Aksi Jilid II Akan Digelar dalam Skala Besar, Jika Pemerintah Pusat Tidak Segera Wujudkan PPS

JEJAKNTB.COM |Wacana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali memanas. Setelah aksi Tano jilid I sebagai pemantik awal, kini Konsorsium Pemuda Pulau Sumbawa (KP4S) menyatakan siap menggelar aksi jilid Il yang jauh lebih besar, terpusat di Poto Tano, Sumbawa Barat.

“Besok kita akan libatkan para tokoh penting dari seluruh Pulau Sumbawa. Aksi pertama hanya pemanasan, aksi kedua ini potensinya sangat besar,” tegas Agusty Lanang, Ketua Harian KP4S yang akrab disapa Bang Joy, Sabtu (17/5).

KP4S memberikan batas waktu satu minggu kepada pemerintah pusat untuk menunjukkan komitmen nyata.

“Kami sedang konsolidasi untuk rapat akbar. Kalau dalam seminggu tidak ada progres konkret dari pemerintah pusat, kami akan gelar aksi besar di Tano,”tegasnya.

Menurutnya, alasan efisiensi anggaran tak bisa dijadikan penghalang untuk pembentukan PPS .

“Ini tanggung jawab negara. Jangan rakyat dibebani dengan alasan-alasan klasik. Soal anggaran, negara pasti bisa pikirkan. Masa dengan potensiDana Bagi Hasil (DBH) tambang di Sumbawa yang mencapai Rp600 miliar, kita bilang tidak mampu?”katanya.

Bang Joy menegaskan, PPS bukan sekadar harapan, tapi harga mati untuk pemerataan pembangunandan keadilan.

“PPS harus terbentuk hari ini, bukan besok. Negara harus hadir. Kami hanya minta komitmen itu dituangkan dalam dokumen resmi. Bukan sekadar janji politik,” tegasnya lagi.

Sahril mengingatkan bahwa PPS memiliki dasar regulasi yang kuat dan pernah dicontohkan dalam pemekaran Sumbawa Barat pada masa lalu.

“Waktu itu sukses dengan sistem multi years. Bisa kok, asal ada niat politik yang kuat,” tegasnya.

la juga menegaskan bahwa tiga anggota DPR RI dari Dapil NTB, yakni Mori Hanafi, Maghdalena, dan Johan Rosihan, harus bekerja lebih cepat dan lebih konkret.

“Ini bukan kerja biasa, ini perjuangansejarah. Jangan sampai PPS hanya jadi alat barter politik elit,” ujarnya.

Sahril juga mengenang bahwa aksi serupa pernah digelar pada 1 Juli 2013, yang berhasil menembus atensi nasional.

“Kini kami siap ulangi, bahkan lebih besar. Kalau perlu, satu titik di Tano akan macet total. Lihat saja nanti,” pungkasnya.

 

 

Redaksi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top