Abdul Rafiq : “Ngeri ! Bahaya Narkoba bagi Remaja dan ASN”

SUMBAWA, JejakNTB.com |Dalam sebulan terakhir ini banyak kasus narkoba diungkap Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa . Dari beragam modusnya banyak pengedar dari kalangan remaja dan pemuda.

Sebaran narkoba ke para remaja juga saat ini sangat menghawatirkan, kasus bulan puasa kemarin remaja SMP melakukan kriminalitas hanya untuk beli narkoba.

Atas hal ini Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq kepada awak media (19/5) menyampaikan rasa sangat prihatinnya, dan ini perlu diwaspadai bahwa bahaya mengancam daerah kita.

“Yang paling saya khawatirkan adalah kita lalai menjaga anak anak remaja dan pemuda kita,demikian pula tak menjamin ASN tak tergoda untuk mengkonsumsi barang haram dan berbahaya bagi kesehatan tersebut.

Oleh karenanya kita harus terus menguatkan ikhtiar untuk berperang melawan Narkoba atau narkotika, psikotropika dan bahan zat adiktif lainnya War on Drugs. Tegas Rafiq ketua Ikatan keluarga Lombok Sumbawa ini

Kemudian lanjutnya z Jika zat-zat ini masuk ke dalam tubuh, akan menimbulkan pengaruh pada kerja otak. Narkoba memiliki daya adiksi atau ketagihan, daya toleran, dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat kuat, sehingga menyebabkan pemakai narkoba tidak bisa lepas dari ketergantungannya terhadap narkoba.

Dalam setiap forum kerja bersama pemerintah Daerah dan BNN Kabupaten diketahui jumlah pengguna narkoba di Indonesia setiap tahunnya selalu terus meningkat. Penyalahgunaan narkoba di kalangan para pelajar merupakan satu hal yang harus perlu diwaspadai orangtua karena ada banyak bahaya narkoba bagi para pelajar atau remaja. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari merusak masa depan para remaja hingga mengancam kesehatan tubuh, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Bebernya.

Para pencandu narkotika itu cirinya terjadi perubahan sikap, kepribadian, dan perangai, Menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran. Bahkan yang parah lagi adalah kondisi mental menjadi emosional mudah marah dan mudah tersinggung

“Nah ini jika kita semua waspada bisa segera mendeteksi siapa dari anak anak remaja ini yang kecanduan.

Yang sangat memperhatikan lagi adalah pecandu Narkoba menjadi malas, tidak mempedulikan kesehatan diri, suka mencuri atau berbuat kriminal hanya untuk membeli narkoba. Sementara gejala lainnya adalah adanya paranoid atau rasa takut dan kecurigaan yang berlebihan sampai dengan Halusinasi. Beber Rafiq.

Kami di Lembaga DPRD telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan tes urin kepada semua anggota DPRD dan staf di Sekretariat DPRD. Ini penting agar langsung tahu mana yang terjangkit kecanduan atau pernah mengkonsumsi narkoba.

Kami harapkan kepada Pemerintah Daerah agar dapat melakukan hal serupa, tes urin kepada pegawainya di semua OPD dengan bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sumbawa, demikian juga tes urine dilakukan di Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Sekolah-sekolah di tingkat SMA, SMP hingga Perguruan tinggi.
“Jika ada kemauan yang kuat saya kira ini bisa terlaksana. Sekalipun tidak ada anggaran dapat kita usulkan pada Anggaran Perubahan Tahun ini. Ungkap Rafiq.

Kami berharap kewaspadaan dini terhadap ancaman narkoba ini menjadi perhatian kita semua, terutama kepada orang tua kita di Rumah agar berkomunikasi dengan harmonis dengan anak-anaknya mengingatkan bahaya narkoba bagi masa depan.

Demikian pula di lingkungan sekolah, dapat dikondisikan dengan memberikan kondisi yang positif untuk mengembangkan prestasi dan sesekali memberikan materi ajar tentang bahaya narkoba dengan menganggandeng BNN dan kepolisian.

 

“Upaya pencegahan penyebaran nakoba di kalangan remaja, Pemuda dan ASN, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak terutama orangtua, guru dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi ancaman narkoba, oleh karena itu kita bisa melakukan kerja sama antara lembaga pendidikan baik tingkat menengah, perguruan tinggi dan Organisai Perangkat Daerah dengan pihak yang berwenang karena kerja ini tidak mungkin hanya dibebankan kepada BNN Kabupaten dan Kepolisian. Terang Rafiq yang juga Pembina PGRI Kabupaten Sumbawa ini.

Kami memberikan apresiasi kepada BNN Kabupaten Sumbawa, Kepolisian Resort Sumbawa yang selama ini telah bekerja keras untuk melakukan penyuluhan tentang bahayanya narkoba di daerah kita. Demikian pula halnya dengan MUI Kabupaten Sumbawa dengan organisasi Anti narkobanya, juga Organisasi relawan anti narkoba lainnya. Ucap Rafiq.

“Pendampingan orangtua pun sangat berperan penting dengan memberikan kasih sayang dan perhatian”. Tutup Rafiq. (Ruf)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top