Abdul Rafiq : Zero waste, menjaga dan mempertahankan kebersihan lingkungan hidup adalah kebutuhan.

JejakNTB.com,-Ketika Pandemi Covid-19 menyebar, belakangan populer juga pembahasan terkait Zero waste upaya menjaga dan mempertahankan lingkungan hidup bebas sampah. Sampah yang kerap dibuang sembarangan menjadi Pekerjaan Rumah “PR” besar kita semua agar sampah yang dibuang oleh masyarakat dapat diolah dengan cara baik.

Fenomena sampah yang menumpuk di sepanjang jalan negara, menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Hal ini terbukti dari gebrakan para pahlawan lingkungan hidup Tim Siaga Sampah di bawah komando Kepala Dinas lingkungan hidup Ir. H Syafrudin Nur yang hari ini Senin (11/10) melakukan penyisiran sampah dari Kecamatan Lopok hingga Kecamatan tarano.

Kepada media ini Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa kita harus terus berjuang menyelamatkan lingkungan hidup kita dari bahaya atau polutan yang ditimbulkan dari sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya sampah dapat menjadi sumber penyakit tapi juga bisa menjadi sumber bencana karena sampah yang bertumpuk apabila dibiarkan begitu saja suatu saat menjadi pemandangan yang tidak indah dan bahkan bisa menjadi sumber malapetaka karena hutan yang ada di sepanjang jalan negara pada saat musim kemarau dapat terbakar dan sampah tersebut menjadi penyulut kebakaran ujarnya.

Kepala Dinas lingkungan Hidup kabupaten Sumbawa Ir. H Syafrudin Nur juga menyampaikan kepada media ini (11/10) terkait dengan persoalan sampah.

“Tim Siaga Sampah menemukan beberapa titik tumpukan sampah di sepanjang jalan negara seperti di Wilayah Desa Brang Kolong dekat Grill Besi, di Depannya banyak sampah dan diangkut menggunakan truk. Demikian pula ditemukan di Desa Pemanto Kecamatan Empang, Tumpukan Sampa liar di pinggir jalan.


“Dari sekelumit contoh kasus tumpukan sampah liar ini kami langsung berkoordinasi dengan Camat setempat terkait pengelolaan sampah berbasis Desa”. Beber H. Syafruddin

Atas apa yang dilakukan Kadis Lingkungan Hidup ini mendapat respon positif dari netizen salah satunya dari Pak Ate terhadap kondisi sampah di Kota “Mantap pak kadis..kalau ada waktu tolong cek juga tumpukan sampah di gang arah MTS Negeri 1 Sumbawa Kelurahan Uma Sima. Terus tumpukan sampah di belakang SDN 16 lewat samping sekolah dekat saluran air yang Tidak jauh dari Kantor Lurah Uma Sima. makasih pak kadis Ujar seorang Netizen.

Bahkan dari Salah satu Aleg kita di DPR RI Menyampaikan Support nya. ” Mantap pak kadis” ucapnya singkat.

Seiring dengan apa yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, program Zero waste adalah salah satu visi dan misi pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Barat. Persoalan lingkungan hidup ini, tidaklah berpengaruh signifikan dalam kondisi pra new normal saat new normal dan juga disaat sekarang. Kampanye menjaga kebersihan lingkungan harus tetap digelorakan, Di mana yang dikampanyekan oleh pemerintah salah satunya ialah Zero waste, lingkungan bebas ( bersih) dari sampah yang terintegrasi dengan Desa.

Seiring dengan beberapa hal yang telah disebutkan, pandangan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq terkait menjaga kebersihan lingkungan hidup.

” Ada baiknya kita mulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, masing masing Desa menjadikan permasalahan sampah adalah nomor satu, bila perlu dibangun tempat pembuangan sampah sementara. Dan melakukan pengawasan di area yang sering dijadikan tempat menumpuk sampah liar” Tuturnya.

Pernah suatu ketika kami dengar cerita salah satu warga yang rumahnya di sebelah jembatan melihat aksi seorang pejalan atau pengguna jalan yang membuang sampah dari atas jembatan ke dalam sungai. secara spontan langsung menegur secara keras sehingga pengguna jalan tersebut pun lari terbirit-birit. Ceritanya

“Langkah aksi seperti ini pun dapat kita lakukan dalam rangka memberi kesadaran kepada sesama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama” imbuhnya.

Masyarakat perkotaan ataupun pedesaan pun memiliki beban dan tanggung jawab dalam menerapkan prinsip-prinsip menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya mengandalkan Pemerintah Daerah semata.

Pemerintah sebaik apapun memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait pemeliharaan lingkungan yang bersih dan sehat akan menjadi timpang manakala masyarakat belum menerapkan tindakan budaya bersih untuk diri sendiri dan keluarga serta lingkungan sekelilingnya. Beber rafik yang juga ketua ikatan keluarga Lombok Sumbawa ini.

“Kebijakan pemerintah daerah adalah memantau, mendata sampah yang ada di masyarakat. Sudahkah terfasilitasi tempat pembuangan sementara hingga tempat pembuangan akhirnya, yang berfungsi sebagai tempat eksekusi akhir pengelolaan sampah menjadi material yang ramah lingkungan. Melimpahnya sampah di suatu daerah akan bisa menjadi suatu berkah tersendiri apabila sampah tersebut dapat diolah lebih jauh menjadi barang daur ulang seperti kompos ataupun barang setengah jadi”. Ujarnya

Penelitian-penelitian maupun best practice terkait dengan pengolahan sampah ini sudah banyak tersedia di sekitar kita tinggal mau tidak kita melakukan pengolahan sampah tersebut.

Untuk itu semestinya diberikan perhatian yang serius. Pemerintah Daerah perlu menyiapkan skema pengelolaan dengan ketersediaan anggaran dan pendampingan yang memadai.

“Pemerintah tidak akan bisa bergerak sendiri bila masyarakat tidak mendukung kebijakannya, sebaliknya masyarakat tidak akan mampu menyelamatkan kebersihan lingkungan hidup ini dengan visi kehidupan lebih baik bila pemerintah daerah tak memiliki perhatian pada sektor lingkungan hidup. Mari bergandengan tangan untuk menyelamatkan lingkungan hidup, bebas sampah untuk kehidupan mendatang”. pungkasnya.

[Amar Sumbawa]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top