dari Kementerian Sosial tersebut.

” Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi, ” ujarnya.

Saat ini, penyidik sedang mengagendakan lagi pemeriksaan Andi Sirajudin, namun belum diketahui kapan ia akan dipanggil lagi,

” Diagendakan lagi pemanggilannya sebagai saksi, ungkapnya.

Sementara saksi lainnya sudah dimintai keterangan, Diantaranya para pendamping penyaluran bantuan sosial,

” Saksi lain sudah diperiksa minggu lalu,”terangnya.

Sebagai infirmasi penyidik pidana khusus Kejari Bima telah menetapkan dua orang tersangka yaitu mantan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Bima dengan inisial ISM.

Saat ini, ISM sudah pindah tugas dan menjabat sebagai Kabid Kelembagaan dan Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima,

Selain ISM, penyidik juga menetapkan pegawai yang juga bertugas di Dinsos Kabupaten Bima inisial SUK sebagai tersangka. Saat penyaluran Bansos, ia bertindak selaku pendamping.

Untuk diketahui publik, anggaran bansos kebakaran yang dikucurkan Kemensos pada tahun 2020 senilai Rp 2,3 miliar diduga bermasalah

Dari hasil penyidikan ,  pihak Adhyaksa menemukan dugaan penyelewengan terhadap penggunaan anggaran tersebut,

Penyaluran bantuan tersebut diduga tidak tepat sasaran, sehingga merugikan keuangan negara dalam jumlah besar namun pihak Kejaksaan belum mengungkapkan srcara detil berapa total kerugian negara akibat kecerobohan ini dan bukan hanya sisi kebakaran saja melainkan bansos bansos lainnya yang tersebar di 18 Kecamatan Kabupaten Bima,

Pantauan media, srjumlah saksi telah diperiksa termasuk penerima bantuan dan sejumlah pejabat di Pemkab Bima,

Kemensos RI mengalokasikan bantuan dana kepada para korban kebakaran saja itu sebesar Rp 2,3 miliar belum yang lainnya, Kejaksaan masih mendalami berbagai laporan dan masukan warga terkait tindak pidana korupsi yang dilakukan Dinsos Bima selama AS menjabat,

Untuk bantuan 2,3 itu sebenarnya diperuntukkan bagi 91 Kepala Keluarga yang terdiri dari 37 KK di Desa Renda, 10 KK di Desa Ngali Kecamatan Belo, 14 KK di Desa Naru Kecamatan Woha, serta 30 KK di Desa Karampi Kecamatan Langgudu. [TIM]

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top