SUMBAWA, JEJAKNTB.COM|Sebuah akun bernama Aktifis Sumbawa secara fulgar dan berani mengupdate status di facebooknya yang mengkritisi dugaan adanya penyalahgunaan bantuan pusat yang ditangani Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Diharapkan kepada Kejaksaan Negeri Sumbawa Polres Sumbawa untuk tetap memantau POKIR DPRD kabupaten Sumbawa jangan sampai Alsintan di perjual belikan oleh Dewan kepada masyarakat.
Krena ada dugaan keras bahwa Alsintan jenis Combine dan hand traktor sudah melakukan transaksi (jual beli) oleh anggota dewan mengatas namakan kelompok Tani PADAHAL faktanya adalah di beli oleh perorangan di bayar sekitar 50℅ dari harga yg sebenarnya..
Di minta juga kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meng audit dana aspirasi/pokir dewan di kabupaten Sumbawa krena di duga di salah gunakan,” beber akun facebooknya Aktivis Sumbawa beberapa saat lalu.
Saat diinbox redaksi, via messenger, akun tersebut tidak membantahnya bahkan mereka mengaku punya data dan bukan rahasia umum lagi katanya.
” Bukan rahasia umum bang, kita punya data dan tidak asal berbunyi,” tandasnya.
Terpantau media JejakNtb di laman resmi Facebook, ia menulis memberikan kritik terkait distribusi elsintan yang diduga kerap disalahgunakan oknum anggota DPRD Kabupaten Sumbawa. Aktifis Sumbawa menulis,”
Di duga semua alsintan pokir dewan di kabupaten Sumbawa yg di berikan kepada kelompok tani sudah menerima tanda jadi oleh para dewan tersebut..
Dan semoga pemerintah kabupaten Sumbawa mengawal pokir dewan supaya tidak di perjual belikan kepada masyarakat..
Karena dana pokir/dana aspirasi dewan itu murni dari hasil keringat Rakyat tanpa di perjual belikan kepada rakyat.
INGAT dari rakyat untuk rakyat,” tulisnya di Facebook sekitar 17 jam yang lalu.

Beragam tanggapan dan komentar warganet terhadap postingan aktifis Sumbawa tersebut, salah satu netizen yang berakun Muhammad Yasin misalnya ia pun menanggapi dan memberikan komentarnya,”Jual beli dua pintu,
Duit aspirasi utk pengadaan alsintan digabung dr hasil penjualannya ke klp tani msk ke satu kantong…. MK didoakan TDK akn bahagia dunia aherat.,” tulisnya.
Senada dengan Muhammad Yasin, sebuah akun bernama Putra Hilir pun turut berkomentar,” dunia sudah miring,” ujarnya sembari menarasikan carut marut kondisi bantuan yang kerap diperlakukan secara zalim oleh oknum tertentu di Kabupaten Sumbawa.
Akun Iwan Wahyu beda lagi, ia menyarankan aktifis Sumbawa untuk melaporkan kejadian tersebut dan bukan memviralkannya melalui postingan,” Kalau punya bukti laporkan ke APH,” kata Iwan singkat padat dan jelas.
Menanggapi ciutan status aktifis Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rustini yang coba dikonfirmasi wartawan enggan menanggapi, hp berdering namun tidak diangkat.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin SAP., MM.Inov masih dalam perjalanan pulang dari Jakarta setelah mengikuti Bimbingan teknis dan workshop penguatan kapasitas dewan selama seminggu.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa dibawah kepemimpinan Ni Wayan ini diduga kerap bermasalah kaitan dengan bantuan pusat, dan kini kasusnya tengah berjalan bahkan ada yang sudah ditangani secara hukum maupun belum tuntas oleh Aparat Penegak Hukum setempat (*)




















