JEJAKNTB.COM | Semangat perjuangan sejumlah tokoh masyarakat, Pemuda dan elit politik di Kabupaten Sumbawa Barat tidak akan padam guna memperjuangkan pencabutan Moratorium DOB Provinsi Pulau Sumbawa, bagi mereka pemekaran wilayah merupakan harga mati yang tak bisa ditawar lagi.
Akai Blokade Pelabuhan Laut Tano selama 4 hari kembali menguat dan datang dari Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) KSB, guna melakukan aksi jilid 3, mendesak presiden Prabowo Subianto segera mencabut Moratorium DOB PPS, aksi jilid 3 ini akan dilaksanakan pada 26-29 Mei 2025 yang akan diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, elit politik, tokoh pemuda, tokoh agama hingga kyai, akan turun menyuarakan semangat Perjuangan Provinsi Pulau Sumbawa, hal ini dikatakan oleh Leo Ardinata Kordinator Umum Aksi Jilid 3 ini kepada media pada Senin (19/5).
Inilah Surat Terbuka yang diposting di laman medsos Leo Ardinata selaku Kordum Aksi.
Surat terbuka untuk seluruh rakyat KSB.
Kepada :
Yth : Toga, Toma, Politikus
NGO, Pemuda, Aktivis
Sehubungan dengan rencana kegiatan aksi penyampaian aspirasi rakyat KSB menuntut agar moraterium PPS segera dicabut oleh pemerintah pusat dan sekaligus mengesahkan PPS, kami mengajak seluruh element masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk rasa solisaritas dan kekompakan kita bahwa PPS harga mati.
Rencana kegiatan pada tanggal 26 Mei hingga 29 Mei 2025. Lokasi kegiatan pelabuhan Laut Tano KSB.
Bersama kita bisa Allahuakbar
Sementara Guru Besar Fakultas Hukum Unram, Prof. Zainal Asikin dalam statusnya di akun Facebook Zakin Asyik yang di posting beberapa saat yang lalu memberikan otokritik terkait aksi Pemekaran Wilayah yang digaungkan KP4S.
Zakin sepakat dengan pemekaran wilayah namun tidak menghendaki adanya blokade jalan, apalagi melumpuhkan aktifitas perekonomian dari dan ke pulau bahkan antar pulau
“Jejak Ntb blokir pelabuhan axalah cara cara bodoh yv merugikan rakyat.
Maka berusahalah ndengan cara csrdas
Kirim utusan ribuan orang kepung DPR…ini baru elegan,” tulisnya di kolom komentar akun pribadinya.
Tidak hanya itu, Professor ini juga sempat melempar jokes di status dunia Maya menanggapi aksi demo dengan menulis,
Kalau Temen Temen pulau Sumbawa menutup pelabuhan yang sangat merugikan.msayarakat.
Maka saya akan membuat Laskar Razia
Orang dari Timur tidak boleh melintas…
Dengan membawa peluru
Berupa Tai Aconk

Menanggapi postingan Zainal Asikin alias Zakin Asyik, Forum Masyarakat Pulau Sumbawa Bersatu, Syahrul SH, agar tidak terpancing dengan diksi dan narasi dangkal.”Kita sedang berjuang, enggak usah dengar omongan yang bisa membuat perjuangan ini gagal dan amburadul di tengah jalan, kita tegak lurus dan fokus untuk terbentuknya Propinsi Pulau Sumbawa, selain itu tidak,” pungkasnya.
Redaksi





















