Analist Angkat Bicara Soal Tampilnya Istri Pejabat di Pemilu, Ini Tanggapan Pj Gubernur NTB

JejakNTB.com, MATARAM | Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 kini menghitung hari, dan tahapan kampanye krannya sudah dimulai setelah 28 November 2023 sesuai edaran Bawaslu, sejumlah Caleg kini mulai bermunculan setelah keputusan KPU dan penetapan DPT termasuk tampilnya beberapa istri pejabat di NTB dalam turut meramaikan kontestasi sekali dalam lima tahunan.

Salah satu istri pejabat tersebut adalah Lale Prayatni yang merupakan istri Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si,  Lale Prayatni di usung Partai Golkar untuk Calon DPRD Dapil Mataram, guna mengisi legislator Kota Ibadah untuk lima tahun kedepan.

Analist Public Policy, Syahrul pada media Kamis 30 November 2023 mengemukakan pemilu ini muncul kecenderungan keluarga pejabat tampil sebagai calon baik itu di tingkat pusat maupun daerah dan ini sangat menarik untuk dikaji motivasinya.

” Rata rata istri pejabat dan mantan pejabat di NTB, hal ini menarik untuk dikaji fenomena keluarga pejabat nyalon bahkan anak cucunya pun maju guna meraih simpati warga di pemilu 2024,”ucapnya pada jejakntb.

Gejala ini menurut dosen muda yang juga warga lobar tersebut bukan gejala biasa melainkan kecenderungan baru istri dan keluarga pejabat dalam memanfaatkan momentum demokrasi.

” Sah-sah saja cuman ada yang menarik dari ini semua, saat pemilu 2019 tak semassif ini bisa jadi ini dampak dari kesadaran terjun berpolitiknya mulai ada,” tambahnya.

Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi menegaskan tampilnya istri Lale Prayatni tak akan memanfaatkan dan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye maupun lainnya.

“Nggak menggunakan fasilitas negara kami berjalan sendiri sendiri,”kata Lalu Gita di Mataram, Selasa 28 November 2023.

” Selama ini kalau kaitan dengan kegiatan kepartaian pakai kendaraan pribadi. Nggak pakai kendaraan dinas ke kantor,” imbuhnya.

Lalu Gita juga memastikan istrinya akan cuti dari jabatannya sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) NTB. Ia mengeklaim cara itu untuk menunjukkan netralitas dirinya sebagai seorang kepala daerah.

“Sekali lagi saya tekankan, netralitas ini harus kita jaga sama-sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Muhammad Nasir mengungkapkan jabatan yang diemban Lale Prayitna di TP PKK dan Dekranasda NTB, tidak masuk dalam jabatan fungsional dan struktural di pemerintahan. Kendati demikian, dia mengingatkan Lale mengenai posisinya sebagai istri Pj Gubernur NTB dan caleg dari Golkar.

“Mau itu kendaraan dinas, termasuk BBM juga, apapun bentuk fasilitas negara yang saat ini melekat pada dirinya, di masa kampanye nanti harus ditinggalkan. Dilarang untuk digunakan,” jelas Nasir

Pileg DPRD NTB dapil Kota Mataram terdiri dari lima kursi. Dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang dirilis KPU, Lale Prayatni berada di nomor urut 3. Ia akan saling sikut dengan empat nama lain yakni Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi di nomor urut 1, petahana DPRD NTB Misbach Mulyadi di nomor urut 2, eks calon Wali Kota Mataram yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB Baihaqi di nomor urut 4, dan Irma Damayanti di nomor urut 5.

Pada Pileg 2019, lima partai berbeda berhasil mengamankan kursi dari dapil tersebut. Di antaranya Partai Golkar, PDIP, PPP, PKS, dan Partai Gerindra.

Ini bukan kali pertama istri Pj Gubernur NTB turun dalam kontestasi politik. Pada 2020, Lale Prayatni juga pernah maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Lombok Tengah berpasangan dengan H Sumum. Saat itu, ia mendapatkan 62.258 suara dan finis di urutan keempat dari lima calon yang ada. (*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top