JEJAKNTB.COM | Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan ribuan warga dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa menyebabkan lumpuhnya jalur utama penghubung antara pulau Sumbawa dan Pulau Lombok pada Kamis (15/5).
Massa yang tergabung dalam Komite Percepatan Pembentukan Pemekaran Pulau Sumbawa (KP4S) memblokade total jalan di Simpang Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai bentuk protes terhadap moratorium pemekaran wilayah.
Aksi tersebut tidak hanya membuat arus transportasi terhenti total sejak siang hingga malam, tetapi juga berdampak luas bagi pengguna jalan.
Antrean kendaraan mengular dari simpang Tano hingga Kecamatan Alas, dengan truk logistik, bus, dan mobil pribadi tertahan selama berjam-jam.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres Sumbawa, AKBP. Bagus Nyoman Gede Junaidi, S.H., S.I.K, M.A.P dan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP. Zulkarnain, S.I.K., turun tangan untuk mengurai kemacetan.
Bersama anggota Satuan Lalu Lintas keduanya secara bergantian mengatur kendaraan yang sempat terparkir panjang di sepanjang jalur utama akibat aksi blokade.
“Kami pastikan arus lalu lintas kembali normal secepat mungkin setelah massa membubarkan diri,” ujar AKBP Bagus di lokasi.
Meskipun telah berada di lokasi sejak siang, kedua perwira polisi itu tetap bertahan hingga malam bersama anggotanya. Upaya mereka membuahkan hasil : Menjelang pukul 18.30 WITA, kendaraan mulai bergerak perlahan dan arus lalu lintas kembali normal.
Tuntutan Tegas : Cabut Moratorium, Wujudkan Provinsi Pulau Sumbawa
Aksi ini merupakan bentuk desakan masyarakat agar Presiden Prabowo Subianto segera mencabut moratorium Pemekaran wilayah yang selama ini menghambat terbentuknya Propinsi Pulau Sumbawa.




















