Akhirnya, Tersangka Korupsi Bansos Jeblos ke Penjara dan Terancam Hukuman Seumur Hidup

Andi Sirajuddin begitu selesai diperiksa di Ruang Kejari Bima langsung menyandarkan Kepalanya ke pojok tembok ruang setempat sebelum diangkut dan dijebloskan ke penjara selama 20 hari kedepan.

 

 

 

JejakNTB.com, BIMA | Berakhir sudah wara wiri dan sepak terjang Mantan Kadis Sosial yang kini menjabat Asisten I di Pemerintah Kabupaten Bima, yang bersangkutan berdasarkan dakwaan awal yang disangkakan adalah telah dengan sah dan meyakinkan memotong bantuan per KK untuk korban kebakaran Ngali Renda. Tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) kebakaran di Bima, Andi Sirajudin telah resmi ditahan Kejari Bima pada Rabu (21/9/2022) hingga 20 hari kedepan.

Andi Sirajudin disangkakan dengan pasal 11 atau pasal 12 e UU Tipikor, yang mana pada 2 pasal tersebut memiliki ancaman hukuman yang berbeda.

Diberitakan, Andi Sirajudin juga terancam pidana seumur hidup mengingat yang dikorupsi ini adalah masalah kemanusiaan bantuan untuk sejumlah masyarakat yang dilanda ditimpa bencana yang bertubi.

Pasal yang kami sangkakan itu pasal 11 atau pasal 12 e undang-undang Tipikor,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intelkam Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, Andi Sudirman pada Rabu (21/9/2022).

Sudirman menjelaskan, Andi Sirajudin ditahan terhitung sejak 21 September hingga 10 Oktober 2022 mendatang.

“Artinya, selama 20 hari ke depan. Kami titip di Rutan Polres Bima Kabupaten,” tambahnya.

Merujuk pada UU Tipikor Nomor 20 tahun 2001, pasal 11 UU Tipikor ini berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya.

Jika melanggar pasal ini, maka ancaman pidananya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50.000.000 dan paling banyak Rp250.000.000.

Sementara itu, pasal 12 e berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Ancaman hukuman pasal 12 ini yakni, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000.

Pada pemberitaan sebelumnya, tersangka korupsi bantuan sosial (bansos) kebakaran di Bima, Sirajudin ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima.

Penahanan Sirajudin dilakukan penyidik, setelah 8 jam diperiksa secara intensif di Kejari Bima, Rabu (21/9/2022).

Pantauan JejakNTB.com, Andi Sirajudin keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 19.11 WITA, dan menolak memakai rompi tahanan Kejari serta hanya menenteng rompi warna orange yang diberikan pegawai Kejari Bima sesaat setelah diputuskan.

Setelah itu, Andi Sirajudin langsung digiring naik menuju mobil tahanan menuju ke Rutan Polres Bima Kabupaten.

Baju kemeja putih yang dikenakan sejak pagi, masih terlihat hingga malam hari ia keluar dari ruang pemeriksaan.

Begitu pun dengan celana hitam dan sepatu yang dikenakannya.

Dia diapit oleh dua Penasehat Hukum (PH), Krisna dan Yusuf yang menemaninya sejak pertama kali tiba di kantor Kejari Bima.

Wajah Sirajudin terlihat biasa, Ketika diarahkan naik ke mobil tahanan.

Sempat berbicara dengan beberapa orang, agar kembali ke rumah. (TIM)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top